Pelanggaran Lalu lintas di Polresta Solok Tahun 2018 Meningkat

0
518
SOLOK, JN – Pelanggaran lalu lintas selama Ops Ketupat tahun 2018 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hingga 810 persen. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Solok Kota saat konferensi pers di Mapolres. Kenaikan yang tinggi ini mendapat perhatian penuh dari Kapolres, Walikota dan Ketua DPRD Kota Solok yang turut hadir. Dimana pentingnya kesadaran berlalu lintas masyarakat dinilai masih kurang.
Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan  mengatakan pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas dalam keseharian, sehingga tercipta kondisi yang aman dan tertib. Pihaknya juga menyayangkan masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi dan memahami peraturan berlalu lintas, padahal selama ini telah banyak giat sosialisasi yang dilakukan Satlantas Polres Solok Kota.
“Kami merilis data pelanggaran selama Ops Ketupat 2018, yang dari perbandingan tahun sebelumnya mengalami peningkatan. Tentunya hal ini menjadi perhatian penuh, bahwa masyarakat masih banyak yang tidak mematuhi peraturan. Dan dihimbau kepada masyarakat untuk membiasakan, menerapkan, sadar berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari,”kata Kapolres.
Sementara itu Walikota Solok Zul Elfian mengatakan hal senada, menurutnya Pemko Solok akan turut serta berupaya agar masyarakat terutama remaja mengerti akan pentingnya budaya tertib lalu lintas.”Sangat disayangkan, masyarakat kita ternyata masih lalai dalam berkendara, tentu ketidakpahaman tentang berlalu lintas ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, masyarakat dihimbau untuk memahami dan  mematuhi peraturan berlalu lintas,”kata Walikota.
Kapolres melalui Kasat Lantas Iptu Rifaizal Samual menjelaskan jumlah tilang pada tahun 2018 berjumlah 455 perkara dibanding tahun sebelumnya sebanyak 50 perkara, atau mengalami kenaikan 810 persen. Kemudian jumlah teguran tahun 2018 berjumlah 216 perkara, dibandingkan tahun lalu berjumlah 146 perkara, naik 48 persen. Laka Lantas 2 kasus dibandingkan tahun sebelumnya 7 kasus, turun drastis 71 persen.
“Untuk memaksimalkan kesadaran berlalu lintas Satlantas telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan pengawalan yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni bidang preemtif sebanyak 45 kali atau naik 43 persen, pemasangan 36 spanduk, Binluh di sekolah, masyarakat dan komunitas sebanyak 7 kali. Di bidang preventif, pengaturan lalu lintas 519 kali naik 24 persen, patroli R2 131 kegiatan naik 119 persen, penjagaan 255 kegiatan naik 19 persen, pengawalan 10 kegiatan naik 11 persen,”jelas Rifaizal.
Untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih melanggar, selama Ops ketupat polisi memberikan teguran dan penilangan kepada pengendara yang melanggar, seperti tidak pakai helm, melawan arus, pengendara dibawah umur, dan lainya.(Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here