Gusmal Terkuat Rusmel Jadi Kuda Hitam: Musda  LKAAM  dan Bundo Kanduang  Kabupaten Solok Ditabuh

0
1176

SOLOK, JN-Kalau tidak ada aral melintang, rencananya hari Kamis ini (28/12), akan diselenggarakan Musda Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok yang ke-IV priode 2017-2022 fan sekaligus Musda Bundo Kanduang. Rencananya Musda akan dilangsungkan di Ruang Pelangi, kantor Bupati Solok.

Sejumlah nama kandidat sudah mulai mengapung sejak satu bulan lalu. Diantara nama-nama tersbut yang akan bersaing untuk menggantikan Ketua LKAAM Kabupaten Bumi penghasil Bareh tanamo yang lama yakni H. Syafri Dt Siri Marajo dan  sudah mulai beredar dan ramai dibicarakan adalah  Edisar Dt Manti Basa, yang saat ini menjabat sebagai  Ketua KAN Nagari Koto Gadang Guguak serta juga sebagai Asisten I di Pemkab Solok. Kemudian ada nama Hendri Dunant yang saat ini menjabat sebagai Ketua KAN Nagari Sulit Air dan juga anggota DPRD Kabupaten Solok. Selanjutnya ada Nama Erizal Dt Batuah yang saat ini menjadi pengurus LKAAM Kabupaten Solok an juga Kepala Kantor Pelayanan Satu Pintu Pemkab Solok. Sementara nama baru yang muncul dan juga kandidat kuat adalah H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM yang saat ini menjabat sebagai  Bupati Solok serta mantan Ketua LKAAM 2010-2014. Nama terakhir yang disebut adalah Rusmel Dt Sati, saat ini menjabat sebagai pengurus LKAAM Kabupaten Solok sekarang serta Ketua PWI Kabupaten Solok.

Nama Bupati Gusmal disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua LKAAM Kabupaten Solok, namun hal itu tentunya harus berjalan sesuai AD/RT LKAAM itu sendiri.  Namun kehadiran Rusmel Dt Sati juga bisa menjadi ancaman bagi kandidat lainnya.  Menurut panitia pelaksana yang juga Sekretaris LKAAM Kabupaten Solok, Reidon Dt Kayo, pelaksanaan Musda hanya dalam bentuk sederhana dengan acara inti pemilihan pengurus LKAAM priode tahun 2017 – 2022. “Keputusan rencananya akan diambil dengan cara musyawarah dan mufakat. Peserta Musda, adalah pengurus LKAAM kecamatan, ketua KAN dan pengurus LKAAM kabupaten Solok serta undangan dari LKAAM provinsi Sumbar,” jelas R. Dt Kayo.

Diselenggarakan Musda dalam bentuk sederhana itu, mengingat terbatasnya dana yang tersedia, baik dari APBD Kabupaten Solok, maupun sumbangan dari pihak donator lainnya.

Salah seorang calon Ketua LKAAM Kabupaten Solok, Edisar Dt Manti Basa menyebutkan, bahwa  memimpin lembaga adat dalam kondisi peradaban hari ini harus menuntut pemimpin mampu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh tokoh masyarakat  dan niniek mamak dan juga  internal LKAAM itu sendiri. “Dengan demikian,  semua  tugas membina peradaban khususnya moral generasi masyarakat secara umum, dalam pembinaan terasa lebih mudah bila semua pihak saling bersinergi,” jelas Edisar.

Sebelumnya Bupati Solok, H. Gusmal pernah menyebutkan bahwa dengan adanya Musda LKAAM  ini, hendaknya dapat merumuskan kebijaksanaan kongkrit untuk penyempurnaan organisasi tempat bernaungnya Ninik Mamak, Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat,  untuk  diimplementasikan untuk program kerja  Pemerintah Daerah serta  sesuai ABS-SBK. “Saya berharap pengurus LKAAM yang akan terpilih nantinya, bisa mewujudkan tanggung jawab yang diembannya, dirumuskannya program kerja, tujuan dan fungsi dari LKAAM sebagaimana harapan kita bersama, “ jelas H. Gusmal

Bupati Gusmal juga berharap agar keberadaan Lembaga LKAAM dapat terus melestarikan adat budaya Minangkabau secara utuh, dan dapat mewariskannya kepada generasi penerus secara terlembaga, dan juga terus menggali, menjabarkan dan menerapkan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) dalam mewujudkan masyarakat yang beraqidah islami dan berbudi pekerti, sesuai dengan kaidah adat Minangkabau (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here