Pemkab Solok Gelar Sosialisasi Pemilihan Walinagari

0
1054

SOLOK, JN-

Dalam waktu dekat ini, di Kabupaten Solok akan dilangsungkan pemilihan walinagari (Pilwana) serentak, karena masa jabatan walinagari definitif berakhir dan ada juga karena ada walinagari yang meninggal dunia serta karena masalah lain.

Setidaknya ada sekitar 14 Nagari yang tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Solok yang akan melangsungkan Pilwana sererantak dalam waktu dekat ini, sekitar bulan Juli 2017 mendatang. Untuk itu, sebelum dilangsungkan Pilwana serentak, Pemkab Solok melalui Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat (BPM), menggelar sosialisasi Pilwana serentak, yang diikuti oleh para camat, Walinagari serta pengurus BMN se Kabupaten Solok, pada hari Senin (8/5), bertempat di Ruang Pelangi Kantor Bupati Solok. Acara dibuka Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, dengan dihadiri oleh Sekda Kabupaten Solok, H. Azwirman, Kepala  DPMN, Medison, Pimpinan OPD serta undangan lainnya.

Dalam laporannya, Kepala DPMN Kabupaten Solok, Medison menyebutkan bahwa di Kabupaten Solok akan digelar Pilwana serentak tanggal 27 Juli 2017 mendatang yakni sebanyak 14 nagari dan tersebar di 10 Kecamatan. Adapun nagari yang kan ikut Pilwana tahun 2017 ini antara lain Nagari Paninjauan, Sibarambang, Kuncir, Aripan, Koto sani, Panyakalan, Bukit Tandang, Muaro Paneh, Jawi-Jawi Guguk, Aie Luo, Paningahan, Lolo, Kampuang Batu Dalam, Salimpat dan Alahan Panjang. “Jadi sebelum Pilwana digelar, kita lakukan dulu sosialisasi agar nanti proses Pilwana berjalan lancar, baik bagi para calon ataupun panitia pemilihan,” jelas Medison. Medison juga menyebutkan bahwa

jadwal Pilwana akan dilaksanakan yakni mulai persiapan pada tanggal 21 april hingga tanggal 26 Juli 2017. Sementara pendaftaran calon dilakukan mulai tanggal 13 sampai tanggal 18 Mei 2017 serta pemungutan suara dilakukan tanggal 27 juli 2017. Kemudian penetapan wali nagari oleh Panitia Pemilihan Walinagari (P2WN) pada tanggal 28 Juli 2017 dan beserta proses Keputusan Bupati tanggal  29 Juli sampai 12 september 2017 dan pelantikan Walinagari terpilih pada tanggal 18 sampai 30 september 2017.

Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM dalam arahannya menyampaikan bahwa pemilihan wali nagari merupakan sarana pendidikan politik masyarakat. “Dalam arti sempit, pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha dasar untuk mengubah prosessosialisasi masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik ideal yang hendak dibangun. Sementara dalam arti luas, pendidikan politik diarahkan untuk menyadarkan masyarakat akan hak dan kewajibanya sebagai warganegara untuk ikut menentukan jalannya pemerintahan dalam ikatan Negara kesatuan Republik Indonesia,” jelas H. Gusmal. Ditambahkan Bupati, dalam pemenuhan prinsip demokrasi, maka pelaksanaan pemilihan wali nagari dilaksanakan dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Asas lansung, bermakana masyarakat desa atau nagari yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pemilih secara langsung, dapat menjatuhkan pilihannya kepada salah seorang calonnya yang dikehendakinya  tanpa ada paksaan dari yang lain,” jelas H. Gusmal. Sementyara asas umum, bermakan masyarakat desa yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pemilih yang sudah diatur dalam peraturan daerah, dapat mengunakan hak pilihanya untuk memilih salah satu dari beberapa calon yang berhak di pilih. Sedangkan asas bebas, bermakana masyarakat desa yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pemilih diberi keleluasaan dan kebebasan untuk menentukan pilihanya kepada salah satu calon menurut hati nuraninya. “Yang dimaksud dengan asas rahasia adalah masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pemilih dalam menjatuhkan pilihan dijamin kerahasiaanya. Dalam artinya pilihan yang dipilih hanya dirinya sendiri yang mengetahuinya,” jelas Gusmal.

Sedangkan untuk asas jujur, bermakana penyelengaraan proses pemilihan dan semua komponen yang terlibat baik calon yang berhak dipilih, semua pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas dan fungsinya berlaku jujur dan transparan dalam melakukan proses pemilihan. Dan teralkhir Bupati menjelaskan asas adil, dimana menurut Bupati penyelengaraan proses pemilihan panitia pemilihan harus berlaku adil dan memberikan kesempatan yang sama terhadap semua calon yang berhak dipilih. Untuk itu sinergi stakeholder pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar pemilihan wali nagari serentak dapat terlaksana dengan aman, damai, lancer, tertib serta jujur dan adil (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here