Bupati Gusmal Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

0
466

SOLOK,  JN- Tanggal 1 Oktober setiap tahunnya,  Bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila, mulai dari pusat hingga ke daerah.

Di Kabupaten Solok,  peringatan hari Kesaktian Pancasila,  diperingati dengan sangat khidmat, bertempat di Lapangan upacara kantor Bupati Solok di Arosuka,  Senin (1/10).  Bertindak sebagai inspektur upacara bendera peringatan hari kesaktian Pancasila tahun 2018 ini adalah Bupati Solok,  H. Gusmal Dt Rajo Lelo,  SE, MM. Pada acara peringatan Hari kesaktian Pancasila itu,  tampak hadir Ketua DPRD Kabupsten Solok,  H. Hardinalis Kobal,  SE,  MM,  para Asisten dan Staf Ahli Bupati,  para Kepala SOPD di lingkup Pemkab Solok, Kapolres Solok,  AKBP ferry Irawan,  SI. K dan unsur Forkompimda di Kabupaten Solok.

Bupati Solok,  H. Gusmal dalam keterangannya menjelaskan bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang masih bingung dan belum memahami perbedaan antara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati tiap tanggal 1 Juni setiap tahunnya.

“Kalau sekarang yang kita peringati adalah hari Kesaktian Pancasila yang sudah teruji dengan pemberontakan G.30.S. PKI dan terbukti Pancasila itu memang sakti, ” jelas Gusmal. Disebutkan Gusmal,  peringatan kedua hari bersejarah itu terhadap lambang negara itu berbeda makna.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang kita peringati hari ini lebih berkaitan dengan peristiwa G.30.S/PKI yang terjadi pada tanggal 30 September 1965,” terang Gusmal.

Lebih jauh dijelasjannya,  bahwa pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September.

Insiden ini masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya, seperti dilansir dari beberapa media.

Tetapi otoritas militer dan kelompok terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.

“Kita hanya bisa baca dari sejarah,  bahwa usaha PKI untuk menjadikan Indonesia negara Komunis sia-sia dan Tuhan lebih sayang kepada Bangsa Indonesia, ” jelas Gusmal.

Disebutkan Bupati,  pada peristiwa G30S/PKI, ada enam Jenderal dan 1 Kapten serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta.

Gejolak yang timbul akibat G30S pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia.

Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Berbeda dengan Hari Kesaktian Pancasila, Hari Lahirnya Pancasila merupakan peringatan cikal bakal Pancasila dijadikan lambang negara

Usai melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila,  dilanjutkan dengan Penyerahan SK kenaikan Pangkat secara simbolis oleh Bupati Solok kepada, Mulyadi Marcos, SE. MM, yang meruoakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Ir. Maimunah Hasibuan, bekerja di Inspektorat Daerah, Agus Hendra, S.Sos, bekerja di Dinas Perhubungan, Nora Triana Chinthia Dewi, SE, Inspektorat Daerah, Tarmizi, Disdukcapil dan Yurmalinda yang bertugas di Kantor Camat Gunung Talang.

Selanjutnya adalah penyerahan bantuan perahu karet dari Kementerian Kesehatan kepada Satuan Tugas Penanggulangan Bencaba (Satgas Gulana) Kabupaten Solok dan dari Kementerian Sosial kepada petugas Tagana Kabupaten Solok yang diserahkan langsung oleh Bupati Solok (Adv/wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda