Curhat Mahasiswi Tentang Kondisi Jalan Buruk ke Kampungnya Langsung di Respon Kadis PUPR

0
734

SOLOK, JN-Curhat seorang mahasiswi asal Dusun Lurah Galundi, Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, tentang kondisi jalan buruk bertahun-tahun ke kampungnya, Lesti Febria (20),
langsung di respon positif oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Solok, Syaiful, ST, MT.

“Terimakasih kepada kepada ananda Lesti Febria, yang sudah memberi tau kami tentang kondisi jalan ke kampung halamannya yang sangat buruk di Jorong Rawang Abu Sangat. Terimakasih juga kepada media yang sudah menulis informasi jalan tersebut, ” tutur Syaiful, kepada Koran Padang, sabtu (1/2), melalui telefon cellullernya.

Pihaknya berjanji akan turun ke lapangan dan akan melakukan survey pada awal Februari 2020 ini dan akan mengirim tim ke Jorong Rawang Abu untuk melihat secara langsung kondisi jalan tersebut.

“Diakui Syaiful, sebenarnya memanh masih banyak kondisi jalan yang buruk di Kabupaten Solok, namun karena kondisi APBD terbatas, maka tidak semua bisa tercover atau dibantu,” terang Syaiful.

Namun Syaiful berjanji akan memberi prioritas untuk jalan tersebut, jika sudah masuk ke Musrenbang Nagari. “Syarat utama agar jalan bisa dibantu adalah harus masuk Musrenbang Nagari, ” sebut Syaiful.

Sebelumnya, sesuai yang diberitakan Harian Koran Padang dan media Online Jarbatnews.com, bahwa ada salah salah seorang mahasiswi asal Dusun Lurah Galundi, Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, yang melakukan curhat dengan wartawan Koran Padang tentang kondisi jalan yang buruk ke daerahnya dan sudah 20 tahun tidak diperbaiki.

Dengan melakukan curha ke media, harapannya hanya satu, bagaimana akses Jalan yang sangat buruk ke kampung halamannya bisa diekspos di media dan diperhatikan Pemerintah.

“Alhamdulillah, kalau curhat saya didengar Pemerintah Daerah. Itu juga suara hati seluruh warga Jorong Rawang Abu, ” tutur Lesti.

Disebutkan Lesti, bahwa sejak dirinya Sekolah Dasar dulu bahkan sejak lahir hingga sekarang sudah kuliah, akses jalan ke Jorong tempat tinggal mereka tidak pernah diperbaiki. “Bahkan sekarang saya sudah kuliah pula, kondisi jalan semakin parah dan sering kami terjatuh di jalan yang sangat buruk dan berbatuan liar, ” sebut Lesti Febria, salah seorang warga Jorong Rawang, saat curhat dengan Koran Padang, Jum’at (31/1).

Menurut Lesti yang juga seorang Mahasiswi pada Sebuah Perguruan Tinggi ternana di Kota Padang ini, kondisi jalan akan tambah parah pada saat memasuki musim hujan, sudah licin dan rawan kecelakaan. Sementara saat musim panas, ketika melintas di jalan tersebut akan dipenuhi debu yang beterbangan. “Bagi orang luar atau tamu yang akan mengunjungi kampung kami, sangat dibutuhkan kehati-hatian. Kalau tidak bisa kecelakaan dan kami saja yang warga disini dan sering melintasinya, masih sering juga kecelakaan,” tutur Lesti.

Berbagai upaya sudah dilakukan warganya untuk memperbaiki jalan tersebut, seperti mengusulkan pada Musrenbang Nagari dan Kabupaten. Bahkan warga juga sudah membuat proposal ke anggota dewan dan pemerintah daerah agar jalan tersebut diperhatikan. Namun sampai saat sekarang kondisinya masih tetap begitu. Kalau tidak salah sudah tiga orang Bupati dan Tiga priode Gubernur, kondisinya tetap tidak berubah.

Sebagai seorang mahasiswi asal daerah tersebut, Lesti terpanggil hatinya untuk ikut berjuang, meski tidak begitu tau jalurnya. Salah satunya Lesti rajin memposting kondisi dan keadaan jalan tersebut di media sosial agar ada resfon dan rasa hiba dari dinas Pekerjaan Umum atau pemerintah daerah. Namun hasilnya tetap nihil.
“Jadi saya beranikan untuk curhat ke media sebagai penyambung lidah masyarakat. Semoga setelah diekspos jalan menuju Jorong kami akan mendapat prioritas,” cetus Mahasiswi semester IV di UPI Padang ini.

Lebih jauh disebutkannya, kondisi jalan yang hancur dan parah ada sekitar 2 Kilometer yang memanjang dari Dusun Lurah Galundi menuju Dusun Lurah Jalin di Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh.

“Sejak saya masih SD hingga sudah kuliah ini, jalan ini sudah diperbaiki. Kami menilai untuk apa gunanya Musrenbang, kalau tidak ada skala prioritas,” sebut Lesti.

Lesti masih ingat bagaimana janji para calon anggota dewan dan Kepala Daerah yang mana setiap musim kampanye akan banyak datang ke kampungnya untuk menulang suara.
“Namun seperti biasa, setelah mereka duduk, mereka lupa akan janji, ” cetus Lesti dengan sangat ketus.

Kepala Jorong Rawang Abu, Syafrizal, juga menjelaskan bahwa kondisi jalan ke kampungnya memang sangat parah dan rawan kecekakaan.
“Setiap ada Musrenbang nagari, jalan ini selalu kami usulkan. Tetapi mentok disitu saja. Selain itu kami juga sudah ajukan proposal ke anggota dewan dan ke pemerintah daerah, tetapi belum ada tanggapan, ” sebut Syafrizal (01/wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda