Geger Di Kota Solok Ditemukan Garam Berkaca

0
1052

SOLOK,KP –  Kota Solok geger, ditemukan garam berkaca, isu garam berkaca tersebut merebak luas dan cepat di kalangan masyarakat. Pengusaha kripik Khamira mengatakan garam yang biasa dia gunakan untuk membuat kripik tidak larut dalam air. Hal tersebut membuat dia penasaran dan mencoba merendamnya kedalam air panas, ternyata garam tersebut tidak juga larut. Karena takut Khamira kemudian melaporkan hal tersebut ke Dinas Koperindag. Tidak butuh waktu lama, isu garam berkaca di Kota Solok merebak cepat, sejumlah masyarakat yang kuatir langsung mencek garam yang dipakai dirumah masing – masing.

             Kabar tersebut juga tersiar di sejumlah media online dan medsos hingga viral. Khamira pengusaha kripik dan makanan ringan, curiga dengan garam yang dibelinya dari warung dekat rumahnya. Keanehan garam yang digunakanya untuk bumbu kripiknya tersebut, adalah ketika dilarutkan dalam air. Mulanya Khamira merasa aneh, karena garam dengan kemasan 250 gram biasanya seharga 3 ribu, namun, di kedai dekat home industry tersebut menjualnya dengan 1 ribu perbukusnya. Kuatir garam yang dibumbui garam itu membahayakan, Khamira melapor ke Diskoperindag. Kemudian pegawai Diskoperindag datang tidak beberapa lama datang juga petugas dari Polres Solok Kota yang juga membawa sampel serupa.

              Sementara itu petugas dari Balai POM Padang, Drs.Legafatman.Apt, yang datang ke Kota Solok, belum dapat memastikan kebenaran, apakah garam yang dipakai pengusaha kripik itu mengandung kaca. Sebab, membutuhkan uji laboratorium terlebih dahulu. Dijelaskanya garam yang dipakai oleh pengusaha kripik yang berlokasi di Jalan Destamar IV Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok itu, harus dipastikan kemurnianya. Apakah mengandung kaca atau tidak, garam yang seperti kaca justru belum dapat dipastikan kaca. Hal tersebut disebabkan karena garam terdiri dari unsure Na dan Cl. Unsur Na yang berkualitas tinggi memang berbentuk Kristal atau menyerupai kaca. Semakin murni Na, Kristal semakin terbentuk. Na dengan kualitas tingg atau Na murni harganya justru sangat mahal.”garam yang mengkristal belum dapat dipastikan mengandung kaca, untuk mencari kebenaranya harus dilakukan uji labor terlebih dahulu,”kata Legafatman, Senin (28/8) ketika meneliti sampel garam yang digunakan oleh pengusaha kripik tersebut.

            Malah, garam yang dipakai oleh Khamira adalah garam murah, yang berharga kisaran 1000, sementara garam yang lain dengan berat sama, harganya dapat mencapai 3 ribu. Dengan fakta ini, menurutnya tidak mungkin pihak pabrik memproduksi garam dengan biaya yang tinggi lalu menjual dengan harga murah. Legafatman mengatakan pihaknya belum dapat memastikan garam mengandung unsure Na yang murni atau kaca, atau ada zat lain yang digunakan. “Diperlukan uji labor, saat ini Balai POM telah mengambil sampel garam dan sedang meneliti garam ini ke pabriknya di Padang,” kata Legafatman. Sementara itu pihak Dinas Koperindag Kota Solok yang telah mengambil sampel garam yang dipakai Khamira. Mengatakan garam yang digunakan Khamira secara kasat mata, kemudian dilarutkan ke dalam air ternyata larut seluruhnya.“Ketika dilarutkan dengan air, garam itu larut semua, tapi kita tetap mengadakan uji labor, garam akan kita kirim ke labor Balai POM di Padang,”kata Dedi Asmar Kepala Dinas Koperindag Kota Solok.

             Sementara itu pengusaha kripik, Khamira mengatakan, dia penasaran karena garam yang digunakanya tak larut dalam air. Semakin penasaran dia juga menambahkan air panas dan ternyata juga tidak larut. Khamira takut garam itu dapat membahayakan konsumen, kemudian dia membuang garam tersebut dan mengambil yang berbentuk Kristal. Kemudian garam yang mengkristal itu dia goreskan pada papan, ternyata papan tergores dan garam tidak hancur. Khamira pun menjadi takut dan melaporkan kejadian itu ke Dinas Koperindag. Sementara itu, Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, membenarkan pihaknya telah mengambil sampel dari UMKM Khamira tersebut. Dony menegaskan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPOM dan menunggu hasil lab. “Masih kita selidiki. Kita juga menunggu hasil lab dan koordinasi dengan BPOM Padang,”katanya singkat (Govan/wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here