Api Berasal Dari Mobil Pengisian BBM Jenis Premium: SPBU Saok Laweh Terbakar

0
3881

SOLOK, JN– Stasiun Pengisian Bahan bakar untuk Umum (SPBU), Saok Laweh, hari Sabtu dini hari (15/8/2020), sekira pukul 03.30 Wib, diamuk sijago merah.
 SPBU Sawok Laweh, terletak di Jorong Bungo Tanjung Nagari Saok Laweh, kecamatan Kubung, kabupaten Solok. 
Dugaan sementara, penyebab kebakaran api berasal dari sebuah mobil kijang No. Pol BA 1976 WR yang sampai saat ini pemiliknya belum diketahui.
“Penyebab kebakaran, mungkin berasal dari konsletting, dimana didalam mobil kiang tersebut sudah ada puluhan dirigen yang sudah diisi BBM jenis premium atau bensin,” sebut salah seorang warga yang berada di lokasi kebakaran.

Kapolres Solok, AKBP Azhar Nugroho, SH, S.Ik, M.Si, melalui Kasat Reskrim Polres Solok Arosuka AKP Deni Akhmat, kepada awak media membenarkan kejadian tersebut bahwaperistiwa kebakaran yang menimpa Satu Unit Mobil Kijang Super BA 1976 WR sekaligus membakar 1 Unit Pompa Pengisian BBM sepeda Motor terjadi akibat kelalaian pemilik mobil.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan olah TKP, api diduga berasal dari 1 Unit Mobil Kijang Super BA 1976 WR yang berisikan 15  Buah dirigen yang berisikan BBM jenis Premium  dan menjalar ke pompa pengisian BBM untuk sepeda motor,” sebut AKP Deni Akhmat.
Kesimpulan sementara api berasal dari arus pendek yang berasal dari mobil kijang tersebut.
Selanjutnya akibat mobil sudah terbakar, api meluas dan menyebar dan membakar pompa pengisian untuk sepeda motor.

Adapun pemilik SPBU Sawok Laweh diketahui bernama Ernita, (40), warga Batu Sangkar, Yang mana SPBU ini biasanya beroperasi 24 jam, namun akibat kejadian ini SPBU ditutup untuk sementara.
Musibah atau kejadian kebakaran itu pertama kali diketahui oleh   karyawan Pertamina Saok Laweh yang bernama Roma, (25) warga Tanjung Paku Kota Solok.

Saat mengetahui api mulai membakar mobil kijang, para karyawan yang bertugas langsung menghubungi unit Damkar Kabupaten dan Kota Solok. Setengah jam kemudian, 4 unit mobil damkar dari Kota dan Kabupaten Solok,tiba di lokasi.Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 04.30 Wib.

Ramainya antrian mobil dan motor untuk mengisi BBM jenis premium atau bensin baik untuk digunakan sendiri atau untuk dijual lagi, diduga penyebab utama kebakaran ini. Mungkin sudah menjadi rahasia umum, pengisian BBM jenis bensin di hampir disetiap SPBU selalu menjadi hal menarik untuk dikupas. Bahkan ada yang sengaja memodivikasi tanki minyak kendaraannya agar lebih besar. Ada yang antri dengan beberapa dirigen untuk dijual lagi secara ecer. Tapi ada juga yang diseludupkan untuk keperluan lain. Saat antrian panjang, terkadang para sopir merokok dengan tanpa memperhatikan keselamstan bersama.
“Untuk dijual kembali secara ecer, tidak masalah. Tetapi tentu mereka harus mematuhi aturan dari dinas koperindag atau harus ada izin dari dinas terkait,” sebut Riko (39), salah seorang warga, saat berbincang degan media ini Sabtu pagi.
Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan kerugian materil mencapai sekitar Rp 300.000.000. Sementara beberapa orang saksi dan Satpam SPBU juga sudah diminta keterangan di Polsek Kubung.

Sementara SPBU tersebut juga sudah dipasang garis polisi (jn01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here