Perekaman Data e-KTP di Kabupaten Solok Sudah Mencapai 94 Persen

0
805

SOLOK, JN-Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Solok, sudah menuntaskan sekitar 93, 23 persen pembuatan KTP elektronik atau e-KTP bgi warga bumi bareh Solok. Hanya sekitar 6 pesen dari jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman data e-KTP.

Sekretaris Dinas Kependudukan Kabupaten Solok, H. Bermalis Rajo Mudo, kepada KORAN PADANG di ruang kerjanya, Selasa (7/11). Disebutkan Bermalis, saat ini penduduk Kabupaten Solok berjumlah sebanyak 375.801 jiwa, sementara yang wajib KPT berjumlah sebanyak 266.965 jiwa, sesuai data bulan Juli 2017. “Saat ini kita sudah mendekati angka 95 persen dalam melakukan perekaman data e-KTP, dan itu kita lakukan setiap hari di kantor Dinas Kependudukan, termasuk dengan melakukan jemput bola ke sekolah SMA sederajat yang siswanya sudah wajib pakai KTP atau petugas kita datang ke nagari-nagari,” jelas Bermalis.
Disebutkan Bermalis, jumlah warga yang sudah melakukan perekaman sebanyak 248.903 orang dan warga yang sudah memiliki e-KTP sebanyak 216.683 orang. Hal itu sesuai data bulan Juli 2017, karena pemutasian data hanya dilakukan dua kali dalam satu tahun atau 6 bulan sekali. Disebutkan Bermalis, Dinas Dukcapil Kabupaten Solok juga sudah melakukan jemput bola dengan pelayanan langsung turun ke nagari, seperti ke Nagari Talang Babungo, Salimpat, Surian dan sebagainya. “Penduduk yang belum merekam data e-KTP, juga sudah kita lakukan himbauan di Nagari-nagari, karena biasanya mereka itu adalah yang sibuk bekerja ke ladang atau ke sawah, atau warga yang berada di luar daerah dan mereka merasa belum membutuhkan KTP,” terang Bermalis.

Lebih jauh dijelaskannya, selain di kantor Dukcapil, masyarakat juga sudah bisa melakukan perekaman data e-KTP di kantor camat, karena di sana fasilitas perekaman e-Ktp juga sudah lengkap. “Kita menghimbau agar masyarakat yang belum melakukan perekaman data e-KTP, bisa segera datang ke kantor Dukcapil atau kantor camat, sebab KTP merupakan identitas pribadi setiap warga Indonesia. Ditambahkan Bermalis, Dinas Dukcapil sendiri tidak memiliki kendala yang berarti, hanya saja masyarakat yang belum melakukan perekaman data, karena mungkin kurang memahami pentingnya memiliki identitas.
Diakhir perbincangannya dengan KORAN PADANG, Bermalis juga menyebutkan bahwa e-KTP akan berlaku seumur hidup, baik yang ada tanda berlakunya habis atau yang tidak dan itu sudah disosilisasikan oleh Pemerintah kepada mayarakat, seluruh kantor dan instansi pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here