Salingka NagariSolok Raya

Kadis Sosial Kab. Solok Yandra Prasat Serahkan Secara Simbolis Bantuan Beras KPM PKH di Kecamatan Tigo Lurah

×

Kadis Sosial Kab. Solok Yandra Prasat Serahkan Secara Simbolis Bantuan Beras KPM PKH di Kecamatan Tigo Lurah

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN– Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Solok, Yandra Prasat, hari Kamis (8/10), menyerahkan secara bantuan beras kepada KPM PKH Secara Simbolis di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.

Penyerahan secara simbolis Bantuan Sosial Beras kepada KPM PKH di Kecmatan Tigo lurah, dihadiri oleh camat Sarmaimi, wali nagari Batu bajanjang, Dahrul Asri, Pendamping PKH Tigo lurah dan perwakilan KPM PKH setiap nagari.

“Masing-masing Kepala Keluarga atau KK mendapat bantuan sebanyak 15 kg selama 3 bulan,” sebut Yandra Prasat, yang mewakili Bupati Solok.

Baca Juga :
Teta Midra: Peran Media Dalam Mengimformasikan Hasil Pembangunan Sangatlah Penting

Adapun Jumlah KPM PKH se kecamatan Tigo Lurah adalah sebanyak 1.045 KK dan bantuan akan diantarkan langsung keseluruh KPM PKH disetiap nagari. Sementara nagari di Kecamatan Tigo Lurah ada sebanyak 5 nagari, yakni, Sumiso, Rangkiang Luluih, Simanau, Batu Bajanjang dan Garabak data.

Menurut Yandra, bantuan ini diberikan sebagai bentuk langkah cepat pemerintah dalam merespon dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pihaknya berpesan kepada pendamping KPM PKH agar membantu Dinas Sosial mengantisipasi berbagai kejadian teknis. Yandra mengakui seringkali muncul permasalahan di lapangan.

Baca Juga :
Bupati Solok H. Epyardi Asda Buka Turnamen Sepakbola Gumanti Cup I di Alahan Panjang

“Mungkin saja nanti ada yang bilang ‘tetangga saya dapat kok saya tidak’. Padahal datanya sudah clean by name by address. Hal-hal ini perlu kita antisipasi sejak awal khususnya transporter dan para petugas lapangan maupun dinas sosial, bagaimana memitigasinya, dan bagaimana membangun komunikasi yang baik,” terang Yandra Prasat.

Yandra yakin bahwa dalam pelaksanaannya, kesuksesan program ini tergantung dari dua aspek, yakni kualitas beras dan ketepatan penerima. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama baik jajaran Kementerian Sosial maupun jajaran Perum Bulog,” sebut Yandra Prasat (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *