Ardinal: Masih Banyak Persoalan di Tubuh PDAM Kab. Solok Yang Belum Tuntas

0
1105

SOLOK, JN- Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Solok,Ardinal, SE, MSi, menyebutkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum terlayani dengan baik oleh PDAM, dusebabkan kondisi alam Kabupaten Solok yang bergelombang dan berada pada perbukitan.

“Akibat kondisi tersebut, banyak masyarakat yang malah dekat dengan sumber air tidak bisa kita layani dengan baik atau air sering mati. Sebab biasanya sifat air akan selalu mencari tempat yang rendah, sehingga di daerah tinggi yang dekat dengan sumber air tersebut, sangat sering air mati, ” sebut Ardinal, di ruang kerjanya, Selasa (6/8).

Akibatnya menurut Ardinal, dibeberapa wilayah, sering air mati atau hidup bergiliran. “Tetapi kalau di daerah datar, seperti Koto Baru dan Selayo, masalah itu hampir tidak ada kendala. Yang sering terjadi adalah di daerah Guguak Tigo Nagari, Talang dan juga di Kayu Aro, ” sebut Ardinal.

Selain itu, masalah lain yang dialami PDAM adalah, masih banyaknya pelanggan PDAM yang tidak mau membayar tagihan arau air di los, seperti yang terjadi di Kayu Aro. Mereka beralasan tidak mau bayar karena semasa pemerintahan Bupati Gamawan Fauzi, ada beberapa keluarga yang digratiskan karena mereka yang memiliki sumber air. “Tetapi sampai sekarang jumlah rumah yang tidak mau membayar tagihan atau tidak memasang meteran jumlahnya terus berrambah. Termasuk bangunan ruko di sepanjang Kayu Aro, ” cetus Ardinal.

Padahal menurut Ardinal, PDAM sudah berupaya mengumpulkan masyarakat, pemuda, Walinagari dan niniek mamak Kayu Aro, untuk mencari solusi agar mereka mau membayar. Dalam pertemuan antara PDAM dan masyarakat Kayu Aro yang juga dihadiri Walinagari Batang Barus, mereja sudah sepakat untuk membayar tagihan PDAM.

“Tetapi hingga kini belum juga terealisasi, masyarakat masih banyak yang belum membayar tagihan air. Dan yang parah lagi, ada air yang dilos begitu saja untuk kolam atau yang lainnya, sehingga merugikan masyarakat yang lain, ” sebut Ardinal. Untuk itu, Ardinal meminta kesadaran masyarakat untuk taat pada aturan.

Ardinal pun menyadari, hingga saat ini masih banyak persoalan yang masih menjadi PR bagi PDAM, termasuk perbaikan jaringan pipa yang rusak dan pemasangan baru.

“Tetapi kita harus optimis, semua persoalan yang ada di tubuh PDAM, inyaallah akan bisa kita atasi, ” sebut Ardinal.

Pihaknya juga berharap agar masyarakat taat pada aturan dengan memenuhi kewajibannya sebagai konsumen.

Disisi lain, pelayanan yang kurang baik ke masyarakat dari PDAM, dinilai masih mempunyai banyak masalah, mulai dari air sering mati, kotor, tagihan yang tidak sesuai dengan pemakaian hingga menaikan tarif belum pada waktunya. Selain itu, adanya desas desus bahwa di tubuh PDAM sendiri masih belum kondusif hingga semua merasa menjadi Dirut.

“Saya melihat pelayanan PDAM Kabupaten Solok masih jauh dari harapan masyarakat, sebab masih banyak keluhan yang saya terima termasuk masalah karyawan yang bekerja di PDAM tidak kompak. Selain itu, masyarakat masih banyak menggeluhkan masalah pembayaran yang membengkak dan besarnya tarif tagihan asal dibuat-buat saja oleh karyawan PDAM, masak air tidak dipakai dan mati, tetapi bayarnya masih diatas Rp 90 ribu. Itu kan sama saja lebih dari 30 kibik dan tidak profesional,” tutur anggota DORD kabupaten Solok, Marsal Syukur (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here