Muaro Pingai dan Paninggahan Canangkan Nagari Bersih

0
1058

SOLOK, JN- Dua Nagari di ujung Utara Kabupaten Solok, yakni  Nagari Paninggahan dan Nagari  Muaro Pingai yang termasuk wilayah Kecamatan Junjung Sirih, sudah bertekad menjadikan nagarinya menjadi nagari bersih dan warganya beradab.

Gerakan Nagari Muaro Pingai Bersih, sudah dicanangkan Wakil Bupati Solok, bertempat di Jorong Puduang, Nagari Muaro Pingai pada Minggu (15/7) lalu, dimana seluruh elemen masyarakat yang ada di Muaro Pingai, seperti siswa sekolah, masyarakat, tokoh masyarakat, niniek mamak dan juga unsur Muspika nagari, serentak turun ke lapangan, untuk membersihkan saluran irigasi yang melintas di nagari mereka, termauk selokan, pinggir danau Singkarak dan juga jalan raya.

“Kita akan selalu mengampanyekan gerakan hidup bersih dan lingkungan asri ini kepada masyarakat, termasuk kepada anak usia dini dan siswa sekolah dari TK hingga SMA,” jelas Walinagari Muaro Pingai, Jufris BA.

Wabub Solok, Yulfadri Nurdin, SH, berbincang dengan salah seorang tokoh pemuda Muaro Pingai saat goro bersama (Fhoto Dok Muaro Pingai)

Dengan kehadiran Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin pada acara Goro Bersama sekaligus mencanangkan “Muaro Pingai  Bersih”, semakin menjadi motivasi bagi masyarakat untuk giat membersihkan saluran air dan jalan yang ada di 5 Jorong di Muaro Pingai. Kehadiran Wakil Bupati  Solok, tampak disambut antusias oleh warga Muaro Pingai dan juga unsur pemerintahan Kecamatan serta Muspika Junjung Sirih lainnya. Selain seluruh staf camat yang hadir, pada acara Goro dan gerakan Muaro Pingai bersih itu, juga tampak hadir Camat Junjung Sirih, Herman, Sekcam Junjung Sirih, Sukiman Agus dan dinas terkait dari Pemkab Solok.

“Kehadiran Bapak Wakil Bupati Solok, jelas menjadi penyemangat bagi kami di Muaro Pingai dan kami akan terus menjaga lingkungan kami dan terbebas dari sampah, terutama sampah plastic,” jelas salah seorang tokoh masyarakat setempat, Mustaf (50).

Selain itu, gerakan Nagari Muaro Pingai Bersih ini, juga mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nagari setempat. Menurutnya, program Muaro Pingai bersih itu, akan diselaraskan dengan  Program unggulan Pemkab Solok yakni Magrib Mengaji dan Subuh Berjamaah. “Kita akui, saat ini program Maghrib mengaji dan Shubuh Berjamaah ini belum berjalan maksimal di Muara Pingai, karena masih banyak  warga yang enggan berjamaah di masjid dan anak-anak muda yang berkeliaran di waktu Maghrib. Program ini bisa jalan kalau disingkronkan lembaga lembaga nagari yang ada nagari, ” jelas Ketua MUI Muaro Pingai, J.I.Panito Tanjuang . Pihaknya berharap agar nagari nagari segera melahirkan Perna sebagai turunan dari Perda yang ada untuk menjadi acuan.

Pada kunjungan ke Nagari Muara Pinagi itu, Wakil Bupati Solok selain mencanangkan Gerakan Muarao Pingai Bersih, juga sekaligus meninjau seluruh aliran Sungai yang ada di Nagari dan pinggiran Danau.

“Seluruh unsur masyarakat dan pemerintahan nagari,  harus bertanggung jawab untuk menegur masyarakat yang  masih suka buang sampah ke sembarang tempat. Untuk tahap awal, memang kita harus nyinyir,misalnya, dengan mengumumkan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah tentang larangan membuang sampah di sembarang tempat termasuk ke sungai dan ujung-ujungnya kita harapkan ada kesadaran masyarakat,” jeals Yulfadri Nurdin. Wakil Bupati juga menekankan pentingnya memperhatikan kebersihan, diharapkan para wisatawan makin tertarik untuk mengunjungi Muaro Pingai.

Selain ke Muaro Pingai, Wakil Bupati juga mengunjungi Nagari Paninggahan yang bertetangga dengan Muaro Pingai. Di Paninggahan, selain menghimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat, membersihkan Sungai dan pinggir Danau, juga mengunjungi  sejumlah objek wisata yang ada di Paninggahan dengan didampingi Walinagari Paningghan, Yoserizal, Camat Junjung Sirih dan Unsur Muspika Junjung Sirih lainnya.

Di Paningghan, Wabub Solok, juga menghimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga lingkungan tempat tinggal dan saluran kebersihan di perkarangan masing-masing. Apalagi Nagari Paninggahan yang berada di pinggir Danau dan perbukitan indah seperti puncak Gogoan dan juga Puncak Agung.

“Selain masalah kebersihan lokasi wisata, kita juga harus menjaga kesopanan serta ketamah-tamahan kepada setiap tamu yang datang ke nagari kita, agar daerah kita makin ramai dikunjungi wisatawan. Kalau hal itu terjadi, maka ekonomi masyarakat sekitar akan semakin maju,” jelas  Yulfadri Nurdin.

Disebutkan Wabup, saat ini lokasi wisata Bukit Agung sudah menjadi objek wisata primadona baru di Kabupaten Solok karena lokasinya yang sangat strategis dan indah. Bahkan jika Sabtu dan Minggu atau hari libur, lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestic.

“Saya berharap agar semua masyarakat menerapkan pola hidup bersih yang dimulai dari rumah tangga dan juga kita terapkan kepada anak usia dini agar setelah dewasa tertanamkan pola hidup bersih,” terang Yulfadri Nurdin.

Usai mengunjungi Puncak Agung, wabup mengunjungi sumber air bersih yang berjarak sekitar 5 KM dari Puncak Agung dan dilanjutkan meninjau Masjid Raya Paninggahan untuk melihat kondisi masjid raya yang sudah mulai retak-retak akibab gempa yang melanda Sumbar tahun 2009 lalu  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here