Satu Orang Warga Koto Baru Kab. Solok Dinyatakan Positif Covid-19

0
1536

SOLOK, JN– Satu Orang Warga Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, dinyatakan Positif Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Penanganan virus corona (Covid-19) Kabupaten Solok, Syofiar Syam, menyatakan hari Sabtu ini (16/5) akan dilakukan tracking terhadap yang melakukan kontak erat dengan BS. Serta melakukan pengambilan sampel swab yang bersentuhan langsung dengan almarhum.
“Petugas dari tim dokter Kabupaten Solok akan melakukan tracking terhadap kontak erat dengan almarhum. Kontak erat memiliki risiko tinggi tertular. Kita juga akan melakukan pengambilan swab sekalian,” terang Syofiar Syam .


Tambahan satu pasien positif ini, membuat Kabupaten Solok sudah mencatatkan tujuh warganya positif Covid-19. Yakni lima pasien positif asal Jorong Gaduang, Nagari Surian,  Pantai Cermin dan satu pasien positif asal Nagari Bukik Kanduang, Kecamatan X Koto Diatas. Dari jumlah itu, dua orang meninggal, satu dirawat di Semen Padang Hospital dan satu orang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Almarhum BS (69) sebelumnya merupakan pasien dalam pemeriksaan (PDP) dan dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19), berdasarkan hasil tes swab dari Labor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Padang, pada Jumat kemaren (15/5). 
Almarhum BS yang meninggal pada hari Kamis (14/5/), pernah dirawat di RS M. Natsir Kota Solok, di Semen Padang Hospital dan terakhir di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok. Sebelumnya, BS pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan hasil kedua tes, negatif.
Dari catatan RSUD Arosuka, BS masuk ke IGD RSUD Arosuka pada Rabu (13/5/) sekira pukul 10.00 WIB, dengan keluhan penyakit paru-paru. BS kemudian dirawat di ruang interne. Karena kondisi terus menurun sepulang dari Semen Padang Hospital, BS direncanakan menjalani tindakan operasi pengeluaran cairan pleura. Pihak RSUD Arosuka menganjurkan dilakukan tindakan isolasi. Namun, pihak keluarga meminta tidak diisolasi, dengan alasan sudah menjalani dua kali rapid test Covid-19 dengan hasil negatif. Sehingga pasien akhirnya dirawat di Ruang Paru Interne.
Pada Kamis pagi (14/5/), kondisi pasien drop (menurun). Tindakan nebu yang dilakukan tim medis tidak berhasil. Sekira pukul 08.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal. Salah seorang dokter di RSUD Arosuka menganjurkan pengambilan sampel swab. Setelah dilakukan swab, pihak RSUD Arosuka berkeputusan untuk penyelenggaraan jenazah dengan protokol Covid-19. Namun, pihak keluarga menolak.
Dari keterangan keluarga, almarhum dimandikan oleh keluarga mamakai alat pelindung diri (APD) seadanya. Yakni berupa mantel plastik dan hanscoen (sarung tangan). Namun, tidak semua yang memandikan jenazah memakai APD, apalagi APD khusus. Pemakaman almarhum juga tidak dilakukan dengan protokol pemakaman Covid-19.

Terjangkitnya BS, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sebagian masyarakat Kabupaten Solok. Pasalnya, Nagari Kotobaru yang pernah menjadi ibukota Kabupaten Solok sebelum pindah ke Arosuka, merupakan kawasan padat. Dibandingkan dengan 5 pasien positif di Nagari Surian yang termasuk kawasan selatan dan Nagari Bukik Kandung di kawasan utara, Nagari Kotobaru terletak di wilyah tengah, sekaligus wilayah perlintasan antarkota di Sumbar dan Pulau Sumatera. Nagari Kotobaru, juga merupakan nagari dengan penduduk terbanyak di Kabupaten Solok.
“Kita akan terus melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 di seluruh wilayah Kabupaten Solok. Sesuai dengan program dan kebijakan penanganan Covid-19 dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” sebut Asisten I Pemkab Solok, Edisar Dt. Manti Basa, SH. M. Hum.


Pihakya meminta dim medis untuk melakukan tracking dan tindakan swab ke semua keluarga yang pernah kontak erat dengan almarhum. Selain itu juga melakukan penyemprotan di lokasi rumah almarhum dan juga di komplek perkantoran Arosuka (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here