Kota Solok Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2018

0
558

SOLOK, JN – Kota Solok meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018 Kategori Pratama, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras sekaligus membuktikan bahwa Kota Solok yang berjuluk Kota Beras Serambi Madinah merupakan Kota yang ramah bagi anak.

Hal tersebut dibuktikan dengan beragam kebijakan dan program yang menyeluruh, terencana dan menjamin terpenuhinya hak-hak dan perlindungan bagi anak. Penghargaan tersebut diberikan langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise kepada Wakil Walikota Solok Reinier, di Dyandra Convention Center, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/7). Pemberian penganugerahan Kota/Kabupaten Layak Anak tersebut, juga dalam rangka puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 dengan tema “ Anak Indonesia Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat)”.

Wakil Walikota Solok Reinier mengaku bersyukur dengan berhasil diraihnya penghargaan KLA ini, dijelaskanya penghargaan ini merupakan hasil kerjasama seluruh pihak dan masyarakat Kota Solok, yang telah bersama-sama mewujudkan Kota Solok sebagai Kota yang ramah, nyaman dan aman bagi anak. Wawako juga meminta kepada semua pihak untuk terus mengembangkan Kota Solok menjadi Kota yang benar-benar layak bagi anak, menurutnya masih banyak yang perlu untuk dibenahi.

”Kita tentu bersyukur, penghargaan ini didapat berkat kerjasama semua pihak, penghargaan ini juga jangan membuat semua pihak cepat puas, penghargaan ini harus menjadi motivasi hingga Kota Solok benar-benar layak untuk anak, dan hal tersebut membutuhkan komitmen seluruh masyarakat Kota Solok, baik kalangan tokoh masyarakat, pemuda, alim ulama, dan seluruh keluarga di Kota Beras. Mudah-mudahan kedepanya dengan keinginan bersama Kota kita dapat menjadi lebih diberkahi dan layak untuk siapa saja,”kata Reinier didampingi Ketua GOW Elfia Reinier, Kepala Bappeda Jonedi, Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Delfianto,dan P2TP2A Kota Solok.

Menteri PPPA Yohana, mengatakan anugerah KLA  merupakan kerja keras Pemda dalam pembangunan nasional di bidang pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang didukung oleh lembaga masyarakat, dunia usaha, media serta peran dari forum anak sebagai pelapor dan pelopor. Pemerintah juga telah menargetkan Indonesia layak anak pada tahun 2030. “Yang mendapat penghargaan merupakan kabupaten dan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak. Diharapkan seluruh pemangku kebijakan didaerah untuk berupaya lebih giat lagi dalam rangka menuju Indonesia Layak Anak 2030,”katanya.

Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA) merupakan daerah yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasiankomitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Indikator Kota Layak Anak (KLA) yang di nilai terdiri dari Penguatan Kelembagaan dan 5 kluster, yakni Hak sipil dan kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan dasar dan kesejahteraan, Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan Perlindungan Khusus.

Reinier menambahkan, anak merupakan SDM yang penting dimasa yang akan datang, generasi penerus bangsa, melalui KLA ini diharapkan dapat menghasilkan kualitas SDM yang dapat memenuhi kebutuhan daerah. “Demi tercapainya pembangunan yang maksimal, sistem KLA, bertujuan menjadikan hidup lebih sehat, pendidikan yang berkualitas, perlindungan, penanggulangan serta prinsip-prinsip yang bergerak menciptakan situasi dan kondisi yang layak bagi anak, yang tentu akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang baik, ” kata Reinier.

Reinier menyampaikan harapannya semoga tahun depan dapat naik peringkat menjadi Madya dan berpesan apa yang telah dilakukan selama ini perlu di evaluasi untuk perbaikan dimasa mendatang sehingga Kota Solok benar-benar ramah bagi anak. Untuk itu diperlukan komitmen Pemko Solok dalam memenuhi hak – hak anak dan melindungi dari berbagai tindak kekerasan, diskriminasi serta eksploitasi. Dalam rangka mewujudkan KLA telah tersedia indikator yang harus dipenuhi, namun dalam memenuhi indikator tersebut, dilapangan masih sering ditemukan persoalan. Sehingga kedepanya seluruh pihak terutama OPD terkait untuk mengawasi berjalanya program KLA dengan lebih gigih lagi.

Kemudian Reinier berharap penghargaan yang berhasil diraih ini, untuk menjadi motivasi bagi Pemko dan seluruh masyarakat Kota Solok, untuk lebih peduli terhadap generasi penerus bangsa, dengan memberikan perhatian, membangun lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak, ramah dengan berbagai fasilitas ruang bagi anak, pendidikan yang layak, serta kesehatan yang memadai. Hal tersebut dapat diraih dengan mudah dan cepat, jika didorong oleh partisipatif masyarakat Kota Solok.

Selain itu Pemko Solok juga terus melahirkan program dan kebijakan yang mendukung KLA, yakni menjamin hak sipil dan kebebasan akta kelahiran dengan program inovatif dalam upaya percepatan kepemilikan akta kelahiran bagi anak di Kota Solok, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), informasi layak anak, kegiatan pustaka keliling dan MOU dengan PAUD/TK untuk kunjungan ke perpustakaan. Kemudian pojok baca ramah anak, Forum Anak Daerah (Forda) Kota Solok. MOU pencegahan perkawinan anak, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) harmonis Kota Solok. Petugas/kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR), tim PKPR lembaga pengasuhan alternatif, koordinator dan pekerja sosial pada rumah singgah. Adanya SK tentang penetapan penerima bantuan beasiswa bagi anak cacat autis YPAC infrastruktur ramah anak.

Disediakanya Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) atau Taman bermain anak di Taman Syekh Kukut, taman kota atau ruang terbuka hijau, taman pulau belibis, taman pramuka ampang kualo, taman bidadari adanya rute aman disekolah. Kesehatan dasar dan kesejahteraan Persalinan dengan Faskes Prevalensi gizi. Ruang asi di tempat-tempat umum seperti di pasar raya dan puskesmas. Program PMBA dan PMTAS bagi anak sekolah, tempat kreatifitas anak baik tari, musik, dan kreatifitas lainya.

Perlindungan khusus korban kekerasan dan eksploitasi, penyandang disabilitas, dan ABH anak berhadapan dengan hukum. Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sakinah Kota Solok periode 2016-2021. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan dan budaya Paud. Sekolah bagi anak berkebutuhan khusus Sekolah Ramah Anak (SRA), sekolah TK SD SMP yang sudah menuju SRA Pusat kreatifitas anak, Sekolah Luar Biasa (SLB), dan masih banyak lagi program dan kebijakan Pemko Solok dalam rangka mewujudkan KLA.(van

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here