Bupati Gusmal Buka Secara Resmi Acara Pelatihan Tata Kelola Homestay dan Rumah Wisata

0
134


SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, membuka secara resmi acara Pelatihan Tata Kelola Homestay, pondok wisata dan Rumah Wisata, bertempat di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang, Rabu d sore (16/9).
Selain Bupati Solok, H. Gusmal, tampak hadir pada acara tersebut antara lain Kadis Pariwisata Nasriful Romika, Kabag Humas Syofiar Syam, Kabag BPBJ Khairul dan Peserta Pelatihan Tata Kelola Homestay, Pondok Wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasriful Romika, dalam laporannya menyebutkan bahwa Pelatihan tata kelola Homestay, pondok wisata, rumah wisata tahun 2020 merupakan salah satu jenis pelatihan yang dilokasikan oleh Kemenparekraf RI untuk dapat dilaksanakan di Kabupaten Solok. Karena dinilai memiliki potensi dalam hal pengembangan homestay sebagai salah satu bentuk akomodasi berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan di desa wisata kampung budaya. Selain itu kemenparekraf juga melihat indikator dari sisi kuantitas homestay yang telah ada di Kabupaten Solok dimana telah memiliki lebih dari 50 buah homestay sebagai salah satu persyaratan untuk pelaksanaan pelatihan.

“Harapan juga disampaikan pada pemilik dan pengelola homestay karena kabupaten Solok sebagai salah satu daerah tujuan prioritas pariwisata di Propinsi Sumbar, belum memiliki sarana akomodasi yang cukup dan repesentatif sehingga diharapkan homestay lebih berperan dalam memenuhi aspek amenitas pariwisata,” sebut Nasripul.

Sementara tujuan penyelengaraan pelatihan tata kelola homestay tahun 2020 ini adalah sebagai wujud untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola industri pariwisata daerah khususnya homestay.Kemudian untuk meningkatkan pertumbuhan homestay untuk menunjang amenitas pariwisata kabupaten Solok. Selanjutnya untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan yang datang ke kab. Solok dan Mengerakkan potensi daerah untuk meningkatkan daya saing pariwisata.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 16 s.d 18 September 2020 di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang. Untuk pelaksanaan study lapangan akan dilaksanakan pada hari kedua ke pulau kapo-kapo di Kabupaten Pesisir.

Peserta pelatihan homestay atau rumah wisata tahun 2020 berjumlah 40 orang yang berasal dari pemilik dan pengelola homestay dari desa wisata kampung budaya dan pengelola destinasi wisata yang memiliki homestay yang ada di kab. Solok. Selain itu para peserta juga di dampibngi yang berasal dari pelaku wisata yang bersertifikat dan satu orang koordinator pedamping.

Narasumber kegiatan dari akademesi pelaku homestay yaitu Dr. Sari Lenggogeni ( Direktur TDC Unand), Bundo Fat Pemilik dan pengelola homestay di pulau kapo-kapo yang juga pengiat wisata Sumbar.

Bupati Solok H. Gusmal dalam arahannya menyampaikan bahwa sbagai industri jasa sektor pariwisata telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam pembangunan perekonomian. Pengembangan wilayah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja disamping peran sosial, budaya dan lingkungan dalam kerangka pelestarian SDA dan budaya.
“Seiring waktu dengan meluasnya definisi wisata daerah tujuan wisatapun semakin berkembang. Salah satunya wisata menjadi alternatif bagi wisatawan. Pariwisata pendesaan atau yang biasa di sebut desa wisata. Wisata di bentuk dengan mengedepankan hidup kualitas masyarakat serta pelibatan masyarakat setempat dalam pengembangan mutu produk desa wisata,” sebut Gusmal.

Wisata desa di bangun dengan konsep kembali ke alam serta menawarkan kehidupan masyarakat yang lebih alami serta menampilkan kekayaan kebudayaan daerah setempat.

“Pengembangan program desa wisata homestay merupakan bagian dari daya tarik wisata yang didapatkan oleh wisatawan dalam kunjunganya ke desa wisata,” cetus Gusmal.

Merujuk kepada visi pembangunan kabupaten solok yang tertuang dalam RPJMD tahun 2016-2021 perlu difokuskan kepada beberapa capaian indikator pembangunan di sektoir wisata pariwisata yang belum optimal pengelolaanya objek wisata secara profesional.

“Bedasarkan hal terbut di atas, khususnya untuk peningkatan SDM yang menunjang pertumbuhan industri pariwisata di kabupaten solok yang bertujuan untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata daerah. Parisata daerah perlunya dilaksanakan berbagai kegiatan seperti pembinaan, pelatihan dan pengawasan,” tambah Gusmal.

Peningkatan SDM khususnya bagi pengelola homestay rumah wisata menjadi salah satu strategi pembangunan sektor pariwisata kabupaten solok tahun 2016-2021.

Dijelaskan Bupati, Adapun kegiatan indikator pembangunan non fisik di sektor pariwisata kabupaten solok telah ditetapkan 4 nagari piloting kampung budaya dan muncul beberapa desa wisata yang berbasis masayrakat sebagai bentuk sadar wisata masayrakat yang semakin meningkat. Selain itu juga memunculkan kelompok sadar wisata di setiap nagari yang sampai saat sudah berjumlah sebanyak 25 pokdarwis. Sedangkan untuk jumlah hoimestay yang sudah terdata di kab. Solok berjumlah sebanyak 95 buah homestay yang tersebar di sejumlah kampung budaya.

`Kepada wisatawan yang berkunjung ke kabupaten Solok agar tetap memnrapkan protokol kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran covid- 19 (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here