Solok Raya

Pemkab Solok Gelar Rapat Rakortas Dalam Rangka Penyelamatan Aset Pemda Kabupaten Solok

×

Pemkab Solok Gelar Rapat Rakortas Dalam Rangka Penyelamatan Aset Pemda Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini


SOLOK, JN- Pemerintah Kabupaten Solok, hari Selasa (2/5), menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dalam rangka penyelamatan Aset Pemda Kabupaten Solok, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kab. Solok.

Rakortas dipimpun oleh Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar, dan dihadiri oleh Sekda Kab. Solok Medison, S.Sos.,M.Si, Asisten I Drs. Syahrial, M.M,  Asisten II Deni Prihatni, S.T.,M.T, Asisten III Editiawarman, S.Sos.,M.Si, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, Camat dan Wali Nagari se Kab. Solok dan tamu undangan lainnya

Bupati Solok, H. Epyardi Asda, dalam arahannya menyampaikan bahwa  kita harus meningkatkan penilaian dalam hal penetapan dan penguasaan aset karena ini adalah tanggung jawab kita sebagai abdi negara sesuai dengan tupoksinya, dimana aset-aset ini harus maksimal manfaatnya untuk rakyat yang ada di Kabupaten Solok.

“Ada beberapa aset yang katanya milik Pemda, tapi kita tidak yakin, atau kita yakin tetapi tidak dikuasai oleh Pemda. Seperti contoh Alahan Panjang Resort, Panorama dan Dermaga yang ada di Simpang Tanjuang nan IV,” sebut H. Epyardi Asda.

Selanjutnya, di Nagari Sungai Nanam ada aset kurang lebih 350 hektar, berikutnya aset di Bukit Gompong kurang lebih 850 hektar, di antara aset-aset ini saya berharap, bagaimana kedepannya aset ini maksimal kita manfaatkan untuk rakyat kita.

Baca Juga :
PT. Tirta Investama Pabrik Solok Bantu Warga Payo Yang Tertimpa Musibah Tanah Longsor


Aset yang di Bukit Gompong, ada yang kita tanam ribuan cengkeh, karena tidak di kelola akibatnya di ambil oleh pihak lain.
“Harapan saya, agar clear administrasi, kita semua punya keinginan yang sama, bagaimana aset-aset ini betul-betul bisa terdata di aset kita dan manfaatnya luas untuk masyarakat dan juga untuk meningkatkan PAD,” tambah H. Epyardi Asda.

Sebagaimana kita ketahui, lebaran tahun ini, alhamdulillah wisatawan ke Kabupaten Solok cukup menggembirakan. Dimana secara kasat mata, jalan jalan ke tempat wisata macet semua, saya melihat sendiri antusias pengunjung, apakah itu pengunjung dari daerah tetangga seperti Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi atau perantau kita yang pulang, ini yang memberikan peningkatan ekonomi kepada masyarakat kita.

“Saya senang sekali, pemilik warung-warung merasa senang, banyak bermunculan pedangang-pedagang di pinggir jalan, alhamdulillah tidak ada satupun yang kecewa, apalagi yang merasa rugi,” sambung H. Epyardi Asda.

Dan yang tidak kalah pentingnya, menurut Bupati bahwa sampai saat ini belum pernah mendengar keluhan pihak luar terhadap pelayanan masyarakat kita terhadap wisatawan tersebut, baik di tempat wisata milik Pemda ataupun swasta.


-Sebagai kepala daerah Bupati merasa senang dan bangga atas keberhasilan ini dimana saya mendapati kita sesuai dengan tupoksi bekerja dengan maksimal.
Alhamdulillah masyarakat kita telah menyadari betapa pentingnya wisatawan terhadap peningkatan perekonomian, dan kedepannya harus kita tingkatkan lagi.
“Selanjutnya saya sangat perhatian juga terhadap aset kita yaitu air, Nanti saya minta kepada BKD dan Bapelitbang untuk memaparkan kontrak kerja kita itu seperti apa. Kemudian kita pikirkan bersama wajarkah kontrak selama ini, bermanfaatkah untuk kita, kalau wajar kita lanjutkan, kalau tidak kita akan carikan solusinya,” papar H. Epyardi Asda.

Baca Juga :
Retni Humaira Kadis DPR KPP Jadi Pembina Apel Pagi Pemkab Solok

Untuk penyelamatan aset, kita akan bentuk tim, beserta sub-sub koordinatornya, dimana nanti tim tersebut akan memaparkan dan bertanggung jawab atas aset-aset yang dimiliki Pemda sesuai dengan bidangnya masing-masing. 

Tim tersebut harus bergerak cepat, saya berharap akan tuntas dalam waktu 2 bulan, dimana sekali setiap minggu tim-tim harus rapat untuk progresnya, dan sekali dua minggu rapat dengan bupati solok untuk laporan progres penyelamatan aset pemda. Untuk itu, tim-tim tersebut akan diketuai oleh Sekda Kab. Solok.

Bupati Solok itu juga meminta agar semua bekerja dengan cepat dan mendata semua aset-aset pemda yang belum terdaftar, termasuk pasar-pasar, tempat-tempat wisata, gedung-gedung sekolah atau bekas kantor, kawasan wisata kebun teh, terminal dan lainnya,Ini bertujuan agar bisa memaksimalkan PAD untuk Kabupaten Solok. (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *