Emi Wati Warga Paninggahan Sudah 25 Tahun Hidup Dipasung

0
1195
SOLOK, JN- Malang benar nasib Emi Wati (50), Warga Dusun Taha, Jorong subarang Nagari Paningahan, Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok. Saat ini dia harus menjalani hidup dengan cara dipasung dan hal itu sudah brlangsung hampir 25 Tahun lamanya.
          Selama ini hampir tidak ada kabar tentang adanya warga Paninggahan yang hidup secara dipasung. Cerita itu baru terungkap setelah Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH mengunjungi Paninggahan, Sabtu (4/11) kemaren. Wakil Bupati Solok yang hadir bersama Anggota DPRD kabupaten Solok, Hj. Nursian, Sekretaris Sosial, Eka putra, Camat junjung Sirih, Herman dan unsur Muspiks Junjung Sirih beserta tokoh masyarakat Dusun Taha jorong Subarang ke Junjung Sirih baru mendapat kabar ada warganya yang hidup dipasung selama berpuluh-puluh tahun. Mendengar kabar itu, Wabub Yulfadri Nurdin singgah di rumah keluarga tempat Emi Yati dipasung. Bahkan sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Solok, Nursiam juga tidak mengetahui ada warga Paninggahan yang hidup secara di pasung.
          Sesuai informasi yang dihimpun dari paman Emi yakni, Iskandar, awal mulanya, sekitar tahun 90-an, Emi Wati Merantau bersama suaminya ke Kota mpek-mpek  Palembang dan setelah mempunyai dua orang anak, Emi jatuh sakit. “Waktu di Palembang Emi jatuh sakit setelah melahirkan anak kedua. Karena sakitnya tidak kunjung sembuh lalu Emi diantar oleh suaminya ke kampung untuk berobat. Setelah kejadian itu, suami Emi tidak kembali lagi ke kampung halaman sampai sekarang,” terang Iskandar. Sejak itu, penyakit Emi makin menjadi dan bahkan nampak seperti menggalami gangguan kejiwaan bahkan kerap sampai mengganggu tetangga. Semenjak itu keluarga Emi memutuskan untuk mempasung hingga sekarang sudah hampir 25 tahun lamanya. “Emi cuman dua Minggu sekali di bawa keluar. Itu cuma untuk di mandikan dan di ganti pakaian saja,” jelas Iskandar. Bahkan sejak 6 tahun terakhir, Emi dikasih makan dan minum melalui sebuah lobang yang dibuat dari luar. Ditambahkannya, Tahun 2003 dan 2008 pernah di bawa berobat kerumah sakit jiwa, beliau sempat sembuh dan bisa mengikuti kegiatan sehari-hari. Karena keterbatasan biaya pengobatan tidak dilanjutkan hingga sekarang.
             Sementara itu, Wakil Bupati SolokYulfadri Nurdin SH, kepada keluarga korban menyampaikan ikut ptihatin dan berjanji akan membawa Emi berobat. “Insyaallah kita akan membawa buk Emi berobat dan seluruh biaya akan ditanggung pemerintah,” jelas Yulfadri Nurdin.
        Wabub berharap dengan diawa ke RS Jiwa di Padang, Emi bisa cepat sehat kembali dan dapat mengikuti rutinitas sebagaimana biasanya. “Di sini kan juga hadir ibu dewan, mudah-mudahan beliau juga mau membantu,” tutur Yulfadri Nurdin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here