Pemkab Solok Menjawab Keberatan Warga Kenapa Alahan Panjang Resort Dijadikan Tempat Isolasi Covid-19

0
1421

SOLOK, JN– Pemerintah Kabupaten Solok, menjawab menggapa Convention Hall Alahan Panjang dijadikan tempat isolasi delapan petugas medis dari RSUD Arosuka.


Menurut  Bupati Solok, melalui Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam di Arosuka, Senin (18/5) dipilihnya Convention Hall Alahan Panjang, atau Alahan Panjang Resort,Kecamatan Lembah Gumanti, sudah sangat tepat karena selain jauh dari permukiman warga dan lokasi tersebut juga merupakan milik pemerintah daerah.
“Jadi pemkab Solok sudah mempertimbangkan memilih Vila Alahan Panjang, karena jauh dari permukiman warga. Selain itu juga karena tempat tersebut juga sudah tutup untuk umum dan  Itu satu-satunya milik Pemkab yang bisa dipakai untuk karantina dan penggunaan hanya sebentar,” terang Syofiar Syam.
Isolasi Delapan tenaga medis yang pernah kontak dengan pasien positif BS (69) warga Koto Baru di Alahan Panjang Resort, hanya sebentar, hingga menjelang hasil tes swab keluar, setelah itu dikosongkan lagi.


Delapan orang yang diisolasi dari RSUD Arosuka, yaitu tiga perawat, tiga tenaga kesehatan dan dua tenaga radiologi.Sedangkan sisanya yang 23 orang diisolasi di rumah masing-masing. Karena orang kesehatan itu sudah tahu protap tentang isolasi tersebut.

“Hingga saat ini, Pemkab Solok belum menerima pengaduan masyarakat tentang penolakan terhadap delapan tenaga medis yang diisolasi di Nagari Alahan Panjang tersebut,” terang Syofiar Syam.
Baik laporan walinagari dan dari Camat juga belum ada masuk ke Pemkab Solok. Yang jelas pemerintah melakukan itu telah melalui kajian dan pertimbangan yang matang.
“Namun jikapun ada penolakan dari masyarakat, pihak Pemkab Solok akan menjelaskan secara persuasif tentang alasan dan kegiatan yang dilakukan pemerintah,” tambah Kabag Humas Pemkab Solok tersebut.

Sebelumnya, sebagian warga Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok diberitakan menolak kebijakan pemerintah Kabupaten Solok yang menjadikan Villa Alahan Panjang sebagai tempat karantina delapan orang tenaga medis RSUD Arosuka karena sempat kontak dengan almarhum BI yang sebelumnya merupakan pasien positif (Covid-19).
“Sebagai warga, saya belum bisa menerima atas kebijakan pemerintah Kabupaten Solok yang secara tiba-tiba menjadikan Vila Danau Atas sebagai tempat karantina tenaga medis dari RS Arosuka, tanpa sosialisasi terlebih dahulu,”  ujar Andi, seorang warga di Nagari Alahan Panjang.
Pihaknya mengaku terkejut mendapati informasi bahwa ada delapan orang tenaga medis tersebut telah berada di vila danau atas itu.

Syofiar Syam


“Saya jelas kecewa atas kebijakan pemerintah Kabupaten Solok, karena tidak mengabarkan langsung ke masyarakat Alahan Panjang bahwa vila tersebut dipakai sebagai tempat karantina delapan orang tenaga medis yang berstatus ODP. Jangan-jangan warga Alahan Panjang nanti kena imbas penularannya,” tambah Andi.
Sementara Bupati Solok sendiri, H. Gusmal, menyebutkan bahwa dipilihnya Alahan Panjang Resort sebagai lokasi karantina atau isolasi rekan medis, adalah sudah tepat.Selain jauh dari pemukiman warga, lokasi tersebut juga sudah memiliki fasilitas  lengkap.”Ini hanya bersifat sementara dan setelah itu kalau terbukti negatif mereka akan dipulangkan kembali,” sebut H. Gusmal (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here