Menjelang Mutasi Bergulir di Pemkab Solok,  Pejabat Ada Yang Panik dan Ada Yang Cuek

0
1543

SOLOK, JN- Isu mutasi yang rencananya akan digelar Pemerintah Kabupaten Solok pertengahan bulan Januari 2017 ini, ternyata disikapi oleh pejabat dengan tenang dan ada juga yang panik. Bahkan tidak heran, dalam dua Minggu terakhir, para Kepala Dinas dan pejabat eselon III jarang yang berada di kantor.

“Mungkin mereka panik dan cemas, apakah akan dipakai lagi oleh Bupati dan Wakil Bupati atau tidak sehingga semangat kerja mereka menurun dan seakan tidak bergairah,” tutur Ketua LSM Perak, Yemrizon Dt Penghulu Nan Sati, Minggu (7/1). Ditambahkan Yemrizon, meski rencana muatasi belum jelas kapan waktunya, namun dirinya melihat kinerja pejabat eselon dan PNS nampak menurun karena mungkin mereka memikirkan apakah mereka akan dipakai atau tidak oleh kepala daerah terpilih. “PNS harus patuh pada pimpinan mereka, tidak usah ikut kalang kabut memikirkan roda mutasi. Serahkan saja kepada kepala daerah, kalau kinerja bagus pasti akan dipakai. Jadi kenapa harus panik,” terang Yemrizon. Dia juga menyarankan untuk menempatan pejabat eselon, kepala daerah harus bisa menempatkan orang sesuai bidangnya. “Untuk Kepala Dinas atau Kantor atau Pejabat Eselon II dan III, Bupati kalau bisa lebih memberi peluang kepada Putra Asli Daerah (PAD) sebab produk ASN Solok juga banyak yang bisa dijual, Kita tidak lagi berpedoman kepada Pilkada masa lalu, menolong atau tidak,” tambah Yemrizon.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, menyebutkan bahwa meski untuk masalah mutasi, rotasi dan promosi adalah hak progratif Bupati dan Wakil Bupati, namun dia tetap memberi masukan kalau bisa orang atau pejabat yang diberi prioritas tentulah orang yang memahami bidang yang akan mereka tempati, demi untuk kemajuan Kabupaten Solok kedepannya. “Kalau bisa pejabat yang akan menempati pos barunya, harus memahami bidangnya, misalnya orang yang sekolahnya pada jurusan pertanian, jangan ditempatkan di bagian Hukum atau sebaliknya. Selain itu, calon pejabat juga harus memiliki SDM yang lebih. Itu sih kalau bisa,” harap politisi dari Partai Golkar tersebut.

Selain itu, Kepala Daerah, baik Bupati atau wakilnya selektif untuk menempatkan pejabat di SKPD dan tidak terpengaruh oleh pembisik yang belum tentu benar

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH, bahwa untuk menempati pejabat eselon dua di Kabupaten Solok, diperlukan SDM yang baik, terutama untuk mendukung program Empat Pilar yang diusung Pemerintah Daerah, seperti untuk bidang Kesehatan, Pendidikan, Pembangunan dan Pemerintahan yang bersih.

 

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, menyebutkan bahwa roda mutasi akan bergulir Minggu kedua pada bulan Januari 2017 ini. “Insyaallah roda mutasi akan bergulir pertengahan bulan Januari ini dan masalah mutasi itu kita tidak mau gegabah,” jelas H. Gusmal  (wandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here