Bupati Gusmal Akan Buka Panen Ikan Larangan di Batu Bajanjang

0
1126

SOLOK, JN-Kalau tidak ada aral melintang, rencananya pada Rabu tanggal 9 Agustus 2017 mendatang, akan melakukan pembukaan panen ikan larangan di nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.

Hal itu disampaikan Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, saat meninjau lokasi ikan larangan yang terhampar di sungai sepanjang nagari Batu Bajanjang, Senin (17/7). “Ya, insyaallah kita akan melakukan panen ikan larangan tanggal 9 Agustus mendatang dan Bapak Bupati sudah menyatakan kesediannya untuk membuka panen ikan larangan usai peresmian BUMNag di Batu Bajanjang,” jelas Dahrul Asri. Walinagari yang murah senyum ini, juga didampingi Kasi Pemerintahan Nagari, Mak Juar, Kasi Pembangunan Nota Indra, Sekretaris Nagari Sabirin K serta tokoh masyarakat setempat.

Keberadaan ikan larangan jenis gariang yang baru berusia sekitar dua tahun dengan rata-rata berat sekitar hingga 1 hingga 3 Kg per ekornya di sepanjang aliran sungai yang membentang di Nagari Batu Bajanjang. Menurut Dahrul Asri, pemberlakukan ikan larangan sudah dilaksanakan sejak dua tahun lalu ini, diperkirakan akan menhasilkan panen lebih dari 30 ton dan hasil panen sebahagian akan dijual dan uangnya rencananya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas agama dan tempat ibadah di Batu Bajanjang. “Medote panennya tergantung kesepakan di nagari, apakah per jorong atau seklaigus hari itu dengan menggelar lomba memancing,” tambah Dahrul Asri. Ikan garing merupakan ikan yang hanya hidup di Sumatera dan rasanya sangat gurih dan harganya juga mahal. Di Batu Bajanjang, ikan ini dibiarkan berkembang biak di sepanjang sungai sekitar 8 KM dan tersebar hampir disemua jorong di nagari Batu Bajanjang dengan melintasi 6 Jorong mulai dari Pangka Pulai, Jorong Kampuang Tangah, Jorong Sabi Aie, Jorong Muaro, Jorong Panariak, Jorong Batu Bagantuang dan Jorong Koto Tuo. “Masing-masing jorong dilintasi sepanjang lebih kurang 1,5 KM ikan larangan,” jelas Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri.

 

Walinagari Dahrul Asri sangat yang ingin membawa Batu Bajanjang sejajar dengan nagari lain yang ada di Kabupaten Solok. Dirinya sangat menyadari bahwa untuk membangun nagari terisolir diperlukan SDM dan juga SDA yang handal. “Kami kurang memiliki SDM karena wilayah kami jauh dari kota, namun kami ingin pemerintah memperhatikan nasib warga kami, seperti membangun jembatan dan jalan yang kondisinya ala kadarnya, sangat bertolak belakang dengan kecamatan lain di Kabupaten Solok,” pungkas Dahrul Asri (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here