Pembangunan Gelanggang Pacuan Kuda Harus Terwujud

0
873

SOLOK, JN- Keseriusan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra untuk mewujudkan harapan masyarakat agar di Kabupaten Solok dibangun gelanggang pacuan kuda bertaraf internasional, tampaknya benar-benar akan terwujud.

Dalam wawancara dengan KORAN PADANG di ruang kerjanya Rabu (1/2), Yandra mengaku sudah membicarakan hal itu dengan Bupati dan Wakil Bupati Solok. “Pada intinya Bapak Bupati dan Wakil Bupati Solok sangat mendukung keberadaan pembangunan gelanggang pacuan kuda berdiri di Kabupaten Solok. Dan saat ini kita sudah beberapa kali mencari lokasi yang cocok untuk pembangunan gelanggang tersebut,” jelas Yandra. Ditambahkan Yandra, Gelanggang Pacuan kuda ini memang sudah sepantasnya ada di Kabupaten Solok ini dan kalau itu nanti sudah terwujud, maka akan bisa menggaet wisatawan datang ke Kabupaten Solok.  Selain gelanggang pacuan kuda, Yandra juga berencana akan mengembangkan ternak kuda dikembangkan di bumi bareh Solok. “Pokoknya hal ini harus terwujud karena pacuan kuda sangat banyak penggemarnya,” sambung Yandra

Ditambahkannya, beberapa lokasi ideal yang sudah disurvey untuk dibangun Gelanggang Pacuan Kuda, seperti di Tabek Ilang lanyiak di nagari Batu Bajanjang, kecamatan Payung Sekaki, Kampuag Jawa, nagari Koto Gadang Guguk, kecamatan Gunung Talang, Kayu Jao, nagari Batang Barus, kecamatan Gunung Talang atau di nagari Alahan Panjang, yang kesemuanya memiliki hawa yang sejuk.

Sebelumnya tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ermon Sofa mengusulkan agar Pemkab Solok membangun gelanggang pacuan kuda karena memiliki lokasi yang sangat luas dan juga berhawa dingin. “Saat ini sudah selayaknya di Kabupaten Solok ini di bangun gelanggang pacuan kuda yang respresentatif karena lokasi dan suhunya juga sangat cocok untuk kuda yakni cuaca sejuk antara 15 hingga 25 derajat celcius,” jelas Ermon Sofa yang juga Ketua Bidang Organisasi KONI Kabupaten Solok. Dijelaskan Ermon Sofa, untuk membangun gelanggang atau lapangan pacuan kuda, paling tidak dibutuhkan tanah seluas lebih kurang 13 Hektare. Bahkan menurutnya, lapangan pacuan kuda Ampang kualo kota Solok saja, hanya memiliki luas 800 Meter, sementara luas ideal untuk pacuan kuda adalah sekitar 1.200 Meter atau setara 13 Hektar.  Untuk itu dirinya meminta agar secepat mungkin Pemerintah Daerah dan DPRD membicarakan langkah awal untuk membangun dan mewujudkan gelanggang pacuan kuda tersebut (wandy)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here