Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan dan IKGS Persembahkan Seni Tradisional Indang Minangkabau di TMII

0
128

SOLOK, JN- Giat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok yang bekerjasama dengan Ikatan keluarga Gantuang Ciri Solok (IKGS) Jabodetanek, menggelar acara Seni Tradisional Indang Minangkabau, bertempat di Anjungan Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (23/2).

Acara dihadiri oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM, Anggota DPD-RI, H. Nopi Candra, SE, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis, SE, Wakil Ketua DPRD kabupaten Solok, Dendi, S.Ag
Ketua TP- PKK kabupaten Solok, Ny. Hj. Desnadevi Gusmal, SH, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Yandra Prasat, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah kabupaten Solok, Wali Nagari Gantuang Ciri, Arnold Piliang, S.Sos dan seluruh masyarakat Gantung Ciri yang berada di Jabodetabek yang tergabung falam Ikatan keluarga gantuang ciri Solok (IKGS).

Walinagari Gantuang Ciri, Arnold Piliang, S.Sos, dalam ucapan sekapur sirihnya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Solok yang telah memfasilitasi kegiatan acara tersebut.
“Ini merupakan bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten Solok atas kesenian yang ada di nagari yang ada di Kabupaten Solok terutama kesenian indang,” sebut Arnold Piliang.

Disebutkan Arnold, kegiatan iti juga merupakan reward kepada kesenian indang Merpati Putih yang telah mengukir preatasi menjuarai lomba- lomba tingkat nasional.

Sementara tokoh masyarakat Gantuang Ciri, Dendi, S.Ag, dalam sambutannya juga mengucapkan terimakasih kepada Walinagari yang telah ikut membantu dan mengembangkan tradisi kesenian Indang ini di nagari Gantung Ciri.

“Nagari gantung ciri memiliki program gemar sedekah, pinjaman Syariah Tanpa bunga. Sedekah ini diperuntukkan buat anak-anak yatim, begitu juga dengan pinjaman tanpa bunga, uga diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu, ” terang Dendi. Disebutkannya,
pinjaman tanpa bunga dikumpulkan dari perantau IKGS yang ada di seluruh Indonesia dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Solok H. Hardinalis Kobal, SE, MM dalam sambutannya juga memberi apresiasi kepada pemerintah Nagari Gantung Cir, dimana telah berhasil membawa Nagari Gantung Ciri ke tingkat nasional. “Semua ini tentu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan masyarakat setempat,” jelas Hardinalis.

Pihaknya juga berharap agar prestasi dan program yang telah direncakan oleh pemerintah nagari Gantuang Ciri dapat terlaksana dengan baik.
BPenampilan kesenian Indang Gantung Ciri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini tidak lah mudah, semuanya tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pariwisata. Selain merupakan kekayaan masyarakat, kesenian anak nagari seperti Indang juga mengandung nilai nilai positif bagi generasi muda.

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya juga memberi apresiasi kepada Pemerintah Nagari dan perantau IKGS yang telah ikut serta mendukung kesenian Indang Nagari Gantung Ciri di Taman Mini Indonesia Indah ini.

“Ini merupakan motivasi bagi para perantau untuk ikut serta membantu pembangunan nagari. Serta menjadi ajang silahturahmi bagi seluruh perantau di Indonesia,” jelas H. Gusmal.

Dijelaskan Gusmal, membangun nagari bukan hanya membangun sektor ekonominya saja, melainkan juga membangun sektor lainnya seperti infra struktur dan pendidikan. Untuk itu, peran perantau juga sangat berperan penting pada sektor ini.
“Perantau hendaknya menjalin komunikasi yang intens dengan masyarakat nagari. Informasi sekecil apapun dirantau yang berkemungkinan bermamfaat bagi anak nagari, hendaknya disampaikan secepat mungkin,” tutur Gusmal.

Dengan dilaksanakan kesenian Indang ini, selain memperkenalkan kesenian kita ke daerah luar, juga menjadi ajang silaturahmi antar IKGS.

Dijelaskan Bupati, Dinas Pariwisata bukan hanya bertugas perihal memanfaatkan dan menggali keindahan alamsaja, namun kebudayaan juga termasuk potensi pariwisata, contohnya kesenian daerah.

“Betapa bangganya kita jika kesenian semisal Indang dikagumi oleh banyak orang. Jadi inilah momen yang tepat bagi kita untuk melestarikan kebudayaan tradisional,” tutur Gusmal.

Pada masa sekarang ini Perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat secara umum yang sudah tersentuh dengan budaya luar, sedikit banyak mempengaruhi pandangan orang terhadap seni tradisional.
“Banyak anak muda sekarang yang menganggap seni tradisional sesuatu yang kuno, sehingga tidak ada minat untuk melestarikan hal tersebut. Bahkan tak hanya seni, segala macam yang berlabel tradisional malah dianggap kuno. Pemikiran seperti ini yang kita ingin ubah, kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikannya,” sambung Gusmal.

Grub kesenian Indang tidak hanya dibantu oleh pemerintah nagari, mari bersama-sama kita bantu untuk pendanaannya terutama IKGS.

“Saya meminta kedepannya IKGS akan membentuk DPP IKGS, agar memudahkan komunikasi sesama perantau,” harap Gusmal.

Disebutkan Bupati, Nagari Gantung Ciri juga ikut mengharumkan nama Kabupaten Solok ke tingkat Nasional dengan meraih prestasi Perpustakaan terbaik tingkat Indonesia. Pustaka nagari Gantung ciri memiliki 3000 koleksi buku bacaan.
Prestasi lainya tingkat Sumatera Barat, dimana Persatuan Pencak Silat Nagari berhasil meraih 7 mendali di tingkat provinsi yang diikuti juga oleh negara asing (wandy)

Bupati Solok, saat memberikan kata sambutannya dihadapan masyarakat Gantung Ciri di TMII Jakarta, Sabtu (23/2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda