Payo Jadi Model Kawasan Unggulan Agrowisata

0
1076

SOLOK, JN –Demi percepatan pengembangan Kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, dalam rangka mendukung agrowisata yang sesuai dengan potensi dan unggulan di kawasan tersebut, Pemprov Sumbar melalui Dinas Pangan dan lembaga fungsional Dewan Ketahanan Pangan serta Pemerintah Kota Solok, akan mengawal Kawasan Payo melalui program percepatan pengembangan Nagari Mandiri Pangan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pangan Efendi, pada Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Kota Solok Solok, di Balairung 99 Rumah Dinas Walikota Solok, Kamis (18/5). Dikatakan Efendi , kawasan yang bernama Payo di Kota Solok dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mewujudkan program terpadu agrowisata.

Rakor tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Hortikultura Provinsi Candra, Dewan Ketahanan Pangan (DKP), BPTP, Balitbu, Walikota Solok Zul Elfian, Wakil Walikota Solok Reinier, Forkompinda, sejumlah kepala OPD Provinsi Sumbar dan kepala OPD Kota Solok.

“Payo dapat menjadi model bagi daerah lain di Sumbar, dalam mewujudkan program terpadu daerah agrowisata, barangkali ini perdana, disini kami, memang diperintahkan oleh gubernur, karena program nagari pangan di Payo yang akan menjadi model ini mendapat apresiasi dari gubernur,”kata Efendi.

Dikatakan Efendi program Nagari Mandiri pangan juga tertuang dalam RPJMD dan RKPD Provinsi. Efendi menjelaskan Dewan Ketahan Pangan (DKP) adalah sebagai Prime Mover penggerak, pendorong pembangunan pertanian.

”DKP sebagai lembaga yang menjadi integrator berbagai kebijakan program dari berbagai OPD yang diintegrasikan dalam menangani ketahanan pangan, kawasan usaha tani, pengembangan nagari mandiri pangan, dan sebagainya,” kata Efendi.

Efendi mengatakan Dinas Pertanian Kota Solok telah menorehkan prestasi membanggakan, dengan berhasil membudidayakan bunga krisan di Payo, meskipun merupakan hal baru yang masih dalam tahap ujicoba ke sejumlah kelompok agribisnis dan masyarakat. Namun, saat ini, hampir di setiap pekarangan di daerah Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, bunga krisan tumbuh subur dan berbunga.

Meskipun begitu Efendi berharap keseriusan dari Pemerintah Kota Solok, serta fokus dalam mengembangkan Payo dan kawasan lainya yang berpotensi, jika tidak maka akan jalan ditempat,”Permintaan kami adalah keseriusan dan kesiapan dari Pemko Solok menjalankan dan mensukseskan program ini, jika tidak maka program ini berjalan ya sampai rakor ini saja. Sementara kami dari provinsi sumbar secara keseluruhan siap menggiring dari awal hingga akhir, sekarang bergantung kepada daerah Kota Solok yang,”kata Efendi.

Sementara itu Wakil Walikota Solok Reinier yang membuka rakor tersebut mengatakan Payo membutuhkan program tersebut, dalam rangka mendukung agrowisata yang sesuai dengan potensi kawasan, sehingga diharapkan dengan program Nagari Mandiri Pangan terbatasnya kualitas SDM Petani, kurangnya sarana dan prasana pendukung, serta kurangnya tenaga ahli yang memberikan ilmu dan pengetahuan dapat tertutupi.

“Program ini sangat dibutuhkan, dan sangat diharapkan dapat mengatasi keterbatasan kualitas SDM petani, dan tenaga ahli dibidang pertanian, untuk itu program ini sangatlah, dibutuhkan terutama untuk kawasan Payo, yang selain pertanian juga dapat dikembangkan wisata panorama dan pegunungan yang sangat berpotensi tinggi,”kata Reinier (Goavan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here