Sampah Berserakan di Kampus UMMY Solok dan Tebarkan Aroma Tak Sedap

0
413

SOLOK, JN- Pihak kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, dinilai masyarakat asal menempatkan bak sampah di tempat umum tidak memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan. Salah satunya adalah bak sampah yang berada di lokasi Kampus II UMMY Solok di Koto Baru dan sekaligus berdekatan dengan Masjid Islamic Center Koto Baru, Kecamatan Kubung, pihak  KPLHK Kabupaten Solok meletakkan Bak Sampah didalam Komplek Kampus, tepatnya di belakang Ring Basket Ball Kampus II UMMY Solok, Jalan Raya Koto Baru No. 6 Kabupaten Solok, sehingga kalau lama diangkat menimbulkan bau tak sedap bagi mahasiswa dan pihak dosen UMMY.
Selain itu, sampah juga menjadi arena bermain yang mengasikan bagi binatang ayam, kucing dan anjing atau lain sebagainya untuk mengais riski. Akibabnya, sampah sering bertebaran kemana-mana dan menimbulkan aroma tak sedap.

Tumpukan sampah di Kampus UMMY yang dinilai tidak sesuai pada tempatnya itu, mendapat reaksi keras dari masyarakat seperti dari Hendra Utama, SH yang merupakan Alumni UMMY Angkatan 2017 asal kecamatan Tigo Lurah bahwa menurutnya tumpukan sampah di komplek kampus UMMY menimbulkan bibit penyakit, apalagi saat ini kampus UMMY sedang proses akreditasi. “Sebagai satu-satunya Universitas di Kota dan Kabupaten Solok, seharusnya Pemkab Solok serius memperhatikan Kampus UMMY Solok, dan tidak membuang sampah di komplek kampus,” jelas Hendra Utama, Selasa (14/1).

Selain itu, dia juga melihat bangkai binatang dibuang di lokasi tersebut, sehingga banyak mahasiswa yang merasa tidak nyaman dalam perkuliahan. “Saya meminta tolong kepada pihak terkait mencarikan tempat lain untuk menempatkan bak penampungan sampah agar bak sampah didalam kampus II UMMY Solok bisa segera dipindahkan , ini mengganggun perkuliahan dan tentunya sebagai satu-satunya Universitas di Kota dan Kabupaten Solok perlu didukung oleh Pemkab Solok dalam proses peningkatan akreditasi kampus. Kalau begini, pemkab Solok tidak mendukung program ini,” jelas Hendra

Selain Hendra, hal yang sama juga disampaikan Risko Mardianto, SH, yang merupakan Alumni UMMY Angkatan 2017 lalu bahwa pihaknya berharap agar Pemda dalam hal ini Dinas KLH segera memindahkan bak sampah itu sebelum menimbulkan penyakit dan jelas hal ini mengganggu rekan-rekan dan adik-adik kami serta para civitas akademika kampus UMMY Solok.
“Lingkungan itu bukan sekedar lingkungan kampus tapi lingkungan Islamic Center dan Komplek disekitarnya adalah kawasan perkantoran Pemkab Solok seperti Dinas Koperindag, Kantor KPUD Solok, Kantor BKKBN, Kantor BPBD Kabupaten Solok dan PMI yang dikepalai oleh istri Bupati Solok Sendiri,” jelas Risko. Dia juga menyebutkan bahwa hal itu dinilai sangat memalukan sekali jika dilingkungan tersebut justru jadi tempat pembuangan sampah. Selain itu kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi didaerah itu juga prioritas, jangan sampai karna kelalaian pemerintah lalu banyak mahasiswa yang tidak betah berproses di UMMY kemudian pindah. Ini merugikan sekali dan tentu sangat prihatin kita semua.

Sementara Dosen Hukum Perdata Fakultas Hukum UMMY Solok, Ery Arianto, SH, MH, berharap bahwa sebagai dosen sama dengan mahasiswa, pihaknya ingin agar mahasiswa tenang dan kuliah dengan nyaman tanpa terganggu dengan bau busuk itu. “Saat ini pihak kampus juga tengah memproses akreditasi dan tentu bagaimana baiknya kampus perlu diperhatikan oleh semua pihak, tidak sekedar mahasiswa dan dosen tapi pemerintah juga,” jelas Ery Arianto.

Sesuai pengamatan media ini, beberapa lokasi sampah yang belum dinilai tepat adalah di Perumnas Koto Baru Kabupaten Solok dimana lokasi perumahan yang sangat luas bak sampahnya hanya ada satu (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here