Walikota Solok Keluarkan Instruksi Terkait Covid-19

0
497

SOLOK, JN – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus SARS-COV-2 yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19, Pemerintah Kota Solok mengeluarkan Instruksi Walikota Solok Nomor 2 Tahun 2020, Tentang Pembatasan dan Pengetatan Aktivitas Warga dan Aksebilitas Keluar Masuk Kota Solok, terhitung sejak Tanggal 30 Maret 2020.

Yang menjadi poin penting dalam instruksi tersebut yakni, menghimbau kepada warga perantau Kota Solok untuk tidak pulang kampung sampai dengan kondisi wabah virus Covid-19 dinyatakan aman.

Selain itu setiap orang yang mempunyai alasan sangat penting untuk memasuki wilayah atau sementara waktu menetap di Kota Solok untuk segera langsung memeriksakan diri ke Posko Penanggulangan Covid-19.  Yang terdapat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok di Banda Panduang, Puskemas, Puskesmas Pembantu, dan Pos Kesehatan Kelurahan.

“Apabila memiliki gejala seperti batuk, demam, gangguan nafas atau sesak nafas wajib melapor secara mandiri melalui Smashcare 119, dari rumah untuk selanjutnya petugas akan mendatangi rumah yang besangkutan,” kata Walikota Solok Zul Elfian, Selasa (31/3).

Setiap orang yang belum memeriksakan diri di Posko Covid-19 di Banda Panduang dalam waktu kurang dari 1 x 6 jam agar melapor ke RT atau RW setempat untuk selanjutnya memeriksakan diri ke Posko Covid  19 di Banda Panduang Kota Solok. Setelah itu melakukan prosedur isolasi mandiri atau larangan tidak pergi ke tempat  tempat umum, menjaga jarak dengan anggota keluarga lain selama 14 hari.

Camat dan Lurah melalui RT/RW di instruksikan untuk mengawasi dan memastikan orang -orang tersebut benar- benar mengisolasi diri, dan apabila terjadi penolakan dapat memaksa orang tersebut kalau perlu melalui bantuan Satpol PP atau Aparat Penegak Hukum.

Satpol PP, TNI, dan POLRI akan melakukan pengetatan dan berwenang membubarkan pertemuan  pesta dan warga yang berkumpul lebih dari 10 orang. Sementara itu kepada pemilik jasa pengiriman untuk mensterilisasi barang hantarannya.

“Masyarakat juga harus mematuhi himbauan MUI Kota Solok terkait antisipasi wabah virus Covid-19, serta menghimbau kepada pengurus masjid dan masyarakat untuk sementara waktu tidak menyelenggarakan atau melaksanakan Shalat Jumat dan Shalat Berjamaah 5 waktu dan menggantinya dengan shalat di rumah,” kata Zul Elfian.

Pemerintah juga melarang resepsi pernikahan selama masa tanggap darurat bencana wabah Corona sampai keadaan kembali normal. Seluruh Tim yang terhimpun dalam gugus tugas yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Walikota untuk turut aktif dalam percepatan penanggulangan Covid-19.(van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here