Pemko Solok Berkomitmen Mewujudkan Pembangunan Prasarana dan Sarana Yang Berwawasan Lingkungan

0
270
SOLOK, JN- Pemko Solok berkomitmen mewujudkan pembangunan prasarana dan sarana yang berwawasan lingkungan. Walikota Solok Zul Elfian mengatakan terdapat dua tujuan untuk mencapai hal tersebut, yakni, meningkatkan prasarana dan sarana kota yang berkualitas dengan capaian indikator tertentu dan meningkatkan pelaksanaan tata ruang yang baik dan berkelanjutan berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Dijelaskan Wako di dua tahun kepemimpinannya, pihaknya telah dapat melihat arah pembangunan mulai terwujud,” Dua tahun itu kalau di sepak bola, baru 45 menit pertandingan, baru setengah, dan kita telah melihat capaian serta yang belum tercapai, sehingga untuk 45 menit selanjutnya, telah dapat kita tentukan strategi yang baik, hingga dapat mencetak gol,”kata Zul Elfian, Senin (26/2).
Untuk tujuan tersebut terdapat 4 sasaran, yaitu meningkatkan prasarana dan sarana kota yang berkualitas, dimana persentase jalan dalam kondisi mantap menjadi indikator kinerja, dalam hal ini realisasi kinerja dapat meningkat, pada tahun 2015 realisasi 87,99 persen, 2016 91 persen dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 94 persen.
Sasaran selanjutnya adalah peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman, air minum, sanitasi dan prasarana, sarana dan utilitas kawasan permukiman. Yang menjadi indikator kinerja dalam sasaran tersebut adalah persentase penduduk berakses sanitasi yang pada tahun 2015 terealisasi 79,85 %, 2016 naik menjadi 84,34%, dan pada tahun 2017 menjadi 86,17%.
Kemudian persentase penduduk berakses air bersih/air minum, selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan yakni 82,26%, 84,10%, dan pada tahun 2017 dicapai 85,60%. Terakhir persentase luasan permukiman kumuh pada tahun 2017 terealisasi kinerja 2,38 %.
Meningkatkan ketersediaan sumber daya irigasi, dengan indikator kinerja adalah areal sawah yang teratur dengan baik, dengan realisasi kinerja pada tahun 2015 85%, 2016 86,15%, dan tahun 2017 86,75%. Serta sasaran untuk menurunkan luasan genangan banjir, dengan indikator kinerja pengurangan luasan genangan akibat banjir pada tahun 2017, terealisasi 5,65%.
“Meningkatnya prasarana dan sarana kota  yang berkualitas dicapai melalui pencapaian kondisi jaringan jalan sebagai prasarana utama yang mendorong perkembangan kota. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan dan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan merupakan program prioritas yang mendorong pencapaian indikator persentase jalan dalam kondisi mantap. Hal ini ditunjukkan dari perkembangan kondisi jaringan jalan yang semakin membaik setiap tahunnya,”kata Zul Elfian.
Target meningkatnya kualitas perumahan dan kawasan permukiman yang sesuai dengan Gerakan Nasional 100 0 100, sampai dengan tahun 2017 relatif sudah mencapai sasaran. Jumlah penduduk yang terlayani akses sanitasi dan air minum sampai tahun 2017 sudah mencapai 58.805 jiwa dan 58.415 jiwa.
Begitu juga dengan pengurangan luasan kawasan kumuh. Pengurangan luasan kawasan kumuh dihitung berdasarkan anggaran yang dialokasikan untuk penanganan kawasan kumuh yang diantaranya dilakukan melalui pembangunan jalan dan saluran lingkungan. Berdasarkan analisa penghitungan tersebut, luasan kawasan kumuh yang dapat dikurangi pada tahun 2017 adalah sebesar 30,94 Ha.
Berbagai upaya guna peningkatan ketersediaan sumber daya irigasi salah satu upaya dalam peningkatan sarana kota khususnya rangka peningkatan ketahanan pangan di Kota Solok juga sudah dilakukan. Disamping itu, penanganan tebing sungai juga dilakukan disamping untuk mengatasi masalah banjir di beberapa titik lokasi, sungai-sungai yang ada juga dimanfaatkan sebagai sumber irigasi untuk areal persawahan.
Meningkatkan pelaksanaan tata ruang yang baik dan berkelanjutan berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, dengan sasaran sebanyak 2. Yaitu meningkatnya pelaksanaan tata ruang yang baik ditunjukkan oleh makin meningkatnya kesesuaian pemanfaatan ruang dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. Sampai dengan tahun 2017, kesesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW mencapai 70,25%.
Peningkatan kualitas lingkungan hidup ditunjukkan oleh peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup dan peningkatan luasan Ruang Terbuka Hijau Publik. Sampai dengan tahun 2017, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Solok sudah mencapai 49,52 dan luasan RTH sudah mencapai 17,22%.(Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here