619 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Terima Bantuan di Kota Solok

0
262

SOLOK, JN– Sebanyak 619 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan menerima bantuan sosial di Masjid Agung Al Muchsinin Kota Solok,Rabu (28/2), yang diserahkan langsung oleh Wawako Solok. Mereka merupakan penerima manfaat yang tersebar di dua kecamatan yang ada di Kota Solok. Dijelaskan Reinier, ada dua program prioritas yang sedang digenjot Pemerintah Kota Solok saat ini, yaitu menanggulangi kemiskinan dan mengurangi angka penganggguran.

“Kota Solok saat ini sedang bekerja keras menekan angka kemiskinan hingga dibawah 1%, dan PKH merupakan salah satu dari sekian banyak program untuk menurunkan angka kemiskinan itu,”ujar Reinier.

Lebih jauh dikatakannya, PKH merupakan salah satu program andalan Kementerian Sosial dan juga Pemerintahan Daerah Kota Solok, melalui Dinas Sosial dalam peningkatan kesejahteraan massyarakat. PKH merupakan bagian dari program penanggulangan kemiskinan yang berada dibawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).

“Melalui program pro rakyat ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di Kota Solok yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” kata Reinier.

Pada kesempatan itu, Reinier meminta pendamping PKH agar bisa mendampingi masyarakat bukan hanya pada pemberian bantuan saja,tetapi juga membimbing PKH menuju jalan yang membawa mereka keluar dari zona keluarga miskin.

“Kedepan saya ingin mendengar dan menyaksikan begitu banyak warga Kota Solok yang melapor ke pos pelayanan, bahwa mereka ingin keluar dari kepesertaan PKH, karena kemampuan finansialnya sudah jauh meningkat,”kata Reinier.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Solok,Rosavella Darmawan mengatakan, bantuan sosial ini merupakan bantuan tahap 1 tahun 2018 yang diberikan kepada 362 KPM untuk Kecamatan Lubuk Sikarah dan 257 KPM untuk Kecamatan Tanjung Harapan. Bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial RI yang telah divalidasi oleh pendamping PKH.

“Bantuan yang diterima antara lain uang tunai Rp. 2.000.000,- jika keluarga ada yang lansia dan disabilitas, sedangkan untuk KPM yang hanya ada Bumil/Balita/SD/SLTP/SLTA dalam 1 KK diberikan Rp. 1.890.000,-. Bantuan diberikan dalam 4 tahap,” kata Rosavella Darmawan.(van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here