Nama Convention Hall Alahan Panjang Diusulkan Untuk Diganti

0
1853

SOLOK, JN-  Nama Convention Hall Alahan Panjang dan Villa penunjang yang ada di sekitarnya, diusulkan untuk diganti. Hal itu terungkap dalam rapat abtara Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, dengan dihadiri Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, bertempat di ruang pertemuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok, Sabtu (19/5). Selain Wabub Solok, acara tersebut juga dihari oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok, Rusdi S.Sos, Kabid Industri dan Kelembagaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, para Walinagari dan KAN sekecamatan Lembah Gumanti, dan Camat Lembah Gumanti serta para penggiat pariwisata lainnya.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok, Rusdi, S.sos dalam laporannya menyampaikan bahwa  pada pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultansi Perencanaan Pembangunan Plang nama Convention Hall Resort pada kegiatan Pengelolaan dan Pengendalian Kepariwisataan berbeda dengan Convention Hall. Ketidak sesuaian nama Convention Hall dan Villa di Alahan Panjang yang ada saat ini dengan konsep pengembangan kepariwisataan Kabupaten Solok inilah yang membuat nama tersebut diusulkan untuk diganti. “Dengan ditetapkannya penamaan untuk Convention Hall dan Villa di Alahan Panjang, maka baru dapat dilaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi dan Fisik Pembangunan Plang Nama Convention Hall Resort,” jelas Rusdi. Hal ini sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Solok Tahun 2016-2021.

Disebutkan Rusdi, terdapat 3 (tiga) Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KSPD) Kabupaten Solok, yaitu Kawasan Danau Singkarak dan sekitarnya, Kawasan Arosuka dan Kawasan Danau Kembar dan sekitarnya. “Khusus untuk Kawasan Danau Kembar dan sekitarnya terdapat objek wisata Convention Hall Alahan Panjang yang dibangun sejak Tahun 1996, dimana saat ini masyarakat pada umumnya menyebut dengan Convention Hall Alahan Panjang yang dirasa tidak tepat untuk penamaan sebuah resort dengan konsep pencitraan sebagai Meeting, Incentive, Convention and Exhibition atau disingkat MICE,” jelas Rusdi.

Kondisi eksisting dari Convention Hall Alahan Panjang diantaranya adalah 1 unit gedung pertemuan dengan kapasitas 1.500 orang yang dapat digunakan untuk ruang pertemuan dan pesta, 2 unit villa besar dengan nama villa Bougenville, 5 unit villa dengan nama villa Anggrek, 5 (lima) unit villa @ 2 kamar dengan nama villa Dahlia. Kemudian 2  unit villa kayu @ 1 kamar, 1 unit penginapan yang terdiri dari 6 kamar dengan nama penginapan Aster, 1 (satu) unit kantin/cafe, 1 unit musholla, 1 unit reservoir (fasilitas air bersih) dan  Gazebo dan fasilitas permainan anak.

 

Berdasarkan informasidiatas, perkembangan daya tarik pariwisata di Kabupaten Solok khususnya dirasa perlu untuk melakukan penamaan kembali terhadap Convention Hall dan Villa di Alahan Panjang dengan alternatit. Untuk penamaan Kawasan Convention Hall Alahan Panjang dengan alternatif sebagai berikut, Gumanti Resort, Alpan Resort, Batu Bahamo, Hulu Gumanti atau Balerong Gumanti. Sementara untuk penamaan Gedung Pertemuan (Convention Hall) dengan alternatif sebagai berikut, pertyama Pulau Sikaduduak yang merupakan asal-usul/sejarah daerah tersebut. Nama kedua M. Natsir yang merupakan pahlawan nasional yang berasal dari Alahan Panjang. Sementara untuk penamaan Villa dengan alternatif sebagai berikut, karena terdapat 14 buah bangunan villa maka diusulkan nama-nama 14 kecamatan atau Nama-nama objek wisata unggulan di Kabupaten Solok (14 objek wisata)

Untuk penentuan nama masing-masing bangunan villa dilakukan secara acak melalui proses pelottingan. “Berkaitan dengan poin 1 (satu) diatas, kiranya kami mohonkan persetujuan dari Bapak untuk dapat segera ditindaklanjuti dengan penyusunan Surat Keputusan Bupati Solok.

Sementara Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH dalam arahannya menyampaikan bahwa Convention Hall Merupakan salah satu daya tarik wisata yang ada di Kawasan Danau Kembar dan sekitarnya selain Bukit Cambai, Pasir Panjang serta lainnya. “Sudah banyak dana yang dianggarkan ke Convention Hall Alahan Panjang sehingga perlu menjadi perhatian dalam hal operasionalnya. Khusus untuk pengelola daya tarik wisata ini belum ada aturannya walaupun saat ini dikelola oleh UPT,” jelas Yulfadri Nurdin. Wabub berharap agar kedepannua pengelolaan Convention Hall diserahkan ke pihak ketiga atau Perusda sehingga lebih profesional dan efektif.

“Untuk masalah penamaan dapat dilihat dari histori BUMN Garuda, dimana pada masa lalu merupakan BUMN yang selalu merugi tetapi pada saat momen berganti nama dan logo menjadi BUMN yang selalu beruntung dan menjadi perusahaan penerbangan yang diperhitungkan di dunia. Jadi kita pikirkan bersama-sama nama yang cocok untuk pengganti Convention Hall,” pungkas Yulfadri Nurdin (wandy)

–          Usulan dan kesepakatan dari rapat ini akan kita bawa ke forum yang lebih besar dan kita laporkan ke Bapak Bupati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here