Taman Hutan Kota Wisata Arosuka Akan Dilengkapi Hotel Berbintang

0
789

SOLOK, JN-Pemerintah Kabupaten Solok, menggelar acara presentasi Rencana Pengembangan Taman Hutan Kota Wisata (THKW), bersama PT.Jaya Alam Arosuka, bertempat di Aula Barenlitbang, Kantor Bupati Solok, Selasa (22/10).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Solok, yang diwakili Sekretaris Daerah Aswirman, SE,MM, Direktur PT.Jaya Alam Arosuka, Rully, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika, S.Sos, Sekretaris Barenlitbang, Desmalia, Kepala BPDB Armen, Ap,MM, Kabag Perekonomian, Letty Dewina Amra, SH, Perwakilan Perusahaan Daerah Solinda, para Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok dan undangan lainnya.

Direktur PT. Jaya Alam Arosuka Bapak Rully, dalam Presentasinya menyebutkan bahwa rencana pembangunan kawasan hotel, resort, water park dan masjid raya di kawasan THKW Arosuka, Kabupaten Solok, merupakan kerja sama antara pemerintah daerah Kabupaten Solok yang dalam hal ini diwakili oleh perusahaan daerah Solinda dengan PT.Jya Alam Arosuka.

Sementara lokasi yang akan dibangun sebagai kawasan Arosuka Solok ini berada di dataran tinngi yang berdekatan dengan Gunung Talang, dekat ibukota Arosuka.

Kawasan Arosuka Solok ini secara geografis berada diantara dua kota besar di Sumbar yaitu kota Padang dan kota Bukittinggi.
“Kabupaten Solok merupakan sentral produksi beras terbesar di Sumbar yang kenal degan nama bareh Solok.
Selain itu Kabupaten ini juga memiliki pesona alam yang tidak dimiliki oleh daerah lain seperti Gunung Talang dengan hamparan hijau kebun teh dan dikenal dengan Lima Danaunya.

“Kawasan Arosuka nantinya akan menjadi kawasan yang diminati oleh pengunjung baik wisatawan atau pelaku bisnis karena dilarang untuk memenuhi kebutuhan pengunjung,” sebut Rully.

Ditambahkannya, pembangunan kawasan THKW Arosuka ini akan dilengkapi dengan fasilitas hotel dan resort. selain itu juga terdapat water park, masjid raya dan juga kebutuhan kebutuhan lainya. Untuk membangun kawasan Arosuka Solok PT.Jaya Alam Arosuka selaku pengelola akan merangkul pihak investor dalam pembiayaan pembangunan dan pengelolaan.

Lokasi THKW merupakan solusi bagi pemkab Solok untuk menjadi destinasi baru yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisataan, agar mampu menggerakkan perekonomian dan meningktkan pendapatan masyarakat Sumbar, khususnya Kabupaten Solok yang merupakan salah satu tujuan utama pariwisata di Indonesia.
“Fsilitas wisatawannya yang cukup baik serta sering diadakanya berbagai festival dan event internasional menjadi pendorong datangnyha wisatawan ke provinsi ini,” sebut Rully.

“Dikarenakan terus bertambahnya pengunjung dan wisatawan lokal maupun manca Negara yang datang ke Kabupaten Solok, maka dari intu kawasan THKW Arosuka akan dilengkapi sarana untuk menginap. seperti hotel dan resort, yang lebih banyak serta sesuai dengan kebutuhan pengunjung dan wisatawan serta untuk menambah destinasi wisata yang ada saat ini kawasan THKW juga akan di bangun waterpark dan arena permainan air lainya,” terang Rully.
Selain itu juga akan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti masjid raya Solok yang nantinya mampu menampung pengunjung dan wisatawan yang datang.

Sementara lahan yang digunakan letaknya diarosuka kecamatan Gunung Talang denagn luas lahan yang tersedia untuk pembangunan hotel, waterpark, rmesort seluas 14,7 HA sedangkan untuk masjid raya Solok seluas 7 HA.

Status dan mekanisme kerja sama akan diwujudkan dengan perjanjian bangunan guna serah (build operate transfer) adalah perjanjian BOT merupakan bentuk perjanjian kerja sama yang dilakukan antara pemegang hak atas tanah denagan investor yang menyatakan bahwa pemegang hak atas tanah memberikan hak kepada investor untuk mendirikan bangunan selama masa perjanjian BOT dan mengalihkan kepemilikan bangunan tersebut kepada pemegang hak atas tanah setalah jangka waktu perjanjian berakhir.

Total nilai investasi menjadi kewajiban dari investor untuk menyediakan dan akan dikembalikan dari hasil pengoperasian hotel, resort dan waterpark yang mana hasil pengoperasian nya tersebut diutamakan untuk pengembalian dana dari investor.

Perusahaan pengelola akan berakhir sesuai masa konsesi yang dalam hal ini diusulkan 30 tahun berdasarkan total investasi dan lama pengembalian .bila sudah habis masa konsensinya dan dapat dibuktikan selama masa konsesi dana yang dibayarkan pada iinvestor belum dapat seluruhnya dilunasi maka bagi investor diberi kesempatan untuk meminta perpanjangn waktu konsensi (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda