Sekda Kota Solok: Hormati Para Pejuang Dengan Mental Positif

0
655

SOLOK, JN- Para pendiri bangsa menggambarkan pesan penting kepada kita, pesan itu adalah bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya kita harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara. Dan menghormati perjuangan pahlawan yang telah berjuang dengan harta dan nyawa, sehingga bangsa Indonesia hari ini dapat menikmati kemerdekaan dengan mental yang positif, hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, di Taman Makam Pahlawan Mutiara Bangsa, Laing Jumat (10/11).

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawanya, kalimat singkat dari bung karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua, tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia,”jelas Rusdianto. Para pendahulu bangsa berani memproklamirkan kemerdekaan, keberanian itu dapat digerakan oleh sebuah modal yang tak ternilai dan tidak kasat mata, modal itu adalah adanya sebuah harapan, sebuah harapan yang menimbulkan optimisme dalam hidup, sebuah harapan yang membuka segenap potensi.

“Kita punya vitalitas dan daya hidup kemanusiaan untuk membuka terang kehidupan di masa depan, sebuah harapan bahwa dengan mengantarkan rakyat indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan indonesia, maka kita dapat membangun sebuah kehidupan bernegara. Sebuah rumah tangga politik kebangsaan dan kenegaraan yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur,”katanya. Ikrar kebangsaan inilah yang memberi spirit pengorbanan persatuan wanita idonesia melalui kongres wanita indonesia tahun 1928 selaras dengan perjuangan RA Kartini untuk memberi pendidikan modern dan kebangsaan bagi rakyat nusantara sebelum sumpah pemuda dicetuskan, ikrar kebangsaan Indonesia inilah yang memberi semangat pada pemuda seperti Wage Rudolf Supratman untuk memperdengarkan pertama kalinya sebuah lagu yang selanjutnya menjadi lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam pertemuan sumpah pemuda 1928.

Kesadaran Indonesia ini pula yang mengerakan seorang keturunan tionghoa bernama Kwee Kek Beng yang menjadi pemimpin redaksi Koran Sin Po. Pada saat kepemimpinannya koran Sin Po menjadi koran pertama yang berani memuat teks lagu Indonesia Raya meskipun harus berhadapan dengan ancaman kolonial Belanda. “Pada dasarnya setiap warga bangsa menyadari bahwa kita semua mewarisi sebuah konsepsi, sebuah etos, sebuah niat dan tindak perilaku kepahlawanan yang tinggi dan luar biasa, inilah saatnya kita menuntaskan perjuangan membangun bangsa dengan sikap mental yang posiitif dan konstruktif yaitu membangun sebuah bangsa yang mederka, maju, berdaulat dan terbuka. Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan terbuka kita menyelami tantangan dan persoalan yang kita hadapi bersama dengan semangat persatuan di dalam kesetaraan seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi. Pada kesempatan yang baik ini kami mengajak kepada sleuruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini, selamat hari pahlawan tahun 2017,”katanya (goavan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here