Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung Bertekad Terbebas Dari Narkoba

0
107

SOLOK, JN– Dalam mengantisipasi peredaran Narkoba dilingkungan Masyarakat,  Badan Narkotik Nasional (BNNK) Kabupaten Solok yang  bekerjasama dengan Pemerintah Nagari Koto Baru, menggelar kegiatan sosialisasi bahaya Narkoba sekaligus pengukuhan Relawan dan Penggiat Anti Narboka, Nagari Koto Baru, bertempat di Kantor Walinagari Koto Baru, Minggu (28/10).

 

Acara dibuka oleh Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Kombes Ricky Yanuardi, SH, M.Si, sekaligus sebagai narasumber masalah Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang bahaya narkoba.  Selain itu, tampak hadir Bupati Solok, H. Gusmal, Sekretaris Daerah, Aswirman, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, Ketua BNNK Solok, Azizurrahman , S.Sos, Walinagari Koto baru, Afrizal K dan pengurus BNNK Kabupaten Solok lainnya.

 

Walinagari Koto Baru, Afrizal K, menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan oleh BNNK Solok, guna mengantisiapsi meluasnya peredaran, pemakai dan pengguna narkoba di nagari yang dipimpinnya. “Semoga dengan adanya sosialisasi serta  pengukuhan Relawan dan Penggiat Anti Narboka ini, nagari Koto Baru akan terbebas dari pengguna dan peredaran narkoba,” jelas Afrizal K.

 

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Kombes Ricky Yanuardi, SH, M.Si, menyebutkan bahwa Penggiat Anti Narkoba merupakan mitra kerja BNN yang memiliki kemauan dengan sukarela melakukan upaya sinergitas program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara mandiri.

“Dengan adanya Relawan dan Penggiat Anti Narkoba ini, masyarakat sekitar dapat menyampaikan permasalahan narkoba dan melaporkan ke BNNK Solok, jika disinyalir terjadi peredaran gelap Narkoba di wilayah ini,” jelas Kombes Ricky Yanuardi, SH, M.Si.

 

Kepala BNNK Solok, Azizurrahman, menyebutkan bahwa dengan dibentuknya Relawan dan Penggiat Anti Narboka, Nagari Koto Baru ini, masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat keberadaan Relawan dan penggiat anti narkoba ini dan bisa berkontribusi untuk melaporkan segala aktivitas pemakai atau pengedar narkoba kepada BNNK Solok. Pihaknya menyebutkan bahwa Permasalahan narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan semua pihak, dengan mendorong para Pemuda Koto Baru kedalam satu kelompok, bisa mengarahkan kepada hal yang positif dan menambah hasil guna bagi pemuda itu sendiri dan lebih luasnya kepada masyarakat Koto Baru.

 

Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya, menyambut baik dan positif pembentukan sekaligus sosialisasi anti narkoba ini di masyarakat Koto baru dan berharap tingkat peredaran narkoba bisa ditekan.  Gusmal berharap para kader ini nantinya bisa membangkitkan masyarakat agar tergerak dan melakukan langkah masif baik dalam upaya pencegahan dan juga pemberantasan penyalahgunaan narkoba, sesuai dengan peran dan potensinya masing-masing.

“Saat ini di Kabupaten Solok tingkat dan ancaman narkoba sudah sangat berbahaya, sehingga dengan dibentuknya penggiat dan relawan anti narkoba nagari Koto baru ini, bisa menjalin kerjasama yang optimal antar kelompok masyarakat menjadi kunci utamanya. Sinergitas yang sudah dijalin antara Pemerintah Nagari dengan BNNK Solok, harus terus ditingkatkan dan berkesinambungan. Semoga Relawan dan Penggiat Anti Narkoba yang sudah dikukuhkan bisa bersinergi dalam upaya P4GN, dalam mewujudkan Kabupaten Spolok terbebas dari Penyalahgunaan Narkoba,”jelas Gusmal (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda