Geliat Pembangunan Kota Solok Dua Tahun Terakhir, Berani Berinovasi dan Ramah Investasi

0
29

SOLOK, JN– Geliat pembangunan Kota Solok selama dua tahun terakhir, telah menampakan hasil, dan hal itu tidak terlepas dari perjalanan dua putra terbaik Kota Solok, yakni Walikota Solok Zul Elfian dan Wakil Walikota Solok Reinier. Begitupun masyarakat Kota Solok yang ikut mengontrol, mengawal proses kepemimpinan mereka. Alhasil, selama dua tahun terakhir ini, telah tercipta iklim yang kondusif, tata kelola pemerintahan yang baik dan berani berinovasi, pelayanan publik yang semakin mudah, turunnya tingkat kemiskinan, pelestarian adat dan budaya, pendidikan yang berkualitas, suasana agamais yang menyejukan, dan potensi wisata yang semakin digenjot. Hal ini tentu berdampak pada lebarnya peluang invstasi yang semakin ramah dan terbuka, serta terwujudnya visi-misi Kepala Daerah, menjadikan Kota Solok sebagai Kota Perdagangan dan Jasa.

Kota Solok menargertkan dirinya menjadi daerah tujuan pada tahun 2020, yang pasti tidak semudah membalikan telapak tangan, dibutuhkan persiapan, kajian dan perencanaan yang matang untuk mewujudkan hal tersebut. Berkat adanya saling bersinergi di seluruh lapisan masyarakat bersama-sama dengan pimpinan daerah, telah berhasil menghadapi berbagai rintangan, dan target yang sulit sekali pun, seolah mendapat secercah harapan optimis. Iklim yang kondusif, kondisi sosial masyarakat yang stabil dan tidak adanya konflik, pelayanan pemerintahan yang mudah, kota yang layak untuk perempan dan anak, kehidupan masyarakat yang berkualitas dan banyak faktor penunjang lainya, merupakan faktor yang sangat penting yang dilihat dari kaca mata para investor. Daerah yang aman dan nyaman seperti Kota Solok adalah tempat yang tepat karena sangat ramah investasi, dengan begitu Kota Solok bukan hanya sebagai daerah tujuan wisatawan untuk menikmati keindahan alam atau daerah tujuan bagi para intelektual untuk belajar inovasi, namun Kota Solok juga berpeluang menjadi daerah tujuan investasi di tahun 2020.

Salah satu keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berani berinovasi dalam mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik dan bersih serta reformasi birokrasi. Hal ini berdampak pada terwujudnya reformasi birokrasi yang professional dan akuntabel, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, serta tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Selama 2 tahun pelaksanaan RPJMD Kota Solok Tahun 2016-2021, Pemko telah berupaya untuk melaksanakan pelayanan prima dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan profesionalisme aparatur.

Kualitas pelayanan yang telah diberikan diukur melalui Indek Kepuasan Masyarakat (IKM). Berdasarkan statistik Bappeda Kota Solok, IKM pada tahun 2017 telah bernilai “Baik” dengan skor 75. Untuk mendukung pelaksanaan pelayanan prima ini, pemerintah daerah juga menyediakan fasilitas pengaduan secara online untuk masyarakat yang tidak puas dengan pelayanan pemerintah daerah dengan aplikasi Lapor SP4N (Lapor Sistem Pelaporan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional). Sejak tahun 2017, seluruh pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat melalui Lapor SP4N telah ditindaklanjuti seluruhnya.

Pemko Solok terus berupaya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Hal ini tercermin dari gerak langkah pemerintah daerah dalam mengelola pendapatan, keuangan dan asset daerah, meningkatkan sistem dan manajemen pengawasan internal serta meningkatkan kapasitas produk hukum daerah. Kerja keras dan upaya yang dilakukan pemerintah Kota Solok membuahkan hasil dengan diperolehnya nilai B pada Evaluasi  Akuntabilitas  Kinerja Pemerintah (AKIP) dan opini WTP dari BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

Untuk mendukung reformasi birokrasi, Pemerintah Kota Solok juga melakukan peningkatan kualitas kelembagaan daerah, penataan ketatalaksanaan instansi pemerintah, peningkatan kualitas dan pengendalian perencanaan daerah, meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder dalam pembangunan. Di samping itu untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintah daerah, pada tahun juga telah dirintis penerapan e-government. Untuk tahap awal, indeks e-government Kota Solok baru mencapai 1,5 dari skor tertinggi 4.

Banyak kalangan menilai dengan terwujudnya penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik dan bersih serta reformasi birokrasi, yang profesional dan akuntabel, capain di sektor tersebut dinilai dapat berdampak kepada sektor lainya, termasuk keramah-tamahan terhadap investasi. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, didorong dengan banyak serta beragamnya ide dan inovasi yang menunjang keberhasilan Pemko, sangat disukai oleh para investor dan di harapkan masyarakat Kota Solok menjadi lebih puas dengan terserapnya seluruh aspirasi yang berasal dari akar, dengan sistem pemerintahan yang transparan.

Menciptakan manajemen  pemerintahan berbasis performance, audit kelembagaan pemerintahan, pemerintah berbasis elektronik (e-goverment), perbaikan dan peningkatan SDM aparatur serta perbaikan dan peningkatan sistem pelayanan kepada publik, melahirkan inovasi yang berdampak positif, membangkitkan gairah berinovasi, dengan mengadakan diskusi antar OPD/unit kerja. Yang menghasilkan ide/gagasan yang melebihi ekspektasi, hingga kini Kota Solok telah memiliki 158 inovasi yang telah diimplementasikan dalam e-Goverment dan telah meluncurkan aplikasi-aplikasi penunjang dibidang TIK dalam rangka mewujudkan Smart City, Smart Goverment di Kota Solok.

Walikota Solok Zul Elfian mengatakan, di era teknologi dimana perubahan bergerak semakin cepat, dapat dimenangkan dengan mengimbangi perubahan tersebut. Dengan memulai langkah dalam berinovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, merupakan respon terhadap perubahan cepat tersebut, mendorong inovasi-inovasi yang lebih baik lagi, serta dapat memacu seluruh OPD di Kota Solok. Pemko Solok merasa terpacu untuk terus mengembangkan dan meningkatkan pelayanan publik. Dengan pemanfaatan kemajuan teknologi, Pemko Solok kedepan akan terus berbenah, berkomitmen dan meningkatkan mutu pelayanan publik, dan terus mendorong OPD di lingkungan Pemko Solok untuk berinovasi dengan muara kesejahteraan masyarakat. Pemko Solok juga tidak segan-segan untuk belajar dan mereplika inovasi-inovasi dari daerah lain.

Walikota ingin Kota Solok dikenal sebagai daerah yang mampu mengkoordinir Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam membuat inovasi, yang berdampak pada pelayanan terbaik terhadap masyarakat, dituntut untuk menciptakan terobosan dan inovasi dibidang administrasi dan pelayanan publik, seluruh OPD diminta untuk mendorong kinerja dan terus berinovasi, sehingga tercipta birokrasi yang baik. Seluruh para aparatur negara di lingkungan Pemko Solok, harus merubah mindset dan pola pikir dengan tidak mengenal lelah, terus melahirkan ide yang dapat memperbaiki kualitas, kemampuan dan kinerja. Memacu motivasi seluruh jajaran OPD, dengan mengaplikasikan inovasi-inovasi yang sesuai dengan potensi daerah, khususnya pada publik service. Menerapkan sistem pemerintahan yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel, dan berdampak baik pada kepuasan masyarakat.

“Program prioritas yang dilaksanakan, peningkatan penyelenggaraan pemerintah daerah, peningkatan pelayanan publik, peningkatan akses dan kualitas informasi publik, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan daerah, peningkatan, pengembangan dan pengendalian pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah. Dengan meningkatnya kualitas ASN, maka telah melalui setengah perjalanan dalam mencapai visi dan misi Kepala Daerah. Pemko Solok bertekad mewujudkan masyarakat Kota Solok yang beriman, bertaqwa dan sejahtera menuju kota perdagangan, jasa, serta pendidikan yang maju dan modern. Slogan baru yang merangkum tekad tersebut tergambar dari istilah Solok Kota Beras Serambi Madinah,” kata Zul Elfian kepada Koran Padang beberapa waktu yang lalu.

Kota Solok hanyalah kota kecil dengan dua kecamatan yakni Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan, dengan 13 kelurahan. Bagi daerah luar Kota Solok cukup terkenal sebagai Kota Bareh/Beras, sehingga pusat pedagangan dan jasa cukup melekat dengan Kota Solok, dengan rangkuman istilah Kota Beras Serambi Madinah, maka program dan kegiatan dengan bertemakan Madani pun direncanakan dan telah terlaksana dengan baik. Pemerintah Kota Solok berupaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan ABS-SBK, terwujudnya penyelengaraan tata pemerintahan yang baik dan bersih serta reformasi birokrasi. Pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berkualitas untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan generasi muda yang beriman, sehat, cerdas, kreatif, tangguh dan berdaya saing.

Serta menjadikan Kota Solok sebagai pusat perdagangan, baik berupa hasil-hasil pertanian, perkebunan dan ekonomi kerakyatan yang tangguh berbasis potensi unggulan daerah melalui perdagangan, pariwisata, dan jasa, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sehingga hal itu dapat menyerap tenaga kerja dan menekan angka kemiskinan serta mengurangi permasalahan sosial dan mewujudkan pembangunan prasana dan sarana yang berwawasan lingkungan. Pada prioritas pembangunan yang dilaksanakan pada periode RPJMD 2016-2021 ini, sesuai dengan tahapanya, beberapa kegiatan prioritas telah dilaksanakan.

Keberhasilan dalam menyelenggarakan pemerintahan yang teratur dan stabil, dapat membuka lebar peluang Kota Solok sebagai pusat perdagangan yang ramah investasi di Sumatera Barat. Sehingga berdampak pada perkembangan perekonomian Kota Solok, PDRB perkapita atau pendapatan perkapita, yang menggambarkan tingkat kemakmuran masyarakat secara makro. Berdasarkan data terakhir secara rata-rata pendapatan perkapita penduduk Kota Solok mengalami peningkatan dari Rp. 44,84 juta/kapita pada tahun 2015 menjadi Rp. 50,89 juta/kapita pada tahun 2017. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian daerah telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini angka kemiskinan di Kota Solok memperlihatkan penurunan yang signifikan. Meskipun demikian, diperkirakan penurunan ini akan melambat di masa depan. Kinerja pengentasan kemiskinan sampai tahun 2017 cukup baik, hal ini dapat dilihat dari penurunan jumlah penduduk miskin dan persentase penduduk miskin. Jika dilihat nilai indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Kota Solok pada tahun 2017 terjadi peningkatan indeks kedalaman kemiskinan dari 0,01 pada tahun 2016 menjadi 0,23 pada tahun 2017. Kondisi itu menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan. Hal ini juga  mengindikasikan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk mengangkat orang keluar dari kemiskinan semakin besar.

“Kota yang pemerintahanya stabil maka akan membuka peluang menjadi kota yang ramah investasi dan itu pasti juga berdampak pada penurunan angka penganguran, karena investasi membuka penyediaan lapangan kerja yang luas, sehingga para pencari kerja mudah menyalurkan bakat dan keterampilan di tempat yang membutuhkan keterampilan mereka, dengan segala bentuk program yang mewujudkan kualitas pendidikan yang baik di Kota Solok, pemerintah daerah juga harus menyediakan lapangan kerja dengan membuka peluang investasi masuk, sehingga para pencari kerja tidak berujung pada penganguran dan berdampak pada naiknya angka kemiskinan,” kata Wakil Walikota Solok Reinier kepada Koran Padang.

Segala bentuk program ataupun inovasi, baik yang di jalankan di sektor pendidikan, kesehatan, penyelenggaran pemerintahan dan lainya, bertujuan untuk bermuara pada investasi, yang merupakan kekuatan penting yang menopang kehidupan perkotaan dan mengakselerasi pembangunan daerah, disamping untuk mendorong perekonomian daerah, peningkatan investasi juga diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Untuk menciptakan realisasi investasi yang baik diperlukan sebuah iklim investasi yang kondusif. Iklim investasi yang kondusif dalam perekonomian merupakan harapan bagi masyarakat, investor, pelaku usaha dan pemerintah. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh dukungan pemerintah Kota Solok terhadap kegiatan investasi dengan meningkatkan pelayanan kepada investor melalui kemudahan pelayanan perizinan.

Iklim investasi di Kota Solok mengalami kenaikan signifikan, pada tahun 2015 investasi sebesar Rp. 284,435,248,524,- naik menjadi Rp. 319,415,653,938,- (12,30%), kenaikan signifikan pada tahun 2017 menjadi Rp. 601.900.631.298,-. Pada tahun 2019 masih dibutuhkan investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Solok lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Kebutuhan investasi tersebut lebih diarahkan kepada investasi yang mengakomodir sumber daya lokal baik sumber daya alam maupun sumberdaya manusia serta yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Diharapkan investasi itu dapat dibiayai oleh pemerintah pusat, daerah dan masyarakat. Pemko telah berupaya dengan melaksanakan program priorotas melalui pengembangan industri, perdagangan, koperasi dan UKM. Peningkatan aktivitas perdagangan, jasa, industry, agribisnis dan pariwisata merupakan unsur penting untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kemakmuran masyarakat.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda