Pemuda Diharakan Mampu Menjadi Pelopor Persatuan

0
402

SOLOK, JN– Pemerintah Kabupaten Solok memeringati Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Solok, Senin (30/10). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, dengan dihadiri oleh Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana, SH. M.Si. Wakapolres Kota Solok, Kompol Sumintak, Kasdim 0309 Solok, Mmayor. Inf. Supadi AS, para Kepala SKPD di lingkup pemerintah Kabupaten Solok dans seluruh peserta upacara.

Dalam arahannya, Bupati Solok, H. Gusmal berharap agar pemuda sebagai pelopor pembangunan, jangan loyo dan harus menciptakan kreasi baru dalam mengisi cita-cita para pemuda tahun 1928, dengn tetap menjaga persatuan bangsa. Bupati Gusmal yang membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI mengatakan, hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran bangsa Indonesia, terutama di mata dunia. “Kita tentu patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda tahun 1928 itu,” jelas H. Gusmal.

Disebutkannya, dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali menvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. “Dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahmi dan berintekgrasi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,” tambah Gusmal. Gusmal mengajak, agar pemuda berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah oersatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita.
“Mari kita mantapkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perencanaan bangsa dan mari isi kemerdekaan bangsa dengan hal-hal yang positif,” jelas Gusmal. Pemuda juga sudah saatnya melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (wandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here