Bupati Gusmal Launching Perdana Bantuan Perdana BLT-DD Tahun 2020 di Kab. Solok

0
733

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, hari Senin (11/5), menyerahkan Bantuan Perdana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2020 di Kabupaten Solok, bertempat di Kantor Camat Bukit Sundi.

Tampak hadir pada acara tersebut Bupati Solok, H. Gusmal, SE,MM, Kepala DPMD Provinsi Sumbar, Drs. H. Syafrizal,MM, Ketua TP-PKK Ny.Desnadefi Gusmal, SH, Asisten Eksbangkesra Medison,S,Sos,M,Si, Kepala DPMN Kab Solok Ferisnovel,S,IP,M,Si, Kasat Pol PP Damkar Drs Efriadi, MM, Camat Bukit Sundi H.N Efiyardi, Kabag Humas Syofiar Syam,S,Sos,M,Si, unsur Muspika Bukit Sundi, Wali Nagari Parambahan, Wali Nagari Kinari, Wali Nagari Bukit Tandang, Perwakilan Masyarakat penerima Manfaat dari tiga Nagari dan lainnya.

 Dalam sambutannya, Kepala Dinas DPMN Provinsi Sumbar, Drs. Syafrizal, MM, menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan Apresiasi dan terimakasih kepada pemda Kabupaten Solok yang sudah menyelesaikan percepatan penyaluran dana desa BLT-DD di Kabupaten Solok

“Perlu saya sampaikan bahwa Kabupaten Solok adalah kabupaten Ke 5 yang  Sudah menyelesaikan percepatan penyaluran BLT-DD dari 12 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat,” sebut Syafrizal.

Tujuan dari penyaluran BLT- DD adalah rangka mengurangi beban masyarakat yang terkena dampak covid-19. Bila masih ada masyarakat miskin/yang terkena dampak covid-19 yang belum tercatat atau belum masuk data petugas agar melapor  kepada wali nagari agar bisa diusulkan untuk penambahan data ke Kabupaten, Provinsi maupun ke pusat.

 Penyaluran untuk tiga nagari pada hari ini yaitu  Nagari Kinari, Nagari Parambahan dan Nagari Bukit Tandang bisa langsung tunai dari kas nagari dan untuk penyaluran selanjutnya bisa melalui Bank Nagari.

Bupati Solok, H. Gusmal, dalam sambutannya mengucapan terimakasih kepada camat, Wali Nagari beserta perangkat Nagari, Anggota BPN, tokoh masyarakat dan relawan yang tergabung dalam satgas efektif percepatan penanganan covid-19 di nagari, serta para pendamping P3MD Kabupaten Solok yang telah bekerja keras untuk memenuhi segala prosedur agar BLT-DD ini dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Sasaran penerima BLT-DD ini adalah keluarga miskin Non program keluarga Harapan (PKH) atau Non bantuan pangan non tunai (BPNT) yang kehilangan mata pencarian, belum terdata dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis serta bukan keluarga penerima BLT dari Kemensos dan BLT Provinsi.

Jangka waktu dan besaran BLT-DD yaitu diberikan selama 3 bulan terhitung sejak bulan April 2020 dan besaran BLT-DD adalah Rp. 600.000-perbulan/keluarga.

” Dari 14 Nagari yang ada dikabupaten Solok sampai pada lounching ini sudah 49 Nagari yang siap untuk menyalurkan BLT-DD dengan nilai 15,1 Miliar untuk 8.398KK. Sementara itu 35 Nagari lagi belum selesai melaksanakan pendataan,” sebut Gusmal.

  Yang dilounching hari ini adalah untuk tiga nagari di kecamatan Bukit Sundi yaitu Nagari Kinari, Nagari Parambahan dan Nagari Bukit Tandang dengan nilai Rp.734 juta untuk 408KK dengan rincian sebagai berikut :

A.Kinari 165 KK : 297 juta. B. Bukit Tandang 135 KK : Rp.243 juta. C. Parambahan 108 KK : 194 juta.

“Saya berharap kepada walinagari untuk menyalurkan BLT-DD ini dengan transparan,tepat sasaran, sesuai dengan hasil pendataan,tanpa ada pemotongan sedikitpun, tanpa mengumpulkan orang banyak dan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian serta rasa tanggungjawab,” sebut Gusmal.

Supaya tidak terjadi permasalahan dikemudian hari Bupati berpesan juga agar seluruh Administrasi penyaluran BLT-DD ini betul-betul dilengkapi serta tanda terima dari masyarakat yang menerima bantuan harus jelas dan ditandatangani oleh penerima.

Untuk penyaluran BLT-DD tahap berikutnya saya sarankan sebaiknya dilakukan non tunai supaya lebih aman,efisien dan memudahkan untuk pengadministrasianya,untuk itu wali Nagari dipersilahkan untuk melakukan kerja sama dengan Perbankan yang bersedia untuk menyalurkan BLT-DD ini.

Selanjutnya bupati juga meminta masyarakat untuk mematuhi PSBB yang sudah diperpanjang pemerintah provinsi sumbar dan disetujui oleh forkopimda serta bupati/wali kota se-sumatera barat sampai tanggal 29 Mei 2020 dengan tetap dirumah aja kalaupun ada keperluan yang sangat mendesak keluar harus pake masker (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here