Pesan Dari Para Walinagari dan Masyarakat Dari Daerah Teringgal “Media Jangan Sampai Bosan Memberitakan Kondisi Nagari Kami”

0
1266

SOLOK, JN- Para tokoh masyarakat dan Pemerintah Nagari tertinggal di Kabupaten Solok, berpesan kepada media agar tidak bosan-bosannya memberitakan daearahnya yang masih tertinggal dari daerah lain.

“Pokoknya kami berpesan kepada insan pers, agar jangan sampai bosan memberitakan kondisi nagari kami, baik kondisi jalan, sarana kesehatan, masalah pendidikan dan masalah kami tidak bisa berkomunikasi dengan sanak saudara kami di luar nagari kami karena belum punya tower seluler,” jelas Walinagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Pardinal, Senin (31/7) di Tigo Lurah. Walinagari Garabak Data ini, memang dikenal sosok pemuda yang gigih berjuang untuk nagari yang dipimpinnya. Bahkan kegigihan berjuang baik Bupati Solok atau Gubernur Sumbar agar nagari yang dipimpinnya keluar dari keterisolasian, mendapat pujian dari warga Garabak Data. “Saya ini berjuang untuk nagari dan masyarakat saya sendiri. Kalau bukan kita yang gigih menjuluk ke Bupati atau ke Gubernur, lalu saiapa lagi? Kata Pardinal. Dia malah menyampaikan ucapan terimakasih kepada media yang sering aktif menyorot nagari tertinggal seperti Media Koran Padang.

Menurut Pardial, jika dirinya berhasil atau bisa membawa masyarakat Garabak Datang keluar dari keterbelakangan, berarti sukses menjadi pemimpin. “Tapi kalau tidak, berarti saya gagal menjadi pemimpin di nagari saya,” jelas Pardinal. Nagari Garabak Data berpenduduk 2.556 jiwa atau 963 Kepala Keluarga, merupakan nagari tua di Sumatera Barat, meski sampai saat ini belum ada akses jalan yang beraspal, listrik, tower seluler dan lainnya. Ironisnya, masyarakat Garabak Data masih memanfaatkan kuda beban untuk mengangkut berbagai barang kebutuhan sehari-hari.

Sementara harapan yang sama juga disampaikan Walinagari Simanau, Amril Dt Malintang Alam bahwa peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah, sangat dibutuhkan. “Kalau tidak melalui media masa, dari mana masyarakat banyak tau kalau di Solok ini masih banyak nagari tertinggal?,” terang Amril.

Sementara Walinagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti,  Efdizal Mandaro Sutan juga berharap media bisa membantu mengabarkan bhawa sampai saat ini warganya di Jorong Sungai Pangalek, Nagari Sarik Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti masih belum pernah menikmati listrik dan fasilitas lainnya seperti di nagari tetangga. “Masyarakat kami di Sunagai Pangalek ini, masih setia dengan lampu togok dan belum menikmati listrik dan belum bisa menggnakan handphone karena tower seluler tidak ada,” jelas Walinagari.Masyarakatnya harus bersabar dan bertahan dengan tradisi lampu tempel

atau orang di sana menyebutnya lampu togok alias pertromak. Padahal keinginan mayoritas

masyarakat Sungai Pangalek, sangat mendambakan PLN bisa mengembangkan sayapnya ke

sana. Termasuk untuk tower seluler, yang mana dua nagari di Hiliran Gumanti, yakni Sariak

Alahan Tigo dan Sungai Abu, masih belum bisa orang menggunakan indahnya berkomunikasi

Walinagari Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah, Dahrul Asri, juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada media yang sering meberitakan nagarinya. “Berkat pemberitaan itu, sudah banyak pejabat yang datang kesini, seperti Kadis PU, namun sampai saat ini memang belum ada perubahan di nagari kami, terutama akses jalan,” jelas Dahrul Asri (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here