SOLOK, JN– Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika, meninjau lokasi Danau Tuo, yang terletak di Jorong Ujung Ladang, nagari koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.


Dalam kunjungan ke Danau Tuo bersama personil Dinas Pariwisata dan tokoh pemuda nagari setempat yakni Maulana Tanvis Vivo, juga dilakukan  pengaambilan video Danau Tuo untuk dipromosikan ke luar Kabupaten Solok.
“Selama ini orang hanya mengenal Danau Singkarak, Danau Diatas dan Dibawah atau Danau Kembar. Mereka kurang tau kalau di Kabupaten Solok ada Danau Talang dan Danau Tuo. Jadi kita akan promosikan Danau ini melalui video dan media lain,” sebut  Nasripul Romika, Senin (6/7).


Pihaknya berjanji akan memperdayakan dan mengembangkan wisata Danau Tuo yang ada di nagari koto Sani.Menurut Nasripul Romika, jika kita berbicara soal wisata di Kabupaten Solok,  memang sepeeti tidak akan ada habisnya.”Kabupaten sangat kaya dengan pariwisata, mulai dari wisata budaya, kuliner hingga wisata alam. Selama ini, Kabupaten Solok lebih dikenal dengan 4 buah danaunya, yakni Danau Singkarak, Danau Diatas dan Danau Dibawah serta Danau Talang. Namun, sebetulnya ada satu danau lagi yang jarangj kita promosikan, yakni Danau Tuo. Padahal danau ini sangat indah dan dari sini juga tetlihat indah Danau Singkarak,” sebut Nasripul Romika.

Menurut Nasripul Romika, Danau Tuo mungkin danau paling kecil di Kabupaten Solok jika dibanding empat danau lain. Danau ini hanta seluas 5 kali lapangan sepak bola. Dibanding Danau Singkarak, Danau Tuo tidak beriak, Airnya tenang. Mungkun setenang masyarakat Koto Sani yang hidupnya lebih banyak menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

“Mungkin karena letaknya yang agak jauh, sehingga membuat Danau Tuo sering dilupakan. Kakau mau jujur, bisa dikatakan belum ada sentuhan tangan pemerintah Kabupaten Solok mengelola potensi Danau Tuo yang kerap hilang dalam hitungan objek wisata yanf ada di Kabupaten Solok,” sebut Nasripul Romik

Tokoh pemuda Koto Sano, Maulana Tanvis Vivo menyebutkan bahwa pihaknya sangat berharap ada perhatian khusus dari Pemkab Solok khususnya dari Dinas Pariwisata untuk mengelola objek wisata Danau Tuo ini.”Kalau dikelola dengan baik, maka saya optimis Danau Tuo ini bisa menghasilkan PAD kepada Nagari dan Kabupaten. Jadi tinggal keseriusan kita bersama, baik pihak Nagari atau Dinas Pariwisata untuk mengelola dan mengembangkannya,” tutur Maulana Tanvis Vivo.


Pihaknta juga tidak mengetahui pasti sejak kapan Danau tersebut ada. Namun yang pasti Danau ini terbentuk secara alami bukan danau buatan seperti bendungan atau embung. Di sekitar Danau , area persawahan warga melengkapi nuansa alami kabupaten agraris yang hamour  berusia 108 tahun tersebut.
Wakil Bupati Siolok, H. Yulfadri Nurdin, juga berharap agar Dinas Pariwisata serius dalam mengelola objek wisata yang ada, termasuk pengelolaan objek Wisata Danau Tuo ini.
“Sayang sekali, alam kita banyak menypan potensi wisata yang indah seperti Danau Talang, Tabek Panjang, Puncak Gogoan dan termasuk Danau Tuo ini. Sayangnya selain anggaran terbatas, kitanya juga kurang serius dalam oengelolaannya,” sebut H. Yulfadri Nurdin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here