Pasca Banjir Masyarakat Diminta Waspada DBD

0
250

SOLOK, JN – Bencana alam yang terjadi di diawal tahun 2017 ini meninggalkan luka mendalam bagi kalangan masyarakat, hujan deras tiada henti disertai angin kencang, mengakibatkan banjir, longsor dan pohon tumbang dimana-mana.

Tak terkecuali Kota Solok, masyarakat menderita akibat bencana alam tersebut. Luapan sungai batang lembang, serta gorong-gorong yang meluap memuntahkan segala bentuk kotoran, sampah, kayu, bangkai, lumpur, dan sebagainya  yang memiliki bau tak sedap alias busuk, kembali masuk kedalam rumah-rumah warga.  Akibatnya warga solok kerepotan membersihkan rumahnya yang kotor akibat sisa banjir tersebut, belum lagi bekas luapan banjir tersebut masih tersisa, di lubang-lubang jalanan, serta gorong-gorong masih nampak penuh tergenang, karena drainase tak lancar sedikitpun.

           Meskipun hujan telah henti dan banjir telah surut, kini masyarakat harus menghadapi tantangan berikutnya yakni penyakit mematikan seperti Demam Berdarah, Chikunganya dan Zika. Yang menyebar melalui perantara binatang berupa Nyamuk yang berkembang biak melalui perantara air yang tergenang. “Dulu sekali pernah ada semacam kegiatan memberantas jentik nyamuk, namun tampaknya kegiatan itu sudah tak dilakukan lagi. Petugas yang biasa datang ke rumah penduduk untuk melakukan pengasapan atau membersihkan gorong-gorong sudah tidak datang lagi,” kata  Sri warga Simpang Rumbio didepan rumahnya terdapat gorong-gorong yang masih tergenang air, karena drainase tersumbat. Seperti diketahui masyarakat ditegaskan oleh pemerintah pusat, dalam upaya memberantas sarang jentik nyamuk merupakan kewajiban sebagai warga, sangat terasa bahwa ketegasan ini benar adanya  karena banyak warga merasa urusan membasmi jentik nyamuk adalah tugas puskesmas atau petugas kesehatan. Namun selama ini pemerintah daerah Kota Solok memang lambat dalam menanggulangi penyakit yang satu ini.

           Buktinya banyak warga yang sudah merasa tak nyaman dan tak aman dengan kegiatan pengasapan. Padahal, karena menurut sebagian warga pengasapan hanyalah untuk membunuh nyamuk dewasa. “Seharusnya pemerintah memberantas Jentik nyamuk yang ada karena mereka akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa dan siap menularkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali,” kata Arni warga Keluarhan KTK, Kota Solok. Tak dapat dipungkiri usai dilanda banjir, Kota Solok terus disorot seputar informasi adanya ancaman demam berdarah yang cukup gencar dibicarakan masyarakat dari mulut kemulut. Namun, kebutuhan sebagai warga sebenarnya ialah cara membasmi tempat berkembang biak jentik nyamuk Aedes. “Kami ingin informasi lebih rinci, Semboyan 3M terlalu populer, namun hanya dengan semboyan tersebut saja tak cukup. Perlu contoh nyata. Di mana kami dapat memperoleh panduan memberantas sarang nyamuk Aedes ini?,” tanya Arni. Wakil Walikota Solok Reinier, menegaskan agar seluruh dinas/instansi terkait untuk cepat tanggap dalam membantu masyarakat. Terutama perawatan drainase yang rusak akibat tingginya debit air pasca banjir kemaren. Reinier saat meninjau lokasi drainase terkena dampak banjir, seperti ditabu kelurhah KTK depan surau latiah, Simpang jalan Pandan Puti, terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Solok untuk cepat tanggap atas terjadinya musibah ini. Agar tidak terjadi kesalahan yang sama akibat tingginya debit air mengakibatkan dreinase jebol, Reinier meminta dinas PU untuk pengerjaan proyek dreinase dipebesar, kalau sistem dreinase besar, air bah ketika hujan melanda tidak tersumbat begitu juga sebaliknya. Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat pasca banjir, Reinier juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan masyarakat.  Dinas Kesehatan lakukan voging, kaporit sumur masyarakat dan berikan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat tidak terkena penyakit pada pasca banjir. Dalam peninjauan tersebut, Reinier meminta kepada masyarakat yang tinggal disekitar aliran sungai Batang Lembang agar tidak ada yang membuang sampah kedalam sungai, karena akan mengundang kebanjiran.“Kita berharap dan mengimbau kepada masyarakat umum agar tidak ada lagi pembuangan sampah kedalam sungai,” harapnya

          Pantauan media ini di Kota Solok, akibat polongan kecil, air tidak lancar, ditambah tumpukan sampah didalam polongan , sehingga mengekibatkan langganan kebanjiran saat genangan air lambat susutnya menyebabkan puluhan rumah di kawasan tersebut terendam banjir (Van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda