Peran Santri Dalam Membangun Mental Umat Sangat Diharapkan

0
97

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, bertindak sebagai Inspektur Upacara bendera pada peringatan Hari Santri Nasional  (HSN) tahun 2018, di lapangan UMMY atau depan Islamic Center Koto Baru, Kecamatan Kubung, Senin (22/10)

Meski dibawah guyuran hujan, namun peringatan HSN tahun 2018 yang digelar oleh Kementerian Agama tersebut, tetap berjalan khidmat. Sementara yang bertindak sebagai komandan upacara adalah Syahrul dari Ponpes Darusalam Aur Duri Sumani. Sementara tema HSN tahun 2018 adalah bahwa Bersama Santri Damailah Negeri

Selain Bupati Solok, tampak hadir pada peringatan HSN kali ini adalah para Kepala OPD di Pemkab Solok, para Kepala Sekolah dan pengasuh pesantren, Kemenag Kabupaten Solok serta para santri dari Pondok Pesantren se Kabupaten Solok.

 

Pada kesempatan tersebut,  Bupati Solok,  H. Gusmal yang membacakan sambutan Menteri Agama RI menyampaikan arahannya bahwa peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada  setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya,  dimulai dengan terbitnya Peraturan Presiden nomor 2 tahun 2015 tentang penetapan hari Santri sebagai babak baru dalam sejarah Umat Islam di Indonesia.

 

“Saya berpesan kepada para Santri, pada zaman penuh kemajuan ini, marilah kita  terus meningkatkan kapasitas pribadi kita, tidak hanya sekedar  belajar Al Quran dan Kitab Kuning serta buku agama lainnya, namun harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan kita harus juga bisa memfilternya,” jelas H. Gusmal. Disebutkan Gusmal,  seorang santri juga dituntut untuk mampu belajar ilmu pengetahuan lain yang bermanfaat bagi perkembangan anak manusia dan masyarakat. “Ilmu pengetahuan harus kita pelajari, namun ilmu agama jangan sampai ketinggalan dan jadikan sebagai penyeimbang,” terang Gusmal.

Lebuh jauh disebutkan Gusmal, peringatan HSN juga sebagai bentuk kepedulian Pemkab Solok untuk para santri dan pengasuh pesantren serta kepada umat muslim guna untuk kemajuan agama Islam dan daerah.

Bupati juga berpesan agar para santri ikut berperan dalam menghindari berita hoax dan juga santri ikut berperan dalam membangun nagari dan daerah.  “Peran santri dalam membangun daerah juga sangat tinggi karena rata-rata ulama lahir dari pondok pesantren,” jelas Gusmal (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda