Solok Raya

Butuh Waktu Panjang Untuk Mewujudkan Kabupaten Solok Menjadi Kabupaten Terbaik di Sumbar

×

Butuh Waktu Panjang Untuk Mewujudkan Kabupaten Solok Menjadi Kabupaten Terbaik di Sumbar

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN- Impian masyarakat Kabupaten Solok,  agar Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu bisa menjadi Kabupaten Solok terbaik dari yang baik di Sumbar, tampaknya butuh waktu yang panjang dan perjuangan gigih dari pemimpinnya. 


Ketua DPRD kabupaten Solok,  Dodi Hendra menyebutkan bahwa banyak hal yang harus dibenahi kedepannya untuk membangun Kabupaten Solok agar menjadi Kabupaten yang terbaik dari yang baik.
“Sebenarnya banyak yang harus kita benahi untuk membangun Kabupaten Solok, seperti sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, olahraga, moralitas generasi muda serta sektor ekonomi kemasyarakatan dan juga lapangan kerja. Hal itu jelas tidak bisa kita kerjakan sendiri dan butuh kerjasama semua pihak, baik SKPD, DPRD, Depag, Camat, Walinagari dan juga masyarakat itu sendiri agar berkomitmen untuk mau maju dan berubah, bukan hanya mengujat,” jelas Dodi Hendra,  di sela acara Persatuan Artis Penyanyi, Pemusik dan Pencipta Lagu Indonesia (PAPPRI) di Solok,  Senin (4/10).
Menurut Dodi Hendra,  dari segi prilaku masyarakat dan generasi muda saja, diperlukan kesadaran agar agar menjahui narkoba atau terlena dalam-hal-hal yang tidak bermanfaat dan harus mau merubah dari kebiasaan buruk kepada yang baik.

Baca Juga :
Pengambilan Sumpah dan Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional dan Sumpah Janji CPNS Menjadi PNS

Begitu juga dengan prilaku pemimpinnya. 
Menurut Dodi Hendra, faktor moralitas keponakan yang sangat segan kepada mamak yang beberapa tahun lalu masih menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minang, sekarang seiring masuknya tekhnoloy, seorang keponakan tidak lagi begitu menghargai mamaknya. Atau juga mamak itu sendiri yang tidak lagi  menanamkan pendidikan moral kepada keponakannya. “Maka dari itu, kita akan benahi dulu lambat-lambat, seperti dengan program maghrib mengaji dan subuh berjamaah yang ada di zaman Bupati Gusmal dan wabup Yulfadri. Kalau ilmu agama sudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka saya optimis pembangunan fisik akan gampang saja kita lakukan,” jelas Dodi Hendra.

Baca Juga :
Kapolres Solok Cek Kesiapan Personel di Pospam Operasi Ketupat Singgalang 2021

Politisi dari Partai Gerindra itu juga merasa prihatin, banyaknya kasus kriminal yang terjadi di Kabupaten Solok, seperti penyalahgunaan narkoba, menandakan bahwa moral masyarakat sudah banyak yang harus dibenahi, salah satunya tentunya dengan kembali ke agama.


 “Pengawasan orang tua, guru, Walinagari, BMN dan juga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar kembali keaqidah agama. Kalau itu sudah terlaksana, maka semua pembangunan yang kita rencanakan, seperti membangun pertanian, pariwisata, pendidikan tadi, isnyaalah akan terwujud,” pungkas Dodi Hendra. (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *