Cerita Teman Dekat Bupati Solok Syardi dt Rajo Lelo: Gusmal Kecil Hobi Mancing Belut dan Main Layangan

0
1261

SOLOK, JN- Mungkin tidak banyak yang tau, kalau Bupati Solok sekarang, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, masa kecilnya sangat hobi bermain layang-layang dan memancing belut di sawah.

Hal itu disampaikan teman kecil Gusmal, yang sekaligus teman sekolah orang nomor satu di Kabupaten Solok itu, yakni Bapak Syardi dt Rajo Lelo, kepada Koran Padang di kediamannya di Koto Gaek Guguk, Minggu Siang (18/2).

“Ya, beliau Bapak Bupati Solok sekarang yakni Bapak H. Gusmal adalah teman sepermainan saya di kampung dan juga selalu satu sekolah dengan saya sejak SD hingga SMA dulu,” jelas Syardi dt Rajo Lelo. Disebutkan Syardi, sejak SD, dirinya bersama Gusmal sudah menjadi yatim karena ditinggal ibunya menghadap sang Ilahi. Semenjak ibunya meninggal, Gusmal tinggal bersama neneknya di Kawasan Simpang Melati, Nagari Koto Gadang Guguak. Teman sehari-harinya, baik untuk bermain, mengaji atau pergi sekolah adalah Syardi. “Pulang sekolah kami sering bermain layang-layang di rumah orang tua saya di Koto Gaek Guguak ini dan kalau udah capek main layang-layang, kami pergi ke sawah mencari belut,” jelas Syardi, mengingat nostalgianya hampir lebih dari setengah abad silam.

 

Disebutkannya, dirinya bersama Gusmal, masuk Sekolah Rakyat (SR) atau dulu setingkat SD di kawasan Pasa Usang, Nagari Koto Gadang Guguk tahun 1961 dan tamat tahun 1967. Kemudian melanjutkan ke SMP 1 Gunung Talang dan tamat tahun 1970. Selanjutnya masuk SMA 1 Solok yang dulunya namanya SMA Solok saja karena merupakan satu-satunya sekolah SMA untuk wilayah Solok, Solok Selatan, Dhamasraya, Sijunjung dan Sawahlunto. Namun sejak tamat SMA 1973, dua sahabat ini masuk perguruan tinggi yang berbeda, Gusmal masuk Fakultas Ekonomi di Unand dan Syardi masuk ke Sekolah Akademi Administarsi Negeri (AAN). Meski kampusnya sama-sama di Padang, dua sahabat ini sering berjumpa dan tidur bersama di Gudang kayu manis milik saudara Gusmal. “Meski kami ada sewa rumah, namun kami lebih sering tidur di gudang dan masak nasi di sana,” jelas Syardi mengingat masa lalunya. Yang anehnya lagi menurut Syardi, meski berbeda suku yakni Gusmal bersuku Supanjang dirinya Sinapa, namun gelarnya sama yakni sama-sama Dt Rajo Lelo

Meski akhirnya sama-sama lulus di SMA dan perguruan tinggi, namun faktor nasib baik lebih berpihak kepada sahabatnya Gusmal, karena tamat kuliah Gusmal remaja melamar menjadi pegawai di Dinas Sosial kota Sawahlunto dan juga lulus. Namun tidak lama kemudian Gusmal ke luar dan melamar kerja di kantor Gubernur Sumbar dan juga lulus serta ditempat tugaskan di kantor Bupati Solok di bagian Staf Bangdes sekitar tahun 1980-an. “Nasib beliau beruntung, sementara saya tamat kuliah langsung berdagang di Padang dan tahun 2001 dirinya mencoba mencalon untuk menjadi Walinagari Koto Gaek Guguak dan alhamdulillah terpilih dan menjabat hingga tahun 2007. Kemudian sejak berhenti menjadi Walinagari, dirinya lebih memilih jadi petani dan saat ini Syardi menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Nagari (BMN) Koto Gaek Guguak.

 

Ketika ditanya, apakah masih sering ketemu temannya yang sekarang menjadi Bupati Solok, Syardi menjawab kalau secara langsung memang tidak karena kesibukan masing-masing. “Beliau kan mengurus Kabupaten jadi sangat banyak pekerjaannya, namun kalau ada acara BMN di kantor Bupati, terkadang bertemu juga dengan sahabatnya itu.

“Berjuang dan berteman boleh bersama, namun nasib saja yang berbeda,” jelas Syardi sambil mengingat masa lalunya bersama sahabatnta yang sekarang sudah menjadi Bupati Solok (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here