Bunga Krisan Menjadi Inspirasi Baru Bagi Dekranasda Kota Solok

0
31

SOLOK, JN- Pengembangan bunga Krisan Anyelir di kawasan Payo kota Solok, menjadi inspirasi baru bagi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan pengrajin untuk dijadikan sebagai motif baru batik khas kota Solok. Ketua Dekranasda kota Solok, Ny. Zulmiyetty Zul Elfian, mengatakan pihaknya telah mengajak segenap pengarajin batik Kota Beras Serambi Madinah, untuk menjadikan bunga Krisan sebagai motif batik.
“Dengan adanya motif batik bunga Krisan akan semakin menguatkan karakter dan potensi wisata agro Payo yang cukup identik dengan bunga Krisannya,” kata Zulmiyetty Zul Elfian. Motif bunga Krisan pada batik tanah liek yang tengah dikembangkan pengrajin lokal akan semakin melengkapi khasanah batik khas kota Solok, disamping motif batik yang memang sudah ada sebelumnya.
Diantara Motif batik yang sudah dikembangkan oleh pengrajin kota Solok sebelumnya yakni motif Rumah Gajah Maharam, Burung Belibis, Padi Sagama, Tungku Tigo Sajarangan dan banyak lainnya. Pihaknya berkeyakinan, Motif batik bunga Krisan yang akan dihasilkan akan disukai oleh masyarakat dan pasar, tidak saja di kota Solok, namun juga pecinta batik dari luar daerah. Apalagi, bisa dibilang, belum ada motif batik bunga Krisan yang dihasilkan sebelumnya.
“Mudah-mudahan berjalan lancar dan disukai oleh pasar, sehingga batik khas kota Solok semakin diminati oleh pasar. Disamping itu, juga bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Solok,” papar Istri Wako Zul Elfian itu. Diakui oleh Zulmiyetty Zul Elfian, saat ini sudah ada sekitar dua kelompok pengrajin batik yang selama ini konsen mengembangkan kerajinan batik tanah liek di kota Solok. Mimi Batik di kelurahan Kampung Jawa dan Batik Rumah Gadang di Kawasan Tembok.
Tidak dipungkiri, kerajinan batik memang menjadi salah satu fokus Dekranasda bersama Pemko Solok dalam mengembangkan sektor UMKM, tak ayal, berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan jenis batik dengan menonjolkan ciri khas daerah.

Dari catatan yang ada, awal 2017 lalu, Pemko bersama Dekranasda menginisiasi lomba motif batik tingkat nasional. Bertemakan Alam kota Solok, Lomba cukup diminati kalangan pengrajin dan designer batik lokal hingga nasional, berikut berbagai Bimtek dan pelatihan pengembangan batik yang diikuti pengrajin kota Solok. “Melalui batik kita bisa memperkenalkan khasanah dan ragam budaya serta potensi daerah, semoga batik kota Solok semakin menggeliat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Zulmiyetty Zul Elfian.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda