Nagari Batu Bajanjang Gelar Lomba Ayam Kukuak Balenggek Tingkat Sumbar

0
717

SOLOK, JN- Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-73, Pemerintah Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, menyelenggarakan lomba Ayam Kukuak Balenggek (AKB) tingkat Sumatera Barat, yang diselenggarakan tanggal 19 Agustus 2018, bertempat di Halaman Kantor Walinagari Batu Bajanjang.

 

Menurut Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, acara Ayam kukuak balenggek diselenggarakan sejak tahun 2017 lalu dan dianggarkan di APB Nagari setiap tahunnya. “Kita di Nagari Batu Bajanjang sudah menganggarkan lomba ayam kukuak balenggek ini setiap tahunnya, dengan tujuan terus melestarikan ayam kukuak balenggek yang saat ini sudah mulai langka,” jelas Dahrul Asri. Acara lomba AKB dibuka oleh Bupati Solok yang diwakili Camat Kecamatan Tigo Lurah, Sarmaini dan dihadiri oleh para pengemar ayam kukuak balenggek dari seluruh Kabupaten Solok. “Kita ingin ayam kukuak balenggek ini terus lestari dan bisa berkembang sampai anak cucu, sebab saat ini saja kalau tidak dilestarikan sudah mulai langka,” tambah Dahrul Asri, yang diamini ketua pelaksana acara Damri D, yang juga menjabat sebagai Kasi kesra Nagari Tigo Lurah.  Sementara para peserta lomba datang dari berbagai daerah di Sumbar seperti dari Batipuh Kabupaten Tanah Datar, kotaPadang, Solok Selatan, Dhamas Raya dan juga seluruh nagari di Tigo Lurah serta di Kabupaten Solok. Sementara total hadiah yang diperebutkan adalah berjumlah Rp. 9.000.000. Walinagari juga berencana akan membuat tugu ayam kukuak balenggek pada tahun 2018 ini. Sementara penduduk Batu Bajanjang berjumlah 3463 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 989 buah.

 

Camat Tigo Lurah, Sarmaini, SH, dalam sambutannya mendukung upaya pemerintah Nagari Batu Bajanjang dalam upaya melestarikan keberadaan Ayam kukuak balenggek. “Kita ingin keberadaan ayam kukuak balenggek ini terus terjaga, karena suaranya yang indah dan saat ini keberadaannya memang sudah mulai langka,” jelas Sarmaini. Saat ini jumlah populasi ayam kukuak balenggek di nagari Batu Bajanjang hanya tinggal sekitar 76 ekor  dengan jenis warna bulu Kinantan, Taduang, Jalak, Biriang, Kuriak dan lainnya.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan yang diwakili Kabid Peternakan Kabupaten Solok, Muhammad Topan Eka Putra, yang hadir pada kesempatan itu menyebutkan bahwa pihaknya juga sangat mendukung apa yang sudah dilakukan pemerintah nagari Batu Bajanjang dalam upaya pelestarian ayam kukuak balenggek. “Apa yang sudah dilakukan pemerintah nagari untuk melestarikan ayam jenis kukuak balenggek sudah tepat. Kita dari Dinas Pertanian dan Perikanan jelas sangat mendukung,” terang Muhammad Topan Eka Putra.

 

Dalam lomba AKB tersebut, jenis penilaian yang dilakukan untuk kelas Istimewa adalah  jenis Suaro  20 persen, Warna bulu 20 persen, Performan 20 persen, Kesehatan 20 persen, minimal 15 x berkukuak 20 persen. Sementara untuk jenis Landik 3 lenggek dan boko 5 lenggek yang dinilai dari kerajinan berkukuak dan suara harus jelas. Untuk jenis suara ini dibagi dalam beberapa kriteria untuak jenis Gayuang luluah 5 lenggek, Sigegek angin 7 lenggek, Rantak gumarang 7 lenggek, Alang babega 5 lenggek, Ginyang 7 lenggek, Ginyang mak taci 7 lenggek dan Riak ilia aie 7 lenggek. Sementara tata cara pemisahan jenis lomba dibedakan dengan  untuk Landik ditandai kaki sebelah kiri dan Boko ditndai kaki sebelah kanan serta klas Istimewa kaki polos tidak di beri tanda (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here