PT. Tirta Investama Bina 2 Kelompok Konservasi Mengembangkan Budidaya Kopi Arabika di Kayu Aro

SOLOK, JN- Sejak dikembangkannya budidaya kopi Arabika dari tahun 2018 hingga  sekarang, menjadikan sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok konservasi binaan program CSR PT Tirta Investama Pabrik Solok.


 Pasalnya, kopi sempat menjadi kebanggaan masyarakat Jorong Kayu Aro beberapa tahun silam. Sudah belasan tahun Jorong Kayu Aro tidak sebagai daerah penghasil kopi lagi, sekarang beberapa kelompok tani yang dibina dari program CSR AQUA Solok mencoba mengembalikan nama kopi Kayu Aro yang pernah dikenal orang. Ada 2 kelompok konservasi yang disupport mengembangkan budidaya kopi Arabika yaitu Air Badak Makmur dan Tabek Saiyo yang jumlah anggota sebanyak 24 orang.



Pengembanagn budidaya kopi Arabika ini dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2018 merupakan awal penanaman sebanyak 2.800 batang oleh kelompok Air Badak Makmur. Kemudian pada tahun berikutnya (2019) ada penambahan satu kelompok sehingga bisa menanam kopi sebanyak 5.100 batang dan terus berlanjut pada tahun 2020 dan 2021 masing-masing ditanam 5.000 batang dan pada tahun 2022 sebanyak 3.300 batang kopi. Selain bibit kopi juga diselingi dengan beberapa pohon pelindung seperti jeruk, petai dan alpukat.

Baca Juga :
Kapolres Solok Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Awak Media



Program konservasi yang diberi nama Desa Ramah Air Hujan (DeRAH) bekerjasama dengan kelompok tani yang dikembangkan di Kawasan hulu Sub DAS Sungai Dareh yang berada di jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus. Adapun jumlah bibit kopi Arabika yang sudah ditanam sampai tahun 2022 adalah 21.200 batang. Budidaya kopi Arabika dengan sistem agroforestry ini menggunakan pendekatan konservasi untuk memastikan kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat Jorong Kayu Aro Nagari Batang Barus dengan memberikan perlakukan dan inovasi seperti mengatur jarak dan arah tanam, membangun rorak yang disesuaikan dengan kontur tanah di lokasi penanaman. Hasil yang diperoleh dengan adanya inovasi melalui pendekatan konservasi memberikan dampak terhadap perbaikan kualitas lingkungan yang terukur seperti pengurangan laju run off atau limpasan air hujan serta memiliki unsur kebaharuan dimana tanaman kopi bisa tumbuh lebih baik sehingga bisa meningkatkan jumlah panen.


 Bapak Hanifar adalah salah seorang anggota dari Kelompok Tani Air Badak Makmur Jorong Kayu Aro mengaku sudah menjual biji kopi (green bean) sudah lebih ½  ton. Dimana beliau sudah menanaman sebanyak 2.675 batang secara bertahap sejak tahun 2018.

Baca Juga :
BLT DD Tahap 3 di Nagari Tikalak Dibagikan Untuk 105 KK



Hasil panen dari masyarakat binaan bisa menjual ke pasar atau penampung dalam bentuk apapun atau sesuai permintaan. Namun akan lebih baik lagi karena Danone AQUA juga memfasilitasi untuk market hasil panen kelompok binaan yang telah bekerjasama dengan Yayasan Nirudaya sebagai pengembang dari hasil budidaya kopi dari beberapa lokasi program CSR Danone AQUA.


 “Tentunya kedepan, hasil panen kopi masyarakat binaan di Jorong Kayu Aro dengan kaedah konservasi ini bisa menjadi bagian dari Kopi Tirto yang sudah beredar di pasaran,” sebut CSR Aqua Pabrik Solok, Jon Betrit (humastiv/wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.