Objek Wisata di Kabupaten Solok Mulai Dibuka Dengan Beberapa Syarat

SOLOK, JN- Seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Solok, telah dibuka, namun harus mematuhi peraturan Bupati Solok Nomor 25 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan pola hidup baru dalam rangka antisipasi dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Solok.


Selain itu, Bupati juga sudah mengeluarkan Intruksi kepada Walinagari dan Camat se Kabupaten Solok Nomor 42/GT/VOVID-19/VI/2020 yang isinya mengatur pola hidup baru untuk manusia produktif dan aman dari Covid-19 disektor pariwisata yakni terkait dengan pengelolaan objek wisata, pengelolaan hotel, pengelolaan restoran dan rumah makan serta kuliner.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika, untuk objek wisata dibuka dengan berpedoman kepada tiga fase.Adapun fase tersebut adalah intuk fase 1 dimulai bulan Juni hanya untuk wisatawan lokal. Untuk fase ke dua dimulai pada bulan Juli hingga Agustus untuk wisatawan regional Sumatera Barat dan regional Sumatera.
“Baru untuk fase ke Tiga dimulai bulan September untuk wisatawan nusantara mancanegara,” terang Nasripul Romika, di ruang kerjanya. Senin (15/6).


Untuk itu, kepada camat dan Walinagari di instruksikan agar melakukan sosialisasi danedukasi kepada masyarakat yang datang berkunjung ke objek wisata, hotel/penginapan, restoran dan rumah makan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna pencegahan covid-19 di Kabupaten Solok.
“Intruksi Bupati ini agar dikoordinasikan dengan instansi terkait dalam hal beberapa sanksi secara berjenjang, mulai dari sanksi Administrasi sampai dengan pencabutan izin usaha terhadap pelanggaran yang terjadi,” sebut Nasripul Romika.
Untuk pengunjung tempat wisata, hotel, rumah makan di Kabupaten Solok, pengunjung wajib menggunakan masker. Sedangkan pengelola wajib menggunakan sarung tangan  dan faceshield, pengecekan suhu tubuh dan bila diatas 37, 5 tidak diperbolehkan masuk.

Baca Juga :
Bupati Epyardi Asda Merasa Bangga Dengan Kehadiran Ribuan Umat Islam Pada Tabligh Akbar Bersama UAS


“Khusus bagi tamu atau pengunjung dari luar negeri agar menyertakan surat keterangan hasil uji PCR yang menyatakan yang bersangkutan nehatif Covid-19,” sebut Nasripul Romika.
Pengelola wajib menyemprot kamar hotel dan kapasitas hanya 50 persen dari biasanya.
Kemudian pada semua tempat. pengunjung harus menjaga jarak minimal Satu meter (physical distancing).
“Insyaallah secara berangsur-angsur perekonomian kita bisa bangkit kembali,” sebut Nasripul Romika (wandy)

Baca Juga :
Bupati Gusmal Jadi Irup Peringatan Haornas Tingkat Kabupaten Solok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.