SOLOK, JN – Sepanjang tahun 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Solok, telah melakukan banyak hal dalam memerangi Narkotika, mulai dari pemberantasan, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, hukum dan kerjasama dengan berbagai instansi.

Kepala BNNK Solok Azizurahman mengatakan situasi darurat narkoba di Indonesia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika saat ini, maka BNN, Polri, TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait serta seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi mengambil langkah strategis dalam upaya P4GN.

“Untuk di Kabupaten Solok, aspek pemberantasan telah berhasil mengungkap sebanyak 2 kasus narkotika dengan barang bukti Sabu seberat 0,78 gram, dengan pelaku sebanyak 2 orang,” kata Azizurahman, Selasa (31/12) di Kantor BNNK Solok.

Dalam aspek pencegahan yang merupakan bagian dari demand reduction, BNNK Solok melalui seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) telah melaksanakan berbagai terobosan dan inovasi, yang menjadi unggulan sepanjang tahun 2019.

Program Nagari Bersinar (Bersih Narkoba) di Nagari Cupak, kemudian Program Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (Bang Wawan) yang fokusnya melibatkan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat.

“Program Bang Wawan ini kegiatan utamanya yaitu tes urine, penyuluhan anti narkoba dan pembentukan satgas di lingkungan sekolah, yang saat ini telah ada sebanyak 8 sekolah dan 1 satgas,” jelasnya. Kemudian Relawan Anti Narkoba, yang telah ada sebanyak 116 relawan yang tersebar di wilayah Kabupaten Solok.

BNNK Solok dalam upaya P4GN mengajak masyarakat untuk berperan aktif melalui beberapa program unggulan yang dilakukan sepanjang tahun 2019. BNN telah melakukan pemetaan terhadap 2 Nagari yang termasuk daerah rawan narkoba di Kabupaten Solok, pembentukan penggiat anti narkoba di Kabupaten Solok dan telah terbentuk sebanyak 3 Nagari yaitu Surian, Lolo dan Cupak, sebanyak 114 orang.

“BNN bekerja sama dengan seluruh stakholders di tahun 2019 telah melakukan tes rine secara masif sebanyak 5 kegiatan, dari jumlah total 194 orang yang menjalani tes urine, 1 orang terindikasi positif narkoba karena pemakaian obat asma dan sudah sesuai resep dokter,” katanya.

Selain itu pihaknya mengajak masyarakat bersama – sama memerangi narkoba, tidak perlu takut atau malu, jika ada teman atau keluarga yang terindikasi pemakai Narkoba, karena akan direhabilitasi gratis. Dalam rangka meningkatkan akses rehabilitasi, juga telah dikembangkan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan mengkolaborasikan program Skrining Intervensi Lapangan (SIL), Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM) dan Agen Pemulihan (AP).

“Jadi tidak perlu takut jika berhadapan dengan negara, karena negara hadir untuk membantu masyarakat terbebas dari lingkaran barang haram narkoba. Kehadiran petugas adalah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga tercipta pemahaman yang baik, tidak perlu takut atau malu, jika ada anggota keluarga atau teman, segera serahkan dan akan di rehab, sudah banyak fasilitas negara yang dapat digunakan,”katanya.(van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here