Pemkab Solok Gelar Rapat Dengan Kerukunan Umat Beragama Terkait Corona

0
172

SOLOK, JN- Pemerintah Kabupaten Solok, hari Senin (6/4), menggelar rapat dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),  terkait untuk sepakat memutus rantai virus Corona di Kabupaten Solok, bertempat di Guest House, Arosuka.

Tampak hadir pada acara tersebut, Bupati Solok, H. Gusmal, Kapolres Solok, AKBP Azhar Nugroho, SH, SH, MSI, Kapolres Solok Kota, AKBP Ferri Suwandi, SI.k, Dandim 0309 Solok Letkol ARM Reno SIK, Triambodo, Kejari Solok,  Donny Haryono Setyawan, SH, Kepala Kesbangpol, Junaidi, Ketua FKUB Kabupaten Solok, Aprisno, Wakil Ketua Dewan Masjid Kabupaten Solok, Almaturidi, S.Ag, Ketua Baznas Kabupaten Solok, Sukardi, Ketua NU Kabupaten Solok, Rusli, Ketua MUI Kabupaten Solok, yang diwakili oleh Afrizal Harun dan perwakilan RAPI Solok.
Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada, MUI, FKUB, Baznaz, Kemenag, Muhammdiyah, Kapolres Solok, Kapolres Solok Kota, Dandim 0309 dan kepala Kejaksaan Negeri Solok yang telah bersemangat bersama-sama dalam melaksanakan tugas pencegahan antisipasi Covid 19 di Kabupaten Solok.
“Saat ini pendapat kita semua bermuara kepada semua bagaimana Solok selamat dari kepungan wabah covid yang kita hadapi saat ini. Kita sama-sams sepakat untuk memutus mata rantai penularan covid 19 ini. Kalau ingin memutus penularan, kita tentu harus siap melaksanakan berbagai himbauan dan berbagai intruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah kepada masarakat dan kepada pemerintah tingkat bawah,” sebut H. Gusmal.
Dusebutkan Bupati, bahwa pada hari ini juga sedang berlangsung rapat dengan Wakil Bupati Solok di Solok Nan Indah dan itu di hadiri oleh Wali Nagari se Kabupaten Solok. “Saya sudah perintahkan sebentar ini tolong sampaikan kepada Wali Nagari himbauan Pemkab Solok agar di pertegas tidak ada lagi sholat Jumat dan sholat 5 waktu secara berjamaah di mesjid untuk semetara waktu. Hal ini guna mencegah dan memutus mata rantai penularan covid 19 di Kabupaten Solok,” sebut H. Gusmal.
Pemkab Solok sudah membentuk satgas dan Pemkab juga sudah mengeluarkan intruksi kepada Wali Nagari dan di setiap nagari sudah ada satgas atau satuan tugas efektif yang mengawal dan mengeliminir penularan covid 19.  Hal ini semua dilakukan dan sudah kita buat anjuranya, sudah kita buat edaranya dan itu sudah sering kita himbau. ini salah satu saran dalam kita rapat pada hari ini. 

“Dalam hal ini, tentunya kita tidak boleh separo-separo,  artinya kita bersama harus sepakat dan semua komponen Pemkab Solok, Forkopimda, tokoh masyarakat, Para Ulama, Niniak Mamak, semuanya harus sepakat dan seiring sejalan dalam rangka memerangi  covid 19 ini. Kalau ini kita sepakati, tentunya kita bisa mengurangi dan memutus mata rantainya,” tambah Gusmal.
Salah satu cara memutus rantai adalah  jangan lagi berkumpul melebihi dari yang sudah di tentukan. “Kalau itu semua sudah kita hindari, barangkali rantai itu akan putus. Kita harus mempunyai komitmen bersama agar jangan berkumpul-kumpul dan berkerumunan,” sebut Bupati Gusmal.
Salah sat cara cepat penularan itu adalah ketika berkumpul seperti di masjid, di acara pesta perkawinan di pasar, dan dikantor. “Maka hal inilah yang akan kita kurangi dan kita sepakati secara bersama untuk mengurangi. Kita niatkan untuk mengurangi. Memang masyarakat banyak pendapatnya tentang soal ini, tetapi yang jelas kita semua sama-sama takut kepada Allah, Pasti itu. tapi yang namanya usaha mesti harus di lakukan,” bebet Gusmal.
Dijelaskabn Gusmal, coba bayangkan, kalau hari ini, misalnya para mubaligh, para da i, bersikeras ingin melaksanakan sholat berjamaah, bersikeras melaksanakan tausiah di masjid-masjid, coba nanti kalau di serang covid 19, habis kita semua. “Kalau habis siapa lagi yang akan menjadi da’i, siapa lagi yang akan mengembangkan agama ini lagi, makanya kita jangan bersikeras dalam hal ini dan ini tidak main-main tentang virus ini,” cetus Gusmal.

Bupati juga minta kepada FKUB, MUI, Kemenag untuk membuat surat edaran yang dibekali dengan Hadis dan Dalil- dalil agar masyarakat bisa di yakinkan.      Kemenag diminta juga membuat surat edaran ke pengurus masjid, bahwa di masa- masa sekarang jangan melaksanakan Sholat berjamaah dan untuk Adzan tetap dikumandangkan. 
Disarankan ada upaya- upaya dari perangkat TNI dan Polri untuk melakukan pendekatan dengan pengurus masjid agar melaksanakan himbauan ini.
“Semoga hal ini menjadi perhatian kita bersama,” pungkas Gusmal (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here