Pengembangan Produksi Minyak Atsiri, Tingkatkan Kesejahteraan Petani

0
71

SOLOK, JN – Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani serai wangi Kota Solok yang menghasilkan produk minyak atsiri, Wakil Walikota Solok Reinier secara langsung melakukan pertemuan dengan perwakilan PT.Kimia Farma yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand).

Kegiatan ini dalam rangka Business Meeting Peluang Minyak Atsiri Kota Solok Sebagai Bahan Baku Industri Kimia Farma, bertempat di Gedung Rektorat Unand, Kampus Limau Manis, Jumat (13/9).

Reinier mengaku sangat senang dan bangga telah difasilitasi oleh LPPM Unand untuk melakukan pertemuan dengan PT.Sinkona Indonesia Lestari yang merupakan anak perusahaan PT.Kimia Farma.

“ini adalah peluang, setelah ini tidak ada lagi ragu-ragu bagi petani serai wangi. Kehadiran kami bersama dengan seluruh unsur terkait hari ini, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Solok guna meningkatkan kesejahteraan petani serai wangi Kota Solok,” ujar Reinier.

Selain dikenal dengan Kota Beras, ternyata lahan yang ada di Kota Solok juga sangat cocok dengan Tumbuhan Serai Wangi. Jumlah total lahan serai wangi di Kota Solok saat ini berjumlah 60 Ha, tahun ini direncanakan penambahan lahan 20 Ha, dan tahun depan rencananya akan ditambah 60 Ha.

Reinier menyebut, menjadi petani serai wangi merupakan salah satu cara mengurangi angka pengangguran, sehingga para pemuda tidak hanya berfokus jadi PNS saja. Apalagi, berdasarkan oenelitian, Citronella minyak Atsiri Kota Solok diatas 35 dan merupakan salah satu yang terbaik di Provinsi Sumatera Barat, bahkan Indonesia.

“Pertemuan ini akan dijadikan bahan untuk kami sosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat semakin semangat menjadi petani serai wangi,” ujarnya.

Ketua LPPM Unand Dr.Ing Uyung Gatot S Dinata,MT, mengungkapkan terimakasih kedatangan rombongan dari Pemerintah Kota Solok dan PT.Sinkona Indonesia Lestari. LPPM sengaja menyelenggarakan kegiatan ini, guna memproduksi produk minyak atsiri dari Sumatera Barat, khususnya Kota Solok untuk menaikkan nilai tambah. Apalagi, kualitas minyak atsiri Kota Solok merupakan yang terbaik di Sumbar.

Minyak atsiri dari serai wangi dapat dijadikan bahan baku untuk kosmetik, aromaterapi, pengusir nyamuk, dan banyak lain kegunaannya. “Serai wangi diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat Kota Solok,” ucapnya.

Sementara itu, Andi Prazos Direktur Pengembangan Bisnis PT.Kimia Farma mengatakan, pertemuan ini merupakan pembuka peluang dan potensi kemitraan pengembangan minyak atsiri yang ada di Kota Solok. Seperti gayung bersambut, saat ini perusahaan sedang mengembangkan bisnis dengan bahan baku minyak atsiri. “Saat ini produk-produk herbal PT.Kimia Farma masih terkendala bahan baku,” sebut Andi.

Ada hal yang luput bagi laju perusahaan saat ini, yakni memotivasi dan memberikan pelajaran langsunh kepada para petani. Kedepannya hal itu akan coba dilakukan sehingga diharapkan dapat menghasilkan hasil yang maksimal. “Kami juga bahagia bisa bertemu lengkap dengan jajaran Pemko Solok saat ini. Hasil pertemuan ini akan kita bawa ke perusahaan guna melanjutkan kemungkinan kerjasama kedepannya,” ucap Andi.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda