SOLOK, JN-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, akan lebih fokus menjual kampung Wisata Budaya kepada turis asing dan domestic untuk lebih tertarik mengunjungi Kabupaten Solok dimasa yang akan datang.

“Ya, kita sudah sepakat untuk lebih fokus menjual wisata budaya yang masih alami yang ada di Nagari-nagari yang ada di Kabupaten Solok, agar pengunjung dari luar makin tertarik untuk berlama-lama tinggal di daerah kita, ” ucap Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika, di ruang kerjanya, Rabu (29/1), usai menerima kunjungan akademisi dari Negara Perancis, untuk berkunjung ke Kampung Wisata Budaya Nagari Jawi-Jawi Guguak, di ruang kerjanya

Disebutkan Nasripul, konsep Pariwisata berbasis kebudayaan ini juga akan ditonjolkan dalam festival tahunan festival Lima Danau (5D) yang dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Solok ke 107 tahun 2020 di Kabupaten Solok.

Menurut Nasripul, kebudayaan merupakan bagian dari pariwisata secara umum, karena biasanya orang pergi kedaerah orang lain selain untuk berbelanja juga untuk melihat budaya penduduk daerah setempat.

Di Kabupaten Solok sendiri, sudah ada Tiga Nagari yang sudah dijadikan kampung tujuan wisata budaya oleh Kemempar RI. Tujuan mempertahankan kampung wisata budaya ini adalah untuk memoertahankan tradisi atau kebiasaan di nagari tersebut agar tidak terlindas oleh arus modern dan masyarakat nagari setempat tetap peduli akan adat dan budaya.

Tiga Nagari di Kabupaten Solok yang telah diresmikan Kementerian Pariwisata sebagai kampung wisata budaya yakni Jawi-Jawi Guguak, di Kecamatan Gunung Talang, Nagari Salayo di Kecamatan Kubung dan Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih.

“Kita ingin mempertahankan konsep pariwisata yang diterapkan di ketiga nagari tersebut adalah konsep wisata berkelanjutan, di mana pembangunan pariwisata yang melibatkan langsung masyarakat setempat. Selain itu, juga berdampak untuk perekonomian masyarakat sekitar,” tutur Nasripul.

Dicontohkannya, turis asing akan bisa melihat langsung petani turun ke sawah, ikut bermain permainan anak nagari, memainkan kesenian tradisional, dan duduk di lapau pada malam hari, serta pertunjukan kesenian lainnya.
Bahkan di Kampung Wisata Nagari Jawi-Jawi Guguak, setiap turis asing yang berkunjung ke daerah itu, akan diajak berbaur dengan warga lokal untuk mengikuti tradisi warga setempat, seperti mengikuti main domino di warung-warung, ikut diajak ke sawah dan mandi di kali Batang Lembang yang nembelah nagari tersebut.

Walinagari Jawi-Jawi Guguak, Laswir Malin Putieh, juga mengaku akan memberi pelayanan lebih baik untuk setiap turis asing yang datang ke nagari yang dia pimpinnya.

“Tamu adalah raja dan wajib kita hormati. Tetapi tamu juga wajib menghormati budaya dan tradisi daerah kita dan tidak bisa bebas seperti di negara mereka, ” sebut Laswir Malin Putieh.
Disebutkan Laswir, setiap tamu yang berkunjung ke Jawi-Jawi Guguak, salah satunya harus berpakaian sopan dan tidak menghambur aurat, dan itu adalah budaya daerah Jawi-Jawi Guguak sebagai orang timur (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here