SOLOK, JN- Para petani di Kabupaten Solok mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi di sejumlah wilayah di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo tersebut.

Para petani mengaku dilanda kepanikan akibat tidak adanya pupuk tersebut.

“Kami memamg sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi untuk tanaman padi kami. Padahal saat ini padi sudah seharusnya di pupuk. Namun karena pupuk tidak ada, terpaksa padi belum dipupuk dan nanti jelas akan berdampak kepada buah dan hasil panen ,” keluh Buyuang (46), warga Jorong Panarian, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Jum’at (10/1).

Pihaknya bersama petani lain, sudah berupaya mencari pupuk kebeberapa kios terdekat, namun alasan pedagang pupuk memang belum datang dari distributor ke pengecer. “Kalau di Alahan Panjang katanya ada, tetapi satu karung pupuk Urea dijual seharha Rp290 Ribu ” sebut Buyuang.

Selain di Panarian, kelangkaan pupuk juga dikeluhkan di Nagari Cupak, Tiga Nagari di Guguak, Air Batumbuk, Sumani, Danau Kembar, Alahan Panjang, Talang Babungo, Surian dan Sungai Nanam serta daerah lainnya.

Yang anehnya lagi, di Sungai Nanam, meski pupuk ada di kios para penjual atau agen pupuk, namun pedagang tidak mau menjualnya kepada petani. “Kami melihat pupuk ada menumpuk di kios, tetapi pedagang tidak mau menjualnya kepada kami, ” sebut Riki, seorang petani Warga Jorong Rimbo Data, Nagari Sungai Nanam.

Jenis pupuk yang dikeluhkan petani langka di kios dan pengecer antara lain jenis pupuk Urea, SP 36, pupuk NPK Phonska dan hilang di kios-kios pengencer.

Berbagai fase pertumbuhan tanaman bervariasi untuk dipupuk, mulai dari umur 10 hari setelah tanaman dan ada juga yang 25 hari.

Sidas pemilik kios pengencer, mengakui kalau pupuk memang sudah tidak ada di kiosnya. Pupuk ada di gudang distributor namun kuota untuk dia sudah habis. “Tidak bisa kita menambah pupuk karena kuota kita sudah habis dan perlu ada kebijakan dari Pemda untuk menambah kuota pupuk tersebut,” jelas Sidas.

Disebutkan Sidas, penyaluran pupuk untuk kiosnya sudah sesuai kebutuhan, karena sudah terealisasi sesuai target. Jika kita paksa juga distributor untuk menyalurkannya tentu harus ada prosedur agar tidak liar.

Menanggapi kelangkaan pupuk tersebut di Kabupaten Solok, Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, Jum’at siang (10/1), langsung memanggil Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Siis, SP, untuk mengetahui dan berdiskusi problema kelangkaan pupuk tersebut di Kabupaten Solok.

“Kita ingin tau apa penyebab pupuk ini bisa langka sampai ke masyarakat. Padahal kebutuhan pupuk untuk Kabupaten Solok sudah kita pesan sesuai RDKK. Apakah ini ada permainan agen dengan distributor atau masalah lainnya,” sebut H. Yulfadri Nurdin.

Pihaknya berpesan agar jangan ada petani yang kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sementara Kadis Pertanian Pemkab Solok, Siis, SP, berjanji akan memanggil para distributor untuk mengetahui titik permasalahnya.

“Kita akan surati para distributor pupuk yang ada di Kabupaten Solok untuk meminta penjelasan mereka kenapa pupuk sampai langka, ” sebut Siis (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here