SOLOK, JN- Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, bersama isteri, Ny. Dahliar Yulfadri Nurdin, hari Sabtu (18/1), menghadiri serta ikut acara Gotong Royong bersama, untuk membuka Jalan Usaha Tani dan Pariwisata di Karang Tangah Jorong Timur, Nagari Kampuang Batu Dalam, menuju Bukit Cambai di Nagari Simpang Tanjuang Nan IV, Kecamatan Danau Kembar.

Tampak hadir pada acara goro bersama pembukaan jalan usaha tani dan pariwisata tersebut, Camat Danau Kembar, Eka Putra, Sekcam, Walinagari serta pengurus KAN Nagari Kampuang Batu Dalam serta tokoh masyarakat setempat.

Jalan pertanian dan jalan wisata tersebut nantinya kalau rampung, maka akan kelihatan 4 Danau yang sangat indah dari sisi kiri dan kanannya, yakni Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah dan Danau Talang plus lahan pertanian warga yang indah.

Tokoh masyarakat Kampuang Batu Dalam, Ujang Toke Jawi atau Busrial, kepada Wakil Bupati Solok, dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk menghidupkan ekonomi masyarakat adalah dengan membuka jalan usaha tani ke lokasi tersebut. “Mungkin untuk menembus Bukit Cambai, kita butuh goro jalan sekitar kebih kurang Tiga Kilometer lagi dan itu sudah tembus di Bukit Cambai, ” sebut Ujang Toke.
Disebutkannya, kalau jalan itu rampung, maka akan terlihat pemandangan yang indah bak syorga tersembunyi dari Selatan.

Pihaknya berterimakasih kepada Wakil Bupati Solok yang sudah menyarankan untuk membuka jakan usaha tani ke daerah itu beberapa tahun lalu. “Sebenarnya jalan ini dibuka adalah atas ide dari Bapak Wakil Bupati Solok sendiri, dan sekarang beliau hadir bersama kita untuk mewujudkannya, ” tambah Ujang Toke, yang disambut tepuk tangan dari warga setempat.

Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, dalam arahannya sangat berterimakasih kepada warga Jorong Timur Kampung Batu Dalam, yang masih mempertahankan budaya gotong royong untuk membangun jalan dan kegiatan lainnya.

Disebutkan Wabup, Gotong royong sebenarnya adalah bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dan merupakan warisan budaya bangsa. “Sejak nenek moyang kita dahulu, nilai dan perilaku gotong royong tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari, karena dengan bergotong royong akan lebih menguntungkan daripada dikerjakan sendiri,” sebut H. Yulfadri Nurdin.

Wabup juga berjanji akan memperjuangkan jalan usaha tani tersebut untuk di cor untuk masa nendatang.
“Kita akan perjuangan jalan ini untuk di cor pada anggaran 2021 mendatang, karena tahun ini anggaran sudah ketok palu, ” sebut H. Yulfadri Nurdin, SH

Meski dibawah siraman hujan gerimis, namun semangat Wabup dan masyarakat tidak pernah surut untuk bergoro.

“Melakukan pekerjaan dengan cara bergotong royong dapat meringankan dan mempercepat penyelesaian pekerjaan. Dengan gotong royong rasa persatuan dan kebersamaan semakin erat antar masyarakat yang melakukan secara sukarela tanpa adanya jaminan berupa upah atau pembayaran dalam bentuk lainnya, mengakrabkan satu sama lain karena terjadi komunikasi sosial yang baik, dan menumbuhkan rasa toleran, bahkan dengan gotong royong dapat menghemat pengeluaran kegiatan,” terang H. Yulfadri Nurdin.

Disebutkan Wabup, Bangsa Indonesia merdeka karena adanya semangat gotong royong, kebersamaan, dan bahu-membahu. Namun sangat disayangkan, pada era globalisasi ini, semangat gotong royong masyarakat Indonesia mulai menurun. Masyarakat Indonesia saat ini mulai memikirkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. Masyarakat di era modern saat ini cenderung individualisme, padahal setiap manusia merupakan makhuk sosial yang selalu membutuhkan bantuan orang lain.
“Mari kita budayakan kembali tradisi gotong royong ini, ” himbau H. Yulfadri Nurdin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here