Batu Bajanjang Butuh Lapangan Sepak Bola dan Perbaikan Jalan

0
1585

SOLOK, JN-   Sebagai Ibukota Kecamatan Tigo Lurah, Nagari Batu Bajanjang sangat membutuhkan sebuah lapangan sepak bola yang sangat refresentatif untuk menggelar berbagai kegiatan yang sekelas Kecamatan. Namun sampai saat ini, di Nagari Batu Bajanjang belum ada berdiri sebuah lapangan sepak bola, minimal untuk menyalurkan bakat anak-anak nagari Tigo Lurah yang berada jauh dari ibukota Kabupaten Solok.

“Masyarakat dan pemuda nagari Batu Bajanjang sangat mendambakan sebuah lapangan sepak bola, palagi nagari ini merupakan ibukota kecamatan. Selain itu, kamipun dari Tigo Lurah belum pernah menjadi tuan rumah Jambore Pramuka tingkat Kabupaten, dikarenakan lokasi untuk itu tidak tersedia,” jelas Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, Kamis (30/3) di Batu Bajanjang. Dijelaskannya, saat ini masyarakat sudah menyediakan lahan di daerah Jirek, Jorong Kampuang Tangah untuk dijadikan lapangan sepak bola. Lokasi tersebut sangat cocok dikadikan lapangan nagari atau kecamatan, karena jaraknya tidak jauh dari Kantor Kecamatan dan SMA Negeri 1 Tigo Lurah. “Daerah kami memang butuh perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan juga para anggota dewan, agar kami bisa mengejar tingkat kesejajaran dengan nagari lain di Kabupaten Solok,” tambah Dahrul Asri.

Selain lapangan sepak bola, kebutuhan paling mendesak dibangun adalah jalan utama menuju Ibukota Kecamatan terutama dari gerbang masuk Nagari Rangkiang Luluih. “Kondisi jalan utama menuju ibulkota kecamatan sungguh memprihatinkan. Pemerintah juga sudah berjanji akan membangun jalur utama dari Nagari Rangkiang Luluih menuju Ibukota Kecamatan di Batu Bajanjang. Mudah-mudahan saja tahun 2017 ini bisa terwujud,” jelas harap Dahrul Asri.

Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri yang didampingi Kasi Pemerintahan, Mak Juar, Kasi Umum dan Keuangan, Nota Indra, SPd, Kasi Kesra, Damri Sekretaris Nagari, Sabirin dan tokoh masyarakat Zainal, sengaja mengajak KORAN PADANG meninjau lokasi lapangan sepakbola dan melihat kondisi jalan di Batu Bajanjang yang sungguh mempriatinkan. Padahal kalau mau jujur, bulan ini usia Kabupaten Solok untuk menginjak 104 Tahun, namun beberapa nagar bahkan kecamatan seperti baru berdiri beberapa tahun lalu.

Wakinagari beserta perangkatnya, juga mengajak media ini untuk melihat dari dekat kondisi sebuah jembatan yang dilintasi ratusan orang setiap hari di jorong Batu Bagantuang, kondisinya sudah lapuk dan papannya sudah copot. “Masyarakat terpaksa memanfaatkan jembatan ini untuk ke ladang atau ke sawah, karena tidak ada jembatan lain. Kalau dana nagari yang digunakan untuk membangun jembatan ini, tentu akan habis karena kita memiliki 6 jorong yang kebutuhannya juga sama. Jadi kami berharap dana pokir anggota dewan atau Pemerintah bisa membangun jembatan ini karena sangat vital buat petani,” jelas Dahrul Asri (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here